POLIMEDIAPOLIMEDIA

Jurnal Ilmiah PublipreneurJurnal Ilmiah Publipreneur

Pineapple leaf fiber textile as a fashion product visually did not experience significant changes, the existence of artificial pineapple leaf fiber textiles, cheap textile prices, and the saturation of textile designs made peoples interest in this textile decreased which impacted on textile sales and the productivity of craftsmen. This study seeks to develop textile designs to obtain an alternative to pineapple leaf fiber textiles that are more innovative and have a high selling value. For this purpose, this research was conducted using experimental methods and community empowerment approaches through training. From the experimental analysis, it is known that pineapple leaf fiber has the ability to be twisted into yarn of various sizes. The combination of pineapple leaf fiber yarn with silk, viscose, and cotton plus the application of silver yarn adds an exclusive impression. As for the motifs, the insertion technique on the special plain woven is able to produce a unique and innovative fabric texture. Pineapple leaf fiber textile can be used as an elegant fashion product and has high selling value.

Berdasarkan analisa dari pemberdayaan masyarakat dapat disimpulkan bahwa masyarakat pedesaan lebih antusias setelah diberikan pelatihan untuk diberdayakan sebagai pengrajin serat daun nanas.Sasaran tepat adalah pemberdayaan masyarakat golongan menengah kebawah, khusunya ibu-ibu muda dan remaja putus sekolah/pengangguran.Dalam proses kegiatan tentunya membutuhkan waktu serta tingkat ketelitian dan ketelatenan tinggi.Secara keseluruhan pengembangan serat daun nanas melalui desain tekstil dan desain, membutuhkan kemampuan serta keterampilan SDM yang tinggi.Dengan desain inovatif, tekstil serat daun nanas yang biasa, dibuat menjadi produk yang memiliki nilai tinggi.Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tekstil serat daun nanas dan pengolahannya.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai optimalisasi proses ekstraksi serat daun nanas untuk meningkatkan kualitas serat dan mengurangi limbah. Kedua, penelitian tentang kombinasi serat daun nanas dengan material lain, seperti limbah kain perca atau serat alami lainnya, dapat menghasilkan produk tekstil yang lebih unik dan ramah lingkungan. Ketiga, pengembangan desain busana yang lebih beragam dan sesuai dengan tren fashion terkini, serta pemahaman mendalam mengenai preferensi konsumen, akan meningkatkan daya saing produk tekstil serat daun nanas di pasar global. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat mendorong inovasi dan pengembangan industri tekstil serat daun nanas yang berkelanjutan, memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal, dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

Read online
File size513.51 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test