STISASABANGSTISASABANG

AL-ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu SosialAL-ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa broken home di Sekolah Dasar Negeri Riweuk serta dampak yang ditimbulkannya terhadap perkembangan belajar siswa. Latar belakang penelitian ini didasari oleh permasalahan rendahnya motivasi dan konsentrasi belajar akibat tekanan emosional yang dialami siswa dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang meliputi guru PAI, wali kelas, kepala sekolah, dan siswa broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat strategi utama yang diterapkan guru PAI, yaitu: (1) pendekatan personal untuk membangun kedekatan emosional dan rasa aman; (2) modifikasi metode pembelajaran melalui diskusi dan cerita inspiratif berbasis nilai keagamaan; (3) pemberian motivasi intrinsik dan ekstrinsik melalui pengaitan materi dengan tujuan hidup serta apresiasi; dan (4) kolaborasi dengan wali kelas dalam memantau perkembangan siswa. Strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, partisipasi kelas, serta kestabilan emosional siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru PAI sangat penting dalam memberikan dukungan spiritual dan emosional bagi siswa broken home untuk membangun fondasi pembelajaran yang lebih baik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar Negeri Riweuk berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dari keluarga broken home.Melalui pendekatan personal yang empatik, modifikasi metode pembelajaran yang interaktif, serta pemberian motivasi intrinsik dan ekstrinsik, guru PAI mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan bermakna bagi siswa.Dukungan emosional dan spiritual yang diberikan membantu siswa mengatasi tekanan psikologis, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi berbasis spiritual yang lebih terstruktur, seperti konseling kelompok dengan pendekatan keagamaan, dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa broken home. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif untuk membandingkan strategi guru PAI di berbagai sekolah dengan karakteristik sosio-ekonomi yang berbeda, guna mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi secara luas. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan guru PAI yang komprehensif, yang membekali mereka dengan keterampilan untuk mengidentifikasi, memahami, dan merespons kebutuhan emosional siswa broken home secara efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif dan memberikan dukungan yang lebih optimal bagi siswa yang berasal dari keluarga dengan tantangan sosial.

Read online
File size152.71 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test