ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian MasyarakatJoong-Ki : Jurnal Pengabdian MasyarakatKegiatan Proyek Profil Penguatan Pelajar Pancasila yang memfokuskan pada karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan proyek profil penguatan pelajaran pancasila dalam mewujudkan sekolah inklusif di SDN RANGKAH VI/168. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah SD Negeri RANGKAH VI/168. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi teknik dilakukan untuk menguji keabsahan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa SD Negeri RANGKAH VI/168 telah mengimplementasikan kegiatan proyek profil penguatan pelajaran pancasila. Implementasi perencanaan, kurikulum merdeka mencakup pelaksanaan, perencanaan evaluasi, pembelajaran telah disusun dengan baik seperti pembuatan modul ajar; pembuatan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif; pembuatan modul P5. Pelaksanaan pembelajaran telah berjalan dengan baik melalui kegiatan puncak tema dalam kegiatan penguatan proyek profil pelajar pancasila (P5). Evaluasi yang telah dilaksanakan seperti menganalisis hambatan-hambatan yang muncul dalam implementasi kurikulum merdeka, seperti kurangnya fasilitas dalam mengembangkan potensi anak yang beragam. Khususnya fasilitas pengembangan potensi bagi anak berkebutuhan khusus masih sangat minim, tidak adanya guru pendamping khusus anak berkebutuhan khusus sehingga menyulitkan guru kelas dalam mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus.
Hasil analisis menunjukkan bahwa di SDN Rangkah VI/168, pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) meliputi tiga tahap utama.Pada tahap perencanaan, sekolah telah merencanakan pembelajaran dengan baik, seperti pembuatan modul ajar, asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif, serta modul khusus untuk P5.Selama pelaksanaan, Kurikulum Merdeka telah berjalan dengan baik, dengan berbagai kegiatan puncak mata pelajaran tematik dalam proyek P5 memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi peserta didik.Tahap evaluasi dilaksanakan dengan menganalisis hambatan yang muncul selama implementasi, salah satunya adalah keterbatasan fasilitas dalam mengembangkan potensi anak yang beragam.Terutama bagi peserta didik berkebutuhan khusus, masih terdapat kendala berupa minimnya fasilitas pendukung serta belum tersedianya guru pendamping khusus.
Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar anak berkebutuhan khusus dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang optimal dan relevan dengan kebutuhan individual mereka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi kolaborasi yang efektif antara guru kelas, guru pendamping khusus, dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus. Kolaborasi yang kuat akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan anak. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak implementasi P5 terhadap peningkatan karakter dan keterampilan sosial peserta didik di sekolah inklusi. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas P5 dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan global. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Indonesia.
| File size | 325.71 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIFLORUNIFLOR Temuan ini memberikan arahan bagi reformasi kebijakan, pengembangan kepemimpinan, dan penciptaan kerangka perencanaan pendidikan inklusif. Kapasitas kepalaTemuan ini memberikan arahan bagi reformasi kebijakan, pengembangan kepemimpinan, dan penciptaan kerangka perencanaan pendidikan inklusif. Kapasitas kepala
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) analisis kebutuhan guru terhadap teknologi asistif digital, (2) pelaksanaan pelatihanMetode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) analisis kebutuhan guru terhadap teknologi asistif digital, (2) pelaksanaan pelatihan
SAINTISPUBSAINTISPUB Guru-guru di TK Pembina telah menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi dan kemampuan mengelola kelas secara efektif,Guru-guru di TK Pembina telah menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi dan kemampuan mengelola kelas secara efektif,
UMUM Validasi ahli materi dan ahli media menunjukan bahwa pengembangan media pembelajaran awetan serangga berbasis resin tergolong sangat layak dengan persentaseValidasi ahli materi dan ahli media menunjukan bahwa pengembangan media pembelajaran awetan serangga berbasis resin tergolong sangat layak dengan persentase
MARKANDEYABALIMARKANDEYABALI Akibatnya, siswa semakin tertarik untuk belajar membaca. Dengan adanya pendampingan yang tepat, keterampilan menulis anak kelas 1 dapat berkembang denganAkibatnya, siswa semakin tertarik untuk belajar membaca. Dengan adanya pendampingan yang tepat, keterampilan menulis anak kelas 1 dapat berkembang dengan
TEKNOKRATTEKNOKRAT Strategi komprehensif ini tidak hanya mempersiapkan siswa untuk tantangan karier masa depan, tetapi juga memberdayakan mereka untuk memanfaatkan teknologiStrategi komprehensif ini tidak hanya mempersiapkan siswa untuk tantangan karier masa depan, tetapi juga memberdayakan mereka untuk memanfaatkan teknologi
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Metode yang digunakan meliputi pemberian pembekalan dan sosialisasi kepada ibu RTSM, pemerintah setempat, dan anak usia sekolah mengenai pentingnya pendidikanMetode yang digunakan meliputi pemberian pembekalan dan sosialisasi kepada ibu RTSM, pemerintah setempat, dan anak usia sekolah mengenai pentingnya pendidikan
UNISSULAUNISSULA Berdasarkan hasil review jurnal penelitian bahwa manajemen epilepsi dengan gangguan kognitif dapat dilakukan rehabilitasi kognitif bukan untuk memulihkanBerdasarkan hasil review jurnal penelitian bahwa manajemen epilepsi dengan gangguan kognitif dapat dilakukan rehabilitasi kognitif bukan untuk memulihkan
Useful /
IUSIUS Tekanan hukum, perkembangan teknologi digital, serta kebijakan terbaru seperti UU Penyiaran 2024 dan KUHP revisi memperburuk situasi, menurunkan kepercayaanTekanan hukum, perkembangan teknologi digital, serta kebijakan terbaru seperti UU Penyiaran 2024 dan KUHP revisi memperburuk situasi, menurunkan kepercayaan
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman ilmu falak dalam menentukan jadwal ibadah melalui pendekatan edukatif berbasis teknologi dalam komunitasKegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman ilmu falak dalam menentukan jadwal ibadah melalui pendekatan edukatif berbasis teknologi dalam komunitas
UNISSULAUNISSULA Penelitian lanjutan menggunakan metode eksperimen menggunakan bahan alami di lingkungan sekitar untuk materi kimia yang lain perlu dilakukan agar siswaPenelitian lanjutan menggunakan metode eksperimen menggunakan bahan alami di lingkungan sekitar untuk materi kimia yang lain perlu dilakukan agar siswa
UNISSULAUNISSULA Hal ini menjadi kendala bagi mereka dalam mengikuti perkuliahan bahasa Arab terutama bagi lulusan sekolah umum seperti SMA dan SMK. Metode yang digunakanHal ini menjadi kendala bagi mereka dalam mengikuti perkuliahan bahasa Arab terutama bagi lulusan sekolah umum seperti SMA dan SMK. Metode yang digunakan