IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI

Comm-EduComm-Edu

Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan akses digital dan pendampingan teknis. Penelitian ini bertujuan merancang model pendampingan digitalisasi ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan jiwa wirausaha pemuda desa. Landasan teori mengacu pada teori inovasi Schumpeter, pendekatan kapabilitas Amartya Sen, dan Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1991). Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan melibatkan 100 pemuda sebagai responden survei, serta wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil menunjukkan bahwa intervensi pendampingan digital melalui pelatihan e-commerce, media sosial, dan mentoring teknis mampu meningkatkan sikap kewirausahaan, kapabilitas digital, serta niat berwirausaha pemuda secara signifikan. Pendampingan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap konteks lokal terbukti lebih efektif dibanding pelatihan konvensional. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa model pendampingan digital yang komprehensif dapat memperkuat karakter kewirausahaan pemuda desa dan menjadi strategi berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi kreatif pedesaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendampingan digitalisasi ekonomi kreatif yang bersifat holistik dan adaptif berhasil meningkatkan jiwa wirausaha pemuda di Desa Pagerwangi.Pendampingan yang menggabungkan pelatihan teknis, mentoring berkelanjutan, dan dukungan kelembagaan mampu meningkatkan kapabilitas digital, sikap positif terhadap kewirausahaan, serta motivasi untuk berwirausaha.Model yang dihasilkan tidak hanya relevan bagi konteks Pagerwangi, tetapi juga dapat direplikasi di desa lain dengan menyesuaikan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya setempat.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas model pendampingan digital di berbagai desa dengan karakteristik sosio-ekonomi yang berbeda untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dan tantangan yang spesifik. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat fokus pada pengembangan platform digital lokal yang terintegrasi dengan marketplace nasional dan internasional, serta menyediakan layanan pendukung seperti logistik dan pembayaran digital, untuk mempermudah akses pemuda desa ke pasar yang lebih luas. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan teknologi big data dalam memberikan rekomendasi personalisasi kepada pemuda terkait peluang bisnis, tren pasar, dan strategi pemasaran yang efektif, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk dan layanan ekonomi kreatif mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan kebijakan dan program pemberdayaan pemuda desa yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

  1. Digital Technologies as External Enablers of New Venture Creation in the IT Hardware Sector - Frederik... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1042258717732779Digital Technologies as External Enablers of New Venture Creation in the IT Hardware Sector Frederik journals sagepub doi 10 1177 1042258717732779
Read online
File size329.48 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test