UnnasUnnas

JURNAL MEDIA ADMINISTRASIJURNAL MEDIA ADMINISTRASI

Perkawinan anak dianggap sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan pelanggaran hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja pemerintah dalam menangani pernikahan anak di Kabupaten Grobogan, faktor determinasi pernikahan anak, serta dinamika kehidupan rumah tangga pasca 2‑3 tahun pernikahan anak. Metode kualitatif dengan wawancara dan observasi menunjukkan bahwa pelayanan pernikahan anak telah terstruktur, determinasi ditopang dorongan kuat dari calon pengantin dan dukungan restu orang tua, dan pasca 2‑3 tahun pernikahan belum muncul konflik keluarga yang serius.

Penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pernikahan anak di Kabupaten Grobogan sudah terstruktur dan berjenjang, determinasi pernikahan anak timbul dari keinginan kuat calon pengantin dan dukungan otoritas keluarga, serta pasca 2‑3 tahun pernikahan anak tidak menimbulkan konflik keluarga serius.Kesimpulan ini menegaskan pentingnya peran lembaga pemerintah dan keluarga dalam mengawasi dan mendukung pernikahan anak agar terjadi secara aman dan terkontrol.Kerangka kerja tersebut dapat dijadikan pedoman bagi kebijakan perlindungan anak di wilayah lain.

Penelitian lanjutan dapat meneliti dampak jangka menengah hingga jangka panjang dari pernikahan anak terhadap kesehatan mental remaja, serta mengeksplorasi peran program pendidikan seks di sekolah dasar sebagai intervensi preventif. Selanjutnya, studi komparatif antara kabupaten dengan tingkat pernikahan anak yang tinggi dan rendah dapat mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas kebijakan pemerintah. Terakhir, penelitian longitudinal dapat mengukur efektivitas kolaborasi lintas sektor (pemerintah desa, KUA, puskesmas, dan lembaga swadaya) dalam menurunkan angka pernikahan anak dan mencegah konflik keluarga pasca pernikahan.

Read online
File size111.92 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test