RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM

International Journal of Ethno-Sciences and Education ResearchInternational Journal of Ethno-Sciences and Education Research

Bahasa merupakan alat interaksi sosial atau komunikasi karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Manusia mulai berbicara sejak lahir, meskipun hanya dalam bentuk suara-suara yang samar atau tidak jelas, tetapi tetap dalam bentuk tanda atau simbol yang memancarkan suara, oleh karena itu disebut ujaran bayi. Anak-anak pertama kali belajar bahasa dengan berbicara ejaan sederhana hingga mereka dapat berbicara dengan baik, yang disebut bahasa ibu atau bahasa pertama. Secara umum, orang tua seringkali tidak memiliki cara yang baik untuk mengendalikan dalam proses membimbing anak-anak mereka agar dapat berbicara dan berbicara, sehingga membuat anak-anak mudah menutup diri dan kesulitan berkomunikasi dengan pembicara. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui pemerolehan bahasa anak usia dini pada tingkat fonologis, semantik, dan sintaksis melalui penelitian psikolinguistik menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang mendasari pemerolehan bahasa: Beberapa hipotesis, seperti 1) hipotesis kesadaran, 2) hipotesis tabularasa, 3) hipotesis universalitas kognitif. Apakah seorang anak pandai berbahasa, memunculkan pertanyaan tentang seberapa penting peran orang tua dalam perkembangan anak, dan bagaimana hal itu dapat dikendalikan untuk meminimalkan masalah bahasa yang dihadapi anak-anak.

Pemerolehan bahasa pertama terjadi di awal kehidupan seseorang.Pemerolehan bahasa pertama anak sangat dipengaruhi oleh keluarganya.Jika nilai sosio-kultural didasarkan pada bahasa, maka nilai tersebut akan tertanam dalam alam bawah sadar.Bahasa pertama berhubungan dengan pemerolehan bahasa, sedangkan bahasa kedua berhubungan dengan pembelajaran bahasa.Seiring berjalannya waktu dan anak tumbuh, anak akan belajar bahasa lain selain yang diajarkan oleh ibunya, baik itu bahasa kedua, ketiga, atau seterusnya, tergantung pada lingkungan sosial anak dan tingkat kognitifnya selama proses pembelajaran.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemerolehan bahasa terjadi di otak anak saat mereka mempelajari bahasa ibu mereka.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh metode pengajaran bahasa yang berbeda terhadap kemampuan berbicara anak-anak di PAUD, dengan fokus pada efektivitas pendekatan berbasis permainan dan interaksi sosial. Kedua, penting untuk menyelidiki peran orang tua dalam mendukung perkembangan bahasa anak di rumah, termasuk identifikasi strategi komunikasi yang efektif dan bagaimana menciptakan lingkungan yang merangsang perkembangan bahasa. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan bahasa anak usia dini, yang mencakup aspek fonologi, semantik, dan sintaksis, serta mempertimbangkan faktor-faktor budaya dan sosial yang dapat memengaruhi perkembangan bahasa.

Read online
File size144.55 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test