BALELITERASIBALELITERASI
Journal of Educational StudiesJournal of Educational StudiesKurikulum 2013 merupakan kurikulum nasional yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan mempersiapkan siswa untuk memiliki keterampilan belajar yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi kepada kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat beberapa kesulitan seperti materi dan tugas yang tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain itu, kurikulum ini masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih menekankan pada menghafal materi. Dengan demikian, proses berpikir siswa masih berada pada tingkatan C1 (mengingat), pemahaman (C2), dan C3 (aplikasi). Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan penerapan pembelajaran PBL (Problem Based Learning) berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam mata pelajaran Bahasa Inggris dengan teks prosedur di kelas XI TKJ di SMKN 1 Kikim Tengah, dan (2) menemukan peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris dengan materi teks prosedur di kelas XI TKJ di SMKN 1 Kikim Tengah menggunakan model HOTS (Higher Order Thinking Skills) oriented PBL (Problem Based Learning). Media pembelajaran yang digunakan adalah laptop, proyektor LCD, video, power point, sedangkan alat yang digunakan adalah Alat Trainer Sistem Pengereman Konvensional dengan teknik pengumpulan data menggunakan model Problem BASED Learning.
Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.1) Pembelajaran sistem pengereman konvensional dengan model Problem Based Learning layak menjadi praktik pembelajaran HOTS karena dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mentransfer pengetahuan, berpikir kritis, dan memecahkan masalah.2) Dengan mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan hati-hati, pembelajaran sistem pengereman konvensional dengan model Problem Based Learning yang diterapkan tidak hanya berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan keterampilan abad ke-21.
Berdasarkan latar belakang paper yang menyoroti tantangan dalam implementasi Kurikulum 2013 dan perlunya peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada siswa, serta hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berorientasi HOTS, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menginvestigasi secara lebih mendalam pengaruh penerapan model PBL berorientasi HOTS terhadap motivasi belajar siswa, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaya belajar dan tingkat pemahaman materi. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam menerapkan model PBL berorientasi HOTS, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya, sehingga dapat menghasilkan panduan praktis bagi guru lain. Ketiga, penelitian tindakan kelas (PTK) dapat dilakukan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas model PBL berorientasi HOTS yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan konteks sekolah tertentu, dengan melibatkan guru sebagai peneliti dan siswa sebagai partisipan aktif. Ketiga saran ini saling melengkapi dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model pembelajaran yang efektif dan relevan dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.
- The Effect of Metacognitive Ability on Learning Outcomes of Geography Education Students | Indonesian... doi.org/10.23917/ijolae.v2i2.9257The Effect of Metacognitive Ability on Learning Outcomes of Geography Education Students Indonesian doi 10 23917 ijolae v2i2 9257
- Berpikir HOTS Pada Metode Pembelajaran Problem Based Learning IPS | Jurnal Penelitian dan Pendidikan... doi.org/10.21067/jppi.v13i2.4743Berpikir HOTS Pada Metode Pembelajaran Problem Based Learning IPS Jurnal Penelitian dan Pendidikan doi 10 21067 jppi v13i2 4743
- Pengaruh Model Pembelajaran Pbl Berbantu Question Card Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa... doi.org/10.22437/edumatica.v10i01.7683Pengaruh Model Pembelajaran Pbl Berbantu Question Card Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa doi 10 22437 edumatica v10i01 7683
- Improving Higher Order Thinking Skills (HOTS) with Project Based Learning (PjBL) Model Assisted by Geogebra... doi.org/10.1088/1742-6596/1467/1/012027Improving Higher Order Thinking Skills HOTS with Project Based Learning PjBL Model Assisted by Geogebra doi 10 1088 1742 6596 1467 1 012027
| File size | 223.04 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINGAWIIAINGAWI Model PBL meningkatkan keterlibatan siswa, pengembangan kemampuan berpikir kritis, dan kerja kolaboratif. Keefektifan ini menandakan bahwa pendekatan berpusatModel PBL meningkatkan keterlibatan siswa, pengembangan kemampuan berpikir kritis, dan kerja kolaboratif. Keefektifan ini menandakan bahwa pendekatan berpusat
UMKUMK Siswa cenderung mengalami hambatan dalam menafsirkan konteks soal dan mengaitkannya dengan konsep matematika yang tepat, sehingga berdampak pada rendahnyaSiswa cenderung mengalami hambatan dalam menafsirkan konteks soal dan mengaitkannya dengan konsep matematika yang tepat, sehingga berdampak pada rendahnya
UMKUMK Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berhitung setelah intervensi, baik pada kelompok guru maupun siswa. HalHasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berhitung setelah intervensi, baik pada kelompok guru maupun siswa. Hal
UMKUMK Penguasaan numerasi dasar siswa khususnya operasi pembagian masih lemah dan berkorelasi dengan rendahnya keterlibatan serta capaian belajar. Dukungan institusionalPenguasaan numerasi dasar siswa khususnya operasi pembagian masih lemah dan berkorelasi dengan rendahnya keterlibatan serta capaian belajar. Dukungan institusional
UMKUMK Data yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial. Kemudian dianalisis dengan teknis statistika yaitu menggunakan uji T. SetelahData yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial. Kemudian dianalisis dengan teknis statistika yaitu menggunakan uji T. Setelah
UNDWIUNDWI Populasi penelitian adalah peserta didik SD kelas V di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2024/2025 yang terdiri atas 7 kelas dengan jumlah populasiPopulasi penelitian adalah peserta didik SD kelas V di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2024/2025 yang terdiri atas 7 kelas dengan jumlah populasi
UNESAUNESA Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan 81 responden yang menggunakan riasan pengantin Sunda Siger berkerudung. Hasil penelitian menunjukkan bahwaJenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan 81 responden yang menggunakan riasan pengantin Sunda Siger berkerudung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Hasil belajar siswa meningkat pada setiap siklus penelitian. siklus I mencapai 73,33 % dan belum mencapai indikator keberhasilan klasik, sedangkan siklusHasil belajar siswa meningkat pada setiap siklus penelitian. siklus I mencapai 73,33 % dan belum mencapai indikator keberhasilan klasik, sedangkan siklus
Useful /
WYMWYM Teknik pengambilan sampel yang diterapkan peneliti ialah teknik purposive sampling menggunakan data sekunder. Kemudian, data dianalisis melalui analisisTeknik pengambilan sampel yang diterapkan peneliti ialah teknik purposive sampling menggunakan data sekunder. Kemudian, data dianalisis melalui analisis
UMKUMK Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan model-model pembelajaran inovatif, salah satunya model Problem Based Learning (PBL). Penelitian TindakanUpaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan model-model pembelajaran inovatif, salah satunya model Problem Based Learning (PBL). Penelitian Tindakan
BALELITERASIBALELITERASI Dengan menawarkan analisis komprehensif dan berdasarkan bukti, artikel ini berkontribusi pada wacana akademik tentang pariwisata dan memberikan wawasanDengan menawarkan analisis komprehensif dan berdasarkan bukti, artikel ini berkontribusi pada wacana akademik tentang pariwisata dan memberikan wawasan
BALELITERASIBALELITERASI Metode penelitian melibatkan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Responden melibatkan pendidik dariMetode penelitian melibatkan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Responden melibatkan pendidik dari