UMKUMK

Mimbar PGSD FlobamorataMimbar PGSD Flobamorata

Penelitian ini menganalisis kompetensi Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru sekolah dasar dalam pembelajaran matematika perspektif numerasi di daerah 3T, khususnya Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas guru mengajar di luar bidang keahliannya dan belum tersertifikasi, pembelajaran didominasi pendekatan prosedural dan metode ceramah repetitif, rendahnya kepercayaan diri guru membatasi respons adaptif terhadap kesulitan belajar siswa, serta lemahnya dukungan institusional sekolah memperparah kondisi tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan PCK guru secara kontekstual dan berkelanjutan merupakan strategi kunci peningkatan kualitas numerasi di wilayah 3T, dengan implikasi penting bagi kebijakan pemerataan guru berkualifikasi dan pengembangan profesional berbasis komunitas.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi PCK guru sekolah dasar dalam pembelajaran matematika perspektif numerasi di Kabupaten Teluk Wondama masih tergolong rendah.Mayoritas guru mengajar di luar bidang keahliannya dan belum tersertifikasi, yang berdampak pada lemahnya penguasaan konten dan pedagogi matematika.Praktik pembelajaran didominasi metode ceramah dan pendekatan prosedural tanpa konteks yang bermakna.Rendahnya kepercayaan diri guru membatasi kemampuan adaptif dalam menangani kesulitan belajar siswa.Penguasaan numerasi dasar siswa khususnya operasi pembagian masih lemah dan berkorelasi dengan rendahnya keterlibatan serta capaian belajar.Dukungan institusional sekolah yang terbatas, termasuk minimnya pelatihan profesional dan belum optimalnya peran KKG, memperparah seluruh kondisi tersebut.Secara teoretis, penelitian ini memperkuat posisi PCK sebagai kerangka kunci dalam memahami kualitas pembelajaran numerasi di sekolah dasar, khususnya di wilayah 3T.Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan perlunya program pengembangan profesional guru yang terarah dan kontekstual.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi di daerah 3T, diperlukan pendekatan kontekstual dan berkelanjutan dalam penguatan PCK guru. Pemerintah daerah perlu memetakan guru out-of-field dan memprioritaskan penugasan ulang sesuai kompetensi akademik, disertai percepatan program sertifikasi pendidik berbasis kebutuhan daerah 3T. Dinas Pendidikan perlu merancang program pelatihan matematika intensif yang berfokus pada pemahaman konsep numerasi kontekstual, dengan pendekatan in-service training yang berkelanjutan dan terukur secara outcome. KKG perlu direstrukturisasi menjadi komunitas belajar profesional yang terjadwal dan terfokus pada diskusi pedagogi matematika, berbagi strategi pembelajaran, dan analisis kesulitan siswa secara kolaboratif. Sekolah perlu menyediakan alat peraga matematika konkret berbasis bahan lokal yang mudah diakses guru kelas III. Perguruan tinggi setempat perlu dilibatkan dalam program pendampingan guru matematika di sekolah dasar wilayah 3T melalui skema kemitraan dengan pemerintah daerah.

  1. Learning to use Functions | Proceedings of the 50th ACM Technical Symposium on Computer Science Education.... dl.acm.org/doi/10.1145/3287324.3287377Learning to use Functions Proceedings of the 50th ACM Technical Symposium on Computer Science Education dl acm doi 10 1145 3287324 3287377
  2. The Effect of Student–Teacher Relationships on Students’ Math Motivation Across EU Countries... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1932202X231218048The Effect of StudentAeTeacher Relationships on StudentsAo Math Motivation Across EU Countries journals sagepub doi 10 1177 1932202X231218048
Read online
File size385.72 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test