COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL
CompTech : Jurnal Ilmu Komputer dan TeknologiCompTech : Jurnal Ilmu Komputer dan TeknologiPendidikan karakter di Indonesia menjadi fokus utama, khususnya di tingkat pendidikan dasar. Pembentukan sikap dan adab dalam interaksi sosial sangat penting ditanamkan sejak dini agar anak tumbuh menjadi individu berbudi pekerti. Meskipun penanaman nilai moral menjadi fokus utama, implementasinya di sekolah dasar menghadapi tantangan, seperti rendahnya efektivitas metode pembelajaran yang masih didominasi teori. Seiring perkembangan zaman, board game edukatif dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan merangsang kemampuan berpikir kritis, bekerjasama, serta memecahkan masalah. Oleh karena itu, penulis merancang board game edukatif “BAIQ yang diharapkan efektif menanamkan sikap dan adab dalam interaksi sosial pada siswa sekolah dasar.
Board Game edukatif “BAIQ berhasil menghadirkan media pembelajaran interaktif dan menyenangkan untuk menanamkan nilai sikap dan adab dalam interaksi sosial.Permainan ini dirancang sebagai solusi atas kebutuhan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan dekat dengan keseharian siswa sekolah dasar.Pendekatan yang digunakan terbukti mampu menarik minat anak untuk belajar melalui permainan, sekaligus memperkuat pemahaman mereka mengenai pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menguji efektivitas Board Game “BAIQ pada skala yang lebih besar, melibatkan berbagai sekolah dasar dengan latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda untuk mengukur generalisasi dampaknya. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan variasi konten dan mekanisme permainan untuk mengakomodasi kebutuhan dan minat siswa dengan gaya belajar yang berbeda, misalnya dengan menambahkan elemen gamifikasi atau cerita naratif yang lebih kuat. Terakhir, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi potensi integrasi Board Game “BAIQ dengan platform pembelajaran digital, seperti aplikasi mobile atau website, untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan aksesibilitasnya bagi lebih banyak siswa dan pendidik, sehingga memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel dan personalisasi.
| File size | 664.34 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Untuk pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi dan wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil penelitian ini menunjukkanUntuk pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi dan wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil penelitian ini menunjukkan
JOURNALSJOURNALS Akibatnya, kelompok Ankubas tidak hanya berhasil secara internal tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar berupa pemberdayaan ekonomi,Akibatnya, kelompok Ankubas tidak hanya berhasil secara internal tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar berupa pemberdayaan ekonomi,
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Faktor internal seperti minat baca, penguasaan kosakata, dan strategi belajar serta faktor eksternal seperti metode pengajaran guru dan lingkungan keluargaFaktor internal seperti minat baca, penguasaan kosakata, dan strategi belajar serta faktor eksternal seperti metode pengajaran guru dan lingkungan keluarga
UBUB Hasil akhir yang ditransfer ke mitra yakni busy board dan busy book yang memiliki alur cerita dan desain latar yang sesuai dengan pendekatan sentra sebagaiHasil akhir yang ditransfer ke mitra yakni busy board dan busy book yang memiliki alur cerita dan desain latar yang sesuai dengan pendekatan sentra sebagai
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik sebagai berikut: observasi, dokumentasi, dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. AdaPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik sebagai berikut: observasi, dokumentasi, dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Ada
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Pendidikan karakter adalah upaya sistematis untuk memberi siswa pemahaman tentang nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri,Pendidikan karakter adalah upaya sistematis untuk memberi siswa pemahaman tentang nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri,
STAI TBHSTAI TBH Sehingga hal itu mendukung siswa dan siswi dalam belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki melalui kegiatan-kegiatan di madrasah. Strategi dalamSehingga hal itu mendukung siswa dan siswi dalam belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki melalui kegiatan-kegiatan di madrasah. Strategi dalam
UINSIUINSI Implementasi nilai agama dan moral dilakukan melalui pembiasaan, sementara perkembangan kognitif didukung dengan berbagai media pembelajaran.meskipun demikian,Implementasi nilai agama dan moral dilakukan melalui pembiasaan, sementara perkembangan kognitif didukung dengan berbagai media pembelajaran.meskipun demikian,
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Latar Belakang: Penilaian awal pasien dengan trauma kepala merupakan hal yang berpengaruh pada penatalaksanaan pasien dengan trauma kepala. GCS dikembangkanLatar Belakang: Penilaian awal pasien dengan trauma kepala merupakan hal yang berpengaruh pada penatalaksanaan pasien dengan trauma kepala. GCS dikembangkan
STAI TBHSTAI TBH Teori ini menekankan pentingnya observasi, peniruan, dan pemodelan dalam proses belajar seseorang. Bandura mengajukan bahwa orang dapat belajar melaluiTeori ini menekankan pentingnya observasi, peniruan, dan pemodelan dalam proses belajar seseorang. Bandura mengajukan bahwa orang dapat belajar melalui
STAI TBHSTAI TBH Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar fokus pada pengembangan dan penerapan metode pembelajaran yang lebih bervariasi serta adaptif terhadap kebutuhanUntuk penelitian selanjutnya, disarankan agar fokus pada pengembangan dan penerapan metode pembelajaran yang lebih bervariasi serta adaptif terhadap kebutuhan
UNDIPUNDIP Hasil: FNs melaporkan tingkat kepuasan kerja rata‑rata 3,37 (antara tinggi dan sedang), dengan domain profesionalautonomi, lingkungan kerja, dan penugasanHasil: FNs melaporkan tingkat kepuasan kerja rata‑rata 3,37 (antara tinggi dan sedang), dengan domain profesionalautonomi, lingkungan kerja, dan penugasan