UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi antarbudaya di lingkungan Kelompok Belajar (KB) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta mengetahui apa saja faktor-faktor yang menghambatnya. Lokasi penelitian ini di Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, merupakan tempat yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan dengan latar belakang budaya yang berbeda. Dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Tujuannya untuk memaparkan fakta yang telah ditemukan secara sistematis, aktual dan faktual, yang memandang bahwa hanya peneliti yang benar-benar bebas dan berbeda di luar lingkungan sasaran penelitian, dan menghasilkan kesimpulan yang obyektif. Penelitian ini berfokus mengenai bagaimana proses komunikasi dan apa saja faktor hambatan komunikasi yang ada di lingkungan PAUD. Hasil penelitian dalam proses komunikasi antarbudaya yang terjadi di lingkungan Kelompok Belajar Pendidikan Anak Usia Dini (KB PAUD) An Nur adalah: 1. Komunikasi yang dilakukan biasanya melalui tahap adaptasi dulu. Jika komunikasi mengalami hambatan atau buntu karena perbedaan bahasa, mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai jembatan pemersatu sehingga komunikasi bisa lebih efektif dan pesan yang disampaikan sesuai yang diinginkan. 2. Murid-murid KB PAUD An Nur dalam interaksinya dengan teman sebaya menggunakan bahasa campuran Sunda dan Cirebon. 3. Guru yang mengajar di KB PAUD An Nur saat mengajar di kelas menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pelajaran. Tapi saat berinteraksi informal mengikuti gaya bahasa anak-anak didiknya, bahasa Sunda dan bahasa Cirebon. 4. Komunikasi yang terjadi lingkungan KB PAUD An Nur, seperti juga secara umum di Desa Beber, Kecamatan Beber mengalami percampuran (akulturasi) budaya Jawa Cirebon dan Sunda Kuningan sehingga penggunaan bahasanya unik . 5. Berbaurnya bahasa dan budaya dalam lingkungan pendidikan menjadikan salah satu kekayaan dalam khasanah budaya di Indonesia, terutama dalam pembangunan masyarakat berbasis pendidikan Islam.

Hasil penelitian dalam proses komunikasi antarbudaya yang terjadi di lingkungan Kelompok Belajar Pendidikan Anak Usia Dini (KB PAUD) An Nur adalah komunikasi dilakukan melalui tahap adaptasi, penggunaan bahasa Indonesia sebagai jembatan ketika ada hambatan bahasa, murid-murid menggunakan bahasa campuran Sunda dan Cirebon, guru menggunakan bahasa Indonesia saat mengajar dan bahasa lokal saat berinteraksi informal, serta adanya percampuran budaya Jawa Cirebon dan Sunda Kuningan.Berbaurnya bahasa dan budaya ini menjadi kekayaan budaya di Indonesia, terutama dalam pembangunan masyarakat berbasis pendidikan Islam.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengayaan pengetahuan dan memaknai perbedaan budaya sebagai hal yang niscaya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah pertama, meneliti lebih dalam mengenai strategi adaptasi bahasa yang digunakan oleh anak-anak usia dini dalam berkomunikasi dengan teman sebaya dari latar belakang budaya yang berbeda, untuk memahami bagaimana proses natural adaptasi bahasa tersebut terjadi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran guru dalam memfasilitasi komunikasi antarbudaya di lingkungan PAUD, termasuk metode pembelajaran yang digunakan untuk memperkenalkan dan menghargai keberagaman budaya. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak akulturasi bahasa dan budaya terhadap perkembangan identitas sosial dan budaya anak-anak usia dini, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada pembentukan karakter yang inklusif dan toleran. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika komunikasi antarbudaya di lingkungan pendidikan anak usia dini, serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan konteks keberagaman budaya di Indonesia.

Read online
File size324.95 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test