UBHUBH

Abstract of Undergraduate Research, Faculty of Humanities, Bung Hatta UniversityAbstract of Undergraduate Research, Faculty of Humanities, Bung Hatta University

Setiap manusia perlu berkomunikasi atau bertindak tutur untuk menyampaikan sesuatu pada orang lain. Bentuk tindak tutur ada 3 jenis yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Dalam bertindak tutur juga, manusia seringkali mengucapkan kalimat. Salah satunya berupa kalimat imperatif. Kalimat imperatif ada 2 jenis yaitu imperatif langsung dan tidak langsung. Kalimat imperatif langsung adalah kalimat yang berisi perintah. Sedangkan, kalimat imperatif tidak langsung adalah pernyataan bukan perintah, misalnya nasehat, izin, ancaman, keinginan, pernyataan tanpa lawan bicara, dan kutukan. Kalimat imperatif tidak langsung banyak ditemukan dalam percakapan sehari-hari, contohnya dalam drama Jepang berjudul Rich Man Poor Woman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menjelaskan bentuk tindak tutur dan makna kalimat imperatif tidak langsung dalam percakapan sehari-hari pada drama Rich Man Poor Woman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengamati secara mendalam aktivitas orang-orang yang ada pada tempat tertentu. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori tindak tutur oleh Austin dan Mizuki. Berdasarkan hasil analisis penelitian, bentuk tindak tutur yang ditemukan berjumlah 20 data, dan yang paling banyak mendominasi adalah tindak tutur ilokusi karena dalam kalimat imperatif tidak langsung banyak ucapan yang mengharapkan mitra tutur untuk melakukan sesuatu. Sedangkan, makna imperatif tidak langsung yang ditemukan berjumlah 20 makna, dan yang paling mendominasi adalah nasehat atau saran.

Berdasarkan hasil penelitian, bentuk tindak tutur yang paling banyak ditemukan adalah bentuk tindak tutur ilokusi karena dalam kalimat imperatif tidak langsung banyak ucapan yang mengharapkan petutur untuk melakukan sesuatu.Selain itu, makna kalimat imperatif tidak langsung yang paling mendominasi adalah nasehat atau saran.Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami lebih lanjut mengenai bentuk dan makna tindak tutur imperatif tidak langsung dalam konteks percakapan sehari-hari, khususnya dalam drama Jepang.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi fungsi tindak tutur imperatif langsung, yang dapat memperkaya pemahaman mengenai variasi penggunaan kalimat imperatif dalam bahasa Jepang. Selain itu, sumber data penelitian dapat diperluas dengan memanfaatkan komik Jepang, film Jepang, koran Jepang, atau majalah Jepang untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas. Lebih lanjut, penelitian dapat difokuskan pada analisis perbedaan penggunaan kalimat imperatif tidak langsung berdasarkan konteks sosial dan hubungan antara penutur dan petutur, yang akan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana kesantunan dan norma sosial memengaruhi pemilihan bentuk bahasa. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini akan berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang pragmatik bahasa Jepang dan implikasinya dalam komunikasi sehari-hari.

Read online
File size877.15 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test