UNIDA ACEHUNIDA ACEH

Jurnal Ilmu KomunikasiJurnal Ilmu Komunikasi

Komunikasi nonverbal melalui simbol memegang peran penting dalam operasional kapal penumpang, termasuk KMP BRR. Simbol-simbol ini digunakan untuk menyampaikan informasi kepada penumpang dalam berbagai situasi, seperti saat persiapan keberangkatan, selama pelayaran, hingga proses sandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas simbol-simbol komunikasi yang digunakan di kapal serta memahami sejauh mana simbol-simbol tersebut dipahami oleh penumpang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan enam informan, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif dari Matthew B. Miles dan Michael Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal di KMP BRR masih belum optimal. Beberapa penumpang mengalami kesulitan dalam memahami simbol-simbol komunikasi yang digunakan, seperti tanda-tanda visual, gestur awak kapal, serta kode berbasis lampu, sirene, dan bendera. Simbol-simbol tersebut belum sepenuhnya efektif karena kurangnya pemahaman di kalangan penumpang dan minimnya sosialisasi mengenai makna simbol. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dalam sistem komunikasi nonverbal di kapal, termasuk penguatan sosialisasi, penyempurnaan simbol, serta penggunaan media pendukung lainnya agar pesan dapat tersampaikan dengan lebih jelas dan efektif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi nonverbal dan interaksi simbolik di Kapal KMP BRR, termasuk penggunaan simbol seperti lampu, sirene, dan bendera, masih belum efektif karena kurangnya pemahaman penumpang dan minimnya sosialisasi.Hal ini diperparah oleh desain simbol yang kurang intuitif dan tidak dilengkapi penjelasan memadai, menyebabkan informasi penting tidak tersampaikan secara akurat dan berdampak pada keselamatan serta kenyamanan pelayaran.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi bagi penumpang, perbaikan desain simbol, dan penguatan komunikasi langsung dari kru, serta pemanfaatan media digital untuk meningkatkan efektivitas penyampaian pesan.

Mengingat tantangan yang dihadapi KMP BRR dalam menyampaikan informasi melalui simbol komunikasi nonverbal, penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk mengembangkan solusi yang lebih efektif. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi eksperimental guna menguji dampak langsung dari program sosialisasi yang lebih intensif dan perbaikan desain simbol komunikasi visual yang telah diusulkan. Penelitian ini bisa mengevaluasi seberapa signifikan peningkatan pemahaman penumpang setelah terpapar materi edukasi baru atau setelah simbol-simbol di kapal diperbarui dengan tampilan yang lebih intuitif dan dilengkapi penjelasan. Pendekatan ini dapat membantu mengidentifikasi metode sosialisasi dan jenis desain simbol yang paling efektif untuk audiens penumpang yang beragam. Kedua, penting untuk menggali lebih dalam faktor-faktor demografi dan psikografis penumpang yang memengaruhi pemahaman mereka terhadap simbol. Misalnya, penelitian dapat meneliti perbedaan interpretasi antara penumpang yang sering bepergian dengan yang baru pertama kali, atau bagaimana usia dan tingkat literasi visual memengaruhi kemampuan mereka dalam menguraikan makna simbol maritim. Pemahaman ini akan memungkinkan pengembangan strategi komunikasi yang lebih targetted. Terakhir, dengan mempertimbangkan kemajuan teknologi, studi selanjutnya dapat mengeksplorasi potensi dan efektivitas integrasi teknologi digital, seperti penggunaan layar informasi interaktif di area publik kapal atau aplikasi seluler yang menyajikan panduan simbol, sebagai pelengkap atau bahkan pengganti simbol nonverbal tradisional. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi dapat menjembatani kesenjangan komunikasi dan meningkatkan pengalaman serta keselamatan penumpang secara keseluruhan.

Read online
File size260.49 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test