UNIBUNIB

Journal of Applied Linguistics and LiteratureJournal of Applied Linguistics and Literature

Menciptakan Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), dengan mottonya, satu visi, satu identitas, dan satu komunitas, memegang peranan penting dalam menyatukan negara-negara di Asia Tenggara. Dengan ini, ada kebutuhan untuk mencapai branding yang bersatu. Lerman, Morais, dan Luna (2018) menjelaskan pentingnya memahami hubungan antara bahasa dan budaya, yang membantu dalam menciptakan bahasa merek yang mencerminkan budaya dari pelanggan sasaran mereka. Dengan penelitian ini, pengiklan merek dapat belajar tentang pentingnya branding bahasa dan perbedaan dalam bahasa yang digunakan untuk mencapai branding ASEAN yang bersatu. Dalam memahami branding ASEAN, Teori Gaya Bahasa Grey digunakan dalam slogan pariwisata pra-pandemi dan pasca-pandemi, dengan fokus pada fitur sintaksis dan leksikal menggunakan teori Struktur Kalimat oleh Chomsky. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar bentuk sintaksis slogan pasca-pandemi telah berubah dari frasa menjadi kalimat. Hal ini juga mengungkapkan bahwa sebagian besar slogan pasca-pandemi menggunakan kalimat pendek dan bahasa sederhana, gaul, dan imperatif dalam fitur sintaksisnya. Sebagian besar slogan pariwisata pasca-pandemi dimodifikasi untuk fitur leksikalnya untuk menggunakan kosa kata sederhana, glamorisasi, dan repetisi. Selain itu, slogan pasca-pandemi menyarankan branding pariwisata ASEAN yang lebih antusias yang berpusat pada gairah, keajaiban, dan cinta.

Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar bentuk sintaksis slogan pasca-pandemi telah bergeser dari frasa menjadi kalimat.Hal ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar slogan pasca-pandemi menggunakan kalimat pendek dan bahasa sederhana, gaul, dan imperatif dalam fitur sintaksisnya.Untuk fitur leksikal, sebagian besar slogan pariwisata pasca-pandemi telah bergeser ke kosa kata sederhana, glamorisasi, dan repetisi.Selain itu, slogan pasca-pandemi menyarankan branding pariwisata ASEAN yang lebih antusias yang berpusat pada gairah, keajaiban, dan cinta.Melalui branding baru ini, ASEAN akan terus memasarkan Asia Tenggara sebagai destinasi tunggal dan meningkatkan kesadaran akan keragaman penawaran di wilayah tersebut yang dapat ditemukan kembali ketika perbatasan dibuka kembali di seluruh dunia.

Saran penelitian lanjutan yang baru adalah menganalisis lebih lanjut pentingnya bahasa dalam mencapai branding yang bersatu. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana bahasa dapat digunakan untuk menyatukan visi, identitas, dan komunitas ASEAN. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi branding negara-negara ASEAN yang berbeda dan bagaimana mereka menggunakan bahasa untuk mempromosikan pariwisata mereka. Dengan memahami perbedaan budaya dan bahasa, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana bahasa dapat digunakan untuk menciptakan branding yang kuat dan menarik bagi wisatawan.

  1. THE IMPORTANCE OF ADVERTISING SLOGANS AND THEIR PROPER DESIGNING IN BRAND EQUITY. importance advertising... doi.org/10.33844/ijol.2013.60321THE IMPORTANCE OF ADVERTISING SLOGANS AND THEIR PROPER DESIGNING IN BRAND EQUITY importance advertising doi 10 33844 ijol 2013 60321
  2. Journal of Applied Linguistics and Literature. asean branding exploring language styles tourism slogans... ejournal.unib.ac.id/joall/article/view/34802Journal of Applied Linguistics and Literature asean branding exploring language styles tourism slogans ejournal unib ac joall article view 34802
Read online
File size408.91 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test