UBHUBH
Abstract of Undergraduate Research, Faculty of Humanities, Bung Hatta UniversityAbstract of Undergraduate Research, Faculty of Humanities, Bung Hatta UniversityPenggunaan gaya bahasa kiasan merupakan hal yang sangat penting dalam mengiklankan suatu produk, sehingga produk tersebut menarik bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan atau menjelaskan jabaran macam-macam, serta bentuk penggunaan gaya bahasa kiasan yang ditemukan dalam bahasa iklan di majalah Steady Fashion. Objek penelitian ini adalah gaya bahasa kiasan yang terdapat dalam iklan di majalah Steady Fashion Edisi April 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa dalam bahasa iklan di majalah Steady Fashion Edisi April 2013, terdapat 23 data gaya bahasa kiasan, meliputi simile, metafora, fabel, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, satire, inuendo, antifrasis, dan paronomasia.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 23 data gaya bahasa kiasan yang ditemukan dalam majalah Steady Fashion Edisi April 2013, gaya bahasa kiasan personifikasi paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak tiga data.Selain itu, bahasa iklan dalam penelitian ini didominasi oleh iklan penawaran produk, dengan jumlah 21 data, dan iklan penawaran jasa sebanyak 2 data.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya untuk memperdalam pemahaman mengenai penggunaan gaya bahasa kiasan dalam bahasa Jepang.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis perbandingan penggunaan gaya bahasa kiasan dalam iklan majalah Steady Fashion dengan majalah fashion lainnya untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan strategi bahasa yang digunakan. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai efektivitas penggunaan gaya bahasa kiasan tertentu dalam menarik perhatian konsumen dan memengaruhi keputusan pembelian dapat dilakukan melalui survei atau eksperimen. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada analisis gaya bahasa kiasan dalam iklan digital atau media sosial, mengingat pergeseran tren periklanan dari media cetak ke platform digital, untuk memahami bagaimana gaya bahasa kiasan diadaptasi dan digunakan dalam konteks komunikasi yang lebih interaktif dan visual.
| File size | 833.66 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA This research employs a descriptive qualitative discourse analysis approach to examine how Yovell utilizes contextual elements and linguistic registerThis research employs a descriptive qualitative discourse analysis approach to examine how Yovell utilizes contextual elements and linguistic register
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Temuan menunjukkan bahwa baik dosen maupun mahasiswa umumnya memiliki persepsi positif terhadap AI sebagai alat bantu pembelajaran. AI dipersepsikan membantuTemuan menunjukkan bahwa baik dosen maupun mahasiswa umumnya memiliki persepsi positif terhadap AI sebagai alat bantu pembelajaran. AI dipersepsikan membantu
PBSI UPRPBSI UPR Interferensi dalam konteks ini tidak selalu dipandang sebagai sebuah kesalahan yang fatal, melainkan juga menjadi strategi komunikasi yang mencerminkanInterferensi dalam konteks ini tidak selalu dipandang sebagai sebuah kesalahan yang fatal, melainkan juga menjadi strategi komunikasi yang mencerminkan
UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zawawi Imron memanfaatkan metafora, simbol alam, dan kosakata khas Madura untuk menyampaikan identitas kultural, spiritualitas,Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zawawi Imron memanfaatkan metafora, simbol alam, dan kosakata khas Madura untuk menyampaikan identitas kultural, spiritualitas,
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai akhlak berupa nilai takwa, tawakal, kejujuran, keikhlasan, sabarPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai akhlak berupa nilai takwa, tawakal, kejujuran, keikhlasan, sabar
UM SURABAYAUM SURABAYA Penggunaan personifikasi paling banyak ditemukan dalam puisi berjudul Bercengkrama Langit dan Senyapan Rindu, menunjukkan kedalaman perasaan penulis dalamPenggunaan personifikasi paling banyak ditemukan dalam puisi berjudul Bercengkrama Langit dan Senyapan Rindu, menunjukkan kedalaman perasaan penulis dalam
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI “Sour merupakan rekaman studio debut yang diproduksi Geffen Records di bulan Mei 2021. Data diambil dari lirik lagu Olivia Rodrigo, teori Knickerbocker“Sour merupakan rekaman studio debut yang diproduksi Geffen Records di bulan Mei 2021. Data diambil dari lirik lagu Olivia Rodrigo, teori Knickerbocker
UMCUMC Penelitian ini menunjukkan bahwa pidato Surya Paloh memenuhi unsur retorika Aristoteles, termasuk ethos, pathos, dan logos. Analisis menemukan penerapanPenelitian ini menunjukkan bahwa pidato Surya Paloh memenuhi unsur retorika Aristoteles, termasuk ethos, pathos, dan logos. Analisis menemukan penerapan
Useful /
UBHUBH Ekspresif (n=52) yaitu tuturan Berbelasungkawa (6%), Bersimpati (2%), Berterima kasih (54%), Ketakutan (4%), Khawatir (6%), Meminta maaf (12%), PenghormatanEkspresif (n=52) yaitu tuturan Berbelasungkawa (6%), Bersimpati (2%), Berterima kasih (54%), Ketakutan (4%), Khawatir (6%), Meminta maaf (12%), Penghormatan
UM SURABAYAUM SURABAYA Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman. Langkah-langkahnya yaitu, reduksiTeknik pengumpulan data dalam penelitian adalah tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman. Langkah-langkahnya yaitu, reduksi
UM SURABAYAUM SURABAYA Pelanggaran maksim kualitas terjadi saat Puti menyebutkan desa yang ia kunjungi dengan penggunaan kata kalau tidak salah. Pelanggaran maksim relevansiPelanggaran maksim kualitas terjadi saat Puti menyebutkan desa yang ia kunjungi dengan penggunaan kata kalau tidak salah. Pelanggaran maksim relevansi
STKIPBANTENSTKIPBANTEN Hasil temuan menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah dinilai mampu membentuk cara berpikir kritis, logis, dan reflektif yang dapat mendukung pengembanganHasil temuan menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah dinilai mampu membentuk cara berpikir kritis, logis, dan reflektif yang dapat mendukung pengembangan