STIAMISTIAMI
Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan PariwisataDestinesia : Jurnal Hospitaliti dan PariwisataSelama pandemi, orang-orang masih ingin berlibur. Desa wisata adalah alternatif destinasi wisata yang dapat dikunjungi tanpa harus berinteraksi dengan banyak orang secara bersamaan. Menginap di homestay adalah cara alternatif bagi wisatawan untuk berlibur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelayanan tuan rumah homestay dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community based-tourism) di Desa Wisata Wates Jaya, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan metode deskriptif kualitatif, yang akan menghasilkan temuan tanpa bantuan prosedur statistik atau bentuk perhitungan dalam analisisnya. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diambil dari berbagai sumber tertulis. Teori yang digunakan sesuai dengan Zithaml dan Bitner (1996), yang menyatakan bahwa pelayanan memiliki lima aspek, yaitu keandalan, jaminan kepastian, tampilan, empati, dan ketanggapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan tuan rumah homestay dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Wates Jaya, Kabupaten Bogor masih kurang memenuhi lima aspek tersebut.
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan (reliability, assurance, tangible, empathy, dan responsiveness) tuan rumah homestay dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) di Desa Wisata Wates Jaya, Kabupaten Bogor dinilai masih kurang.Kualitas pelayanan bagi wisatawan sangat penting, meskipun homestay tidak perlu memoles dirinya seperti hotel, tetapi harus tetap memiliki kearifan lokal (local wisdom).Oleh karena itu, tuan rumah harus meningkatkan kualitas pelayanannya sambil mempertahankan kebersahajaannya agar homestay dapat mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat/CBT dalam menjawab tren perilaku wisata yang mulai bergeser menjadi wisata kelompok kecil (mini group) di era pandemi.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan homestay, diperlukan pelatihan berkelanjutan agar tercipta standar homestay yang sesuai dengan standar dari Kemenparekraf. Selain itu, perangkat desa dan masyarakat Desa Wisata Wates Jaya diharapkan terus memberikan dukungan agar kriteria Desa Wisata dapat naik dari kriteria berkembang menjadi maju. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pelatihan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan tuan rumah homestay, serta mengeksplorasi strategi pemasaran yang dapat menarik wisatawan untuk menginap di homestay dan mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
| File size | 228.25 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNJUNJ Keterjangkauan Mixue dipecah menjadi 3 kelas, yaitu sangat dekat (500 meter), dekat (1 kilometer) dan jauh (2 kilometer). Hasil penelitian menunjukkanKeterjangkauan Mixue dipecah menjadi 3 kelas, yaitu sangat dekat (500 meter), dekat (1 kilometer) dan jauh (2 kilometer). Hasil penelitian menunjukkan
RISETILMIAHRISETILMIAH Fokus utama penelitian ini adalah pada kepuasan pengguna dan persepsi nilai sebagai faktor penentu utama keberhasilan sistem informasi publik. IntegrasiFokus utama penelitian ini adalah pada kepuasan pengguna dan persepsi nilai sebagai faktor penentu utama keberhasilan sistem informasi publik. Integrasi
MULIADARMAMULIADARMA Namun, beban kerja yang berlebihan tanpa pengelolaan seimbang dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan kualitas kerja. Perusahaan perlu mengatur bebanNamun, beban kerja yang berlebihan tanpa pengelolaan seimbang dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan kualitas kerja. Perusahaan perlu mengatur beban
RISETILMIAHRISETILMIAH Implementasi ini memungkinkan analisis kekakuan dan evaluasi kinerja layanan secara komprehensif sejak tahap awal desain. Hasilnya menunjukkan peningkatanImplementasi ini memungkinkan analisis kekakuan dan evaluasi kinerja layanan secara komprehensif sejak tahap awal desain. Hasilnya menunjukkan peningkatan
UYPUYP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama waktu penyangraian terhadap karakteristik fisikokimia biji kakao fermentasi dari singlePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama waktu penyangraian terhadap karakteristik fisikokimia biji kakao fermentasi dari single
UYPUYP Karakteristik kimianya meliputi kadar air 11,30%, abu 1,89%, lemak 0,18%, protein 1,73%, karbohidrat by different 84,80%, dan serat pangan 5,40%. Uji hedonikKarakteristik kimianya meliputi kadar air 11,30%, abu 1,89%, lemak 0,18%, protein 1,73%, karbohidrat by different 84,80%, dan serat pangan 5,40%. Uji hedonik
UYPUYP Penelitian dilaksanakan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat variasi formulasi perbandingan rambut jagung dan serehPenelitian dilaksanakan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat variasi formulasi perbandingan rambut jagung dan sereh
UYPUYP Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif untuk menggambarkan proses produksi, metode teknometrik untuk menilai kontribusi teknologi, danMetode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif untuk menggambarkan proses produksi, metode teknometrik untuk menilai kontribusi teknologi, dan
Useful /
UTPASUTPAS Data dikumpulkan dari 60 responden pelanggan NS Salon melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM)Data dikumpulkan dari 60 responden pelanggan NS Salon melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM)
UTPASUTPAS Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan kerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerjaPenelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan kerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja
UMADAUMADA Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest, yang mengindikasikan bahwa model Schneeball‑Wirbelgruppe efektif dalamHasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest, yang mengindikasikan bahwa model Schneeball‑Wirbelgruppe efektif dalam
UMADAUMADA Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) yang dikombinasikan dengan metode demonstrasi memiliki pengaruhPenelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) yang dikombinasikan dengan metode demonstrasi memiliki pengaruh