UTPUTP

Journal of Rural and Urban Community StudiesJournal of Rural and Urban Community Studies

Pemuda merupakan segmen integral masyarakat, yang secara inheren terjalin dengan struktur sosial dan tantangannya. Khususnya di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, peran krusial mereka dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia masyarakat sangat diperlukan. Keterlibatan aktif mereka berfungsi sebagai landasan bagi kemajuan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tiga aspek utama: pertama, kontribusi pemuda dalam meningkatkan ekonomi lokal; kedua, dampak keterlibatan mereka, terutama dalam konteks desa wisata; dan ketiga, faktor-faktor, baik yang memfasilitasi maupun menghambat, upaya mereka dalam mengembangkan Bumi Perkemahan Pleseran. Dengan menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, meliputi sumber primer dan sekunder. Temuan mengungkapkan bahwa upaya terpadu pemuda telah secara signifikan memperkuat lanskap ekonomi, terutama di dalam destinasi wisata BUPER, menjadikannya aliran pendapatan yang berkelanjutan. Peran proaktif mereka telah mengkatalisasi transformasi ekonomi positif, menggarisbawahi potensi mereka sebagai agen ekonomi. Faktor pendukung seperti antusiasme, penanganan pengangguran, dinamika masyarakat, dan daya tarik Desa Wisata Nglurah Tawangmangu, telah mendorong inisiatif mereka. Sebaliknya, tantangan tetap ada, terutama pemanfaatan potensi pemuda yang kurang optimal dan dukungan yang tidak memadai dari berbagai pemangku kepentingan, yang menghambat dampak penuh mereka. Penelitian ini menggarisbawahi peran penting pemuda dalam pembangunan ekonomi lokal seraya mengidentifikasi jalur untuk meningkatkan kontribusi mereka dan mengatasi hambatan yang ada.

Keterlibatan pemuda dalam pengembangan desa ekowisata Pleseran sangat krusial, berfungsi sebagai katalis dalam membangun dan mengelola sumber daya alam, serta menciptakan inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan ekowisata.Partisipasi aktif pemuda tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan kegiatan seperti outbound dan pertunjukan seni, tetapi juga dalam memperoleh manfaat finansial langsung dan menciptakan peluang usaha yang signifikan bagi komunitas lokal.Meskipun didukung oleh antusiasme, penanganan pengangguran, aspek komunal, dan daya tarik desa wisata, pengembangan desa ekowisata ini menghadapi hambatan seperti peran pemuda yang belum optimal dan kurangnya dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Mengingat pentingnya peran pemuda dalam mengembangkan desa wisata dan tantangan yang masih ada, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan. Pertama, untuk mengatasi kendala seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan pemuda, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi mendalam terhadap efektivitas program peningkatan kapasitas yang berbeda. Misalnya, kita bisa membandingkan dampak pelatihan kewirausahaan digital, manajemen pariwisata berkelanjutan, atau bahkan keterampilan bahasa asing terhadap peningkatan partisipasi pemuda dan kontribusi ekonomi mereka di desa wisata. Ini akan membantu mengidentifikasi model pelatihan yang paling sesuai dan memberikan hasil nyata, bukan hanya di Desa Nglurah tetapi juga di lokasi lain. Kedua, studi ini menyoroti minimnya dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, yang menghambat potensi penuh pemuda. Oleh karena itu, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi secara rinci model kolaborasi multi-pihak yang paling efektif. Bagaimana pemerintah daerah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat dapat bersinergi secara optimal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inisiatif pemuda? Penelitian ini bisa menganalisis struktur tata kelola, mekanisme pendanaan, dan strategi komunikasi yang berhasil mendorong keterlibatan berkelanjutan dari semua pihak. Ketiga, mengingat bahwa penelitian ini bersifat kualitatif dan terfokus pada satu kasus, studi lanjutan dapat mempertimbangkan pendekatan kuantitatif. Ini bisa melibatkan pengukuran dampak ekonomi jangka panjang dari pengembangan desa wisata yang dipimpin pemuda, seperti analisis pertumbuhan pendapatan lokal atau penciptaan lapangan kerja. Selain itu, penelitian komparatif antara Desa Wisata Pleseran dan desa wisata lain yang sukses (atau kurang sukses) dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan universal dan tantangan spesifik yang mempengaruhi replikasi model ini di berbagai wilayah. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang keberlanjutan dan potensi pengembangan desa wisata berbasis pemuda.

  1. The Role of Youth in Enhancing Community Economic Welfare through the Development of Tourism Villages(A... doi.org/10.36728/jrucs.v2i1.3279The Role of Youth in Enhancing Community Economic Welfare through the Development of Tourism Villages A doi 10 36728 jrucs v2i1 3279
Read online
File size215.77 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test