IICETIICET

Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh model pembelajaran sosial dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi daerah kebanggaannya. Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan desain kelompok kontrol tidak sepadan post‑test saja. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas sebanyak 151 orang. Sampel diambil dengan teknik random sederhana, menghasilkan 10 siswa kelas V sebagai kelompok eksperimen dan 19 siswa lainnya sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes deskriptif yang terdiri dari 10 soal. Data dianalisis menggunakan uji t, dengan hasil t hitung > t tabel sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan dari analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran sosial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi daerah kebanggaannya.

Model pembelajaran sosial terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD.Analisis statistik menunjukkan pengaruh signifikan (t hitung 22,93 > t tabel 2,048, p < 0,05).Implikasi penelitian menekankan perlunya desain lingkungan belajar yang kolaboratif dan interaktif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis sejak dini serta menjadi dasar kebijakan pendidikan inovatif.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan platform pembelajaran sosial berbasis digital memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa pada berbagai tingkatan kelas, sehingga dapat dibandingkan efektivitasnya dengan model konvensional. Selanjutnya, studi longitudinal yang melacak perkembangan kemampuan berpikir kritis serta keempat kompetensi 4C (kritik, kolaborasi, komunikasi, kreativitas) selama beberapa tahun dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan efek model pembelajaran sosial. Penelitian juga dapat mengeksplorasi persepsi dan tingkat kepercayaan diri guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran sosial, serta hubungannya dengan pencapaian siswa, untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan praktis. Selain itu, analisis perbandingan antara model pembelajaran sosial yang terintegrasi dengan materi lokal versus materi standar dapat menilai kontribusi konteks budaya terhadap peningkatan berpikir kritis. Akhirnya, uji coba desain lingkungan kelas yang lebih kolaboratif dan interaktif, misalnya melalui penggunaan ruang belajar fleksibel, dapat memperkuat temuan bahwa lingkungan belajar yang mendukung interaksi sosial meningkatkan kemampuan reflektif dan analitis siswa sejak usia dini.

  1. Social learning model on enhancing students critical thinking ability in elementary school | Jurnal EDUCATIO:... doi.org/10.29210/1202525560Social learning model on enhancing students critical thinking ability in elementary school Jurnal EDUCATIO doi 10 29210 1202525560
  2. Proactivity inventory development for senior high school students | JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan... jurnal.iicet.org/index.php/jppi/article/view/344Proactivity inventory development for senior high school students JPPI Jurnal Penelitian Pendidikan jurnal iicet index php jppi article view 344
  3. Virtual Learning During the COVID-19 Pandemic: A Disruptive Technology in Graduate Medical Education... jacc.org/doi/10.1016/j.jacc.2020.04.015Virtual Learning During the COVID 19 Pandemic A Disruptive Technology in Graduate Medical Education jacc doi 10 1016 j jacc 2020 04 015
Read online
File size690.27 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test