PAPANDAPAPANDA

Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan Matematika

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar berbasis Kearifan Lokal pada materi fungsi komposisi dalam membangun kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode desain ADDIE yang dibatasi oleh peneliti hanya menggunakan 4 tahap saja yaitu (Analysis, Design, Development, Implementation). Instrumen pengumpulan data diperoleh melalui angket yang diisi oleh empat guru bersertifikat sebagai ahli dasar penilaian validitas, serta melalui angket respon siswa untuk menilai tingkat kepraktisan modul. Data angket dianalisis secara kuantitatif dan diinterpretasikan menggunakan kategori penilaian yang telah ditetapkan untuk menentukan kualitas produk. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul mencapai persentase rata-rata 81,25% yang secara keseluruhan mengindikasikan bahwa modul sangat valid. Sementara itu, uji kepraktisan menghasilkan rata-rata 89,3% dari siswa sehingga modul dinilai sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan keseluruhan penilaian validator serta respon siswa, modul ajar berbasis Kearifan Lokal pada materi fungsi komposisi dinyatakan memenuhi kriteria valid dan praktis.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul ajar berbasis kearifan lokal telah memenuhi kriteria kelayakan sebagai media pembelajaran.Modul ini juga terbukti sangat praktis digunakan dalam proses belajar mengajar dan mampu membantu siswa meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi fungsi komposisi.Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan agar pengembangan modul selanjutnya dapat memuat lebih banyak unsur Kearifan Lokal yang lebih beragam, baik yang berkaitan dengan kuliner tradisional, rumah adat, pakaian adat, maupun aspek budaya lainnya.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai efektivitas modul ajar berbasis Kearifan Lokal dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara berkelanjutan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian komparatif untuk membandingkan efektivitas pembelajaran dengan modul berbasis Kearifan Lokal dengan metode pembelajaran konvensional. Pengembangan modul juga dapat diperluas untuk mencakup materi-materi matematika lainnya, dengan tetap memperhatikan kearifan lokal yang relevan di setiap daerah, sehingga pembelajaran matematika menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa.

Read online
File size409.13 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test