PAPANDAPAPANDA

Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan Matematika

Kanada merupakan negara yang memperoleh nilai PISA yang tinggi, baik di bidang matematika maupun literasi lain. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum matematika di Kanada, yaitu di Provinsi Quebec yang memiliki skor PISA matematika paling tinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka dengan sumber dokumen akademik, laporan penelitian, serta artikel jurnal nasional dan internasional. Berdasarkan analisis diketahui bahwa terdapat beberapa perbedaan kurikulum matematika di Quebec (Kanada dan Indonesia) yaitu pada tujuan pembelajaran matematika dimana di Quebec matematika berfokus pada menyelesaikan masalah, menggunakan penalaran matematis, dan berkomunikasi menggunakan bahasa matematika, kemudian, di Quebec literasi keuangan merupakan bagian dari matematika dan diajarkan di sekolah menengah. Sementara di Indonesia, literasi keuangan belum menjadi fokus. Terkait lisensi guru di Indonesia guru harus menguasai empat kompetensi sementara di Quebec, terdapat 13 standar kompetensi guru. Masalah matematika yang digunakan di Quebec cenderung mengarah kepada masalah open-ended yang memiliki lebih dari 1 jawaban. Sementara itu di Indonesia, masalah yang digunakan masih dominan masalah yang memiliki 1 jawaban benar. Hal krusial lainnya adalah bahwa Di Quebec menggunakan sosio konstruktivisme sementara di Indonesia secara dokumen akademik, menggunakan konstruktivisme dan humanisme, namun dalam penerapannya belum maksimal dan masih banyak yang menggunakan behaviorisme.

Terdapat beberapa perbedaan kurikulum matematika di Quebec (Kanada dan Indonesia) yaitu pada tujuan pembelajaran matematika, literasi keuangan, kompetensi guru dan lisensi guru, jenis masalah matematika, serta teori pembelajaran.Indonesia dapat memanfaatkan beberapa hal berikut dari kurikulum Quebec.merubah tujuan pembelajaran matematika agar tidak hanya berfokus pada prestasi, namun juga pada penalaran dan pemecahan masalah, menambahkan literasi keuangan pada materi matematika, menggunakan masalah open-ended dalam pembelajaran matematika, dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan dokumen akademik yaitu menggunakan konstruktivisme dan humanisme.

Penelitian lanjut dapat membandingkan penerapan teori sosio konstruktivisme di Quebec dengan pendekatan humanistik di Indonesia untuk mengukur dampaknya pada hasil belajar siswa. Selain itu, studi tentang efektivitas pengintegrasian teknologi digital dalam pembelajaran matematika di Quebec, khususnya penggunaan software simulasi untuk masalah open-ended, perlu dikembangkan. Penelitian juga perlu mengeksplorasi keterkaitan antara standar kompetensi guru di Quebec dengan kualitas pendidikan matematika di kanada, terutama dalam konteks penerapan kompetensi lintas kurikulum seperti penguasaan bahasa pengajaran dan etika profesi.

Read online
File size463.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test