PAPANDAPAPANDA

Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan Matematika

Persepsi umum yang melekat pada matematika sebagai mata pelajaran yang abstrak menyebabkan rendahnya minat siswa dalam mempelajari matematika. Untuk mengatasi hal tersebut, sinergi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) menjadi solusi yang diajukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi PBL dengan pendekatan CRT dan menganalisis dampaknya terhadap pemahaman konsep geometris. Konteks budaya yang diangkat yaitu kerajinan anyaman khas Sunda yaitu besek dan aseupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengambilan sampel secara acak dengan mengambil 33 siswa kelas IX A di SMP Terpadu Al Hasan Ciamis. Instrumen penelitian yang dipakai yaitu soal LKPD berbasis budaya besek dan aseupan dan instrumen pendukung dalam pengamatan. Teknik penelitiannya yaitu wawancara tidak terstruktur dan observasi partisipan langsung dengan teknis analisis yang dilakukan dengan tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PBL dan CRT melalui konteks budaya besek dan aseupan membuat siswa lebih mudah memahami konsep abstrak geometri. Proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa yang meningkatkan keterlibatan langsung dan sebagai apresiasi terhadap budaya lokal.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa implementasi model Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) melalui budaya anyaman besek dan aseupan terbukti efektif dalam membangun konsep geometri bangun ruang (kubus, balok, dan kerucut) pada siswa kelas IX SMP Terpadu Al Hasan Ciamis.Pendekatan ini mampu mengubah proses pembelajaran yang abstrak menjadi pengalaman yang konkret, kontekstual dan bermakna.Penggunaan kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran yang relevan, tapi juga berhasil meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan kemampuan pemecahan masalah, serta menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana modul pembelajaran interaktif berbasis aplikasi GeoGebra yang mengintegrasikan objek budaya seperti besek dan aseupan memengaruhi pemahaman konsep geometri siswa di berbagai sekolah dengan latar belakang budaya yang berbeda. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang penerapan model Problem Based Learning yang dipadukan dengan Culturally Responsive Teaching terhadap motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan retensi pengetahuan matematika selama beberapa semester. Selanjutnya, penelitian dapat memperluas penerapan kerangka PBL‑CRT ke topik matematika lain, misalnya aljabar atau statistik, dengan memanfaatkan objek budaya lokal yang relevan, untuk mengetahui apakah pendekatan serupa dapat meningkatkan pemahaman konseptual di bidang tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih komprehensif tentang efektivitas integrasi teknologi, keberlanjutan pembelajaran, dan transferabilitas metodologi lintas konten serta konteks budaya.

  1. Efektivitas Pembelajaran Geometri Berbasis Etnomatematika dengan Pendekatan Problem-Based Learning Berbantuan... jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/MANDALIKA/article/view/10567Efektivitas Pembelajaran Geometri Berbasis Etnomatematika dengan Pendekatan Problem Based Learning Berbantuan jurnalfkip unram ac index php MANDALIKA article view 10567
  2. Exploratory Studies on Bamboo Matting Media in an Ethnomatematics Perspective | Jurnal PEKA (Pendidikan... doi.org/10.37150/jp.v6i2.1813Exploratory Studies on Bamboo Matting Media in an Ethnomatematics Perspective Jurnal PEKA Pendidikan doi 10 37150 jp v6i2 1813
Read online
File size808.36 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test