PAPANDAPAPANDA
Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPerkembangan teknologi digital menuntut sistem pendidikan untuk menyiapkan peserta didik dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi digital. Computational Thinking (CT) menjadi salah satu kompetensi kunci abad ke-21 yang menekankan kemampuan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan desain algoritma dalam pemecahan masalah. Artikel ini bertujuan menganalisis praktik integrasi CT dalam Kurikulum Nasional Inggris dan relevansinya bagi penguatan Kurikulum Merdeka di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis komparatif terhadap dokumen kebijakan pendidikan, hasil penelitian internasional, serta model implementasi CT di Inggris. Hasil kajian menunjukkan bahwa Inggris berhasil menempatkan CT sebagai kompetensi inti melalui mata pelajaran Computing sejak 2014, dengan struktur kurikulum yang sistematis, progresif, dan berjenjang. Implementasi CT di Inggris melibatkan tiga domain utama Computer Science, Information Technology, dan Digital Literacy serta menekankan pendekatan pedagogis berbasis proyek dan refleksi. Keberhasilan integrasi CT ditunjang oleh kejelasan struktur kurikulum, kesiapan guru, serta pengembangan sumber belajar yang kontekstual. Relevansi bagi Indonesia terlihat dari kesesuaian prinsip CT dengan arah Kurikulum Merdeka yang menekankan Higher Order Thinking Skills (HOTS), kreativitas, dan literasi digital. Adaptasi praktik Inggris dapat dilakukan melalui tiga strategi utama, yaitu pengembangan standar kompetensi CT berjenjang, pelatihan guru berbasis proyek, dan penyediaan sumber ajar kontekstual yang sesuai dengan kondisi daerah. Integrasi CT secara sistemik berpotensi memperkuat Profil Pelajar Pancasila, meningkatkan literasi digital nasional, dan mewujudkan pendidikan Indonesia yang adaptif, inovatif, serta berdaya saing global.
Integrasi Computational Thinking (CT) dalam Kurikulum Nasional Inggris menunjukkan efektivitasnya melalui struktur kurikulum yang jelas, pembelajaran berjenjang, dan kesiapan guru.Model ini relevan untuk Kurikulum Merdeka karena sejalan dengan penguatan HOTS, literasi digital, dan Profil Pelajar Pancasila, serta mendukung pembelajaran lintas disiplin, khususnya matematika.Oleh karena itu, adopsi praktik CT dari kurikulum Inggris memerlukan integrasi CT sebagai kompetensi lintas disiplin, penguatan kapasitas guru, pengembangan sumber belajar kontekstual, dan asesmen yang menekankan proses berpikir serta pemecahan masalah.
Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah disebutkan dalam artikel, terdapat beberapa peluang untuk penelitian lebih lanjut. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai pengembangan model asesmen CT yang valid dan reliabel, yang mampu mengukur tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga proses berpikir komputasional siswa dalam konteks pembelajaran lintas disiplin. Kedua, penelitian perlu difokuskan pada pengembangan modul pelatihan guru yang komprehensif dan kontekstual, yang tidak hanya membekali guru dengan pengetahuan tentang CT, tetapi juga dengan strategi pedagogis inovatif untuk mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran yang mereka ajarkan. Ketiga, penting untuk menginvestigasi efektivitas berbagai pendekatan pembelajaran CT, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kolaboratif, dan pembelajaran berbasis permainan, dalam meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan dan konteks sosial-budaya di Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat implementasi CT di Indonesia, sehingga sistem pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap tantangan abad ke-21.
- The impact of AI and robotics on physical, socialâemotional and intellectual learning outcomes:... doi.org/10.1111/bjet.12984The impact of AI and robotics on physical socialyAAAaemotional and intellectual learning outcomes doi 10 1111 bjet 12984
- Computational thinking | Communications of the ACM. thinking acm skip main content export citations contents... dl.acm.org/doi/10.1145/1118178.1118215Computational thinking Communications of the ACM thinking acm skip main content export citations contents dl acm doi 10 1145 1118178 1118215
- Proceedings of the 50th ACM Technical Symposium on Computer Science Education | ACM Conferences. proceedings... doi.org/10.1145/3287324Proceedings of the 50th ACM Technical Symposium on Computer Science Education ACM Conferences proceedings doi 10 1145 3287324
- Becoming a Self-Regulated Learner: An Overview: Theory Into Practice: Vol 41, No 2. becoming self regulated... doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2Becoming a Self Regulated Learner An Overview Theory Into Practice Vol 41 No 2 becoming self regulated doi 10 1207 s15430421tip4102 2
| File size | 522.19 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
PAPANDAPAPANDA Berdasarkan keseluruhan penilaian validator serta respon siswa, modul ajar berbasis Kearifan Lokal pada materi fungsi komposisi dinyatakan memenuhi kriteriaBerdasarkan keseluruhan penilaian validator serta respon siswa, modul ajar berbasis Kearifan Lokal pada materi fungsi komposisi dinyatakan memenuhi kriteria
PAPANDAPAPANDA Modul ajar ini berhasil mengintegrasikan konteks budaya lokal secara autentik sehingga membantu peserta didik memahami konsep PLSV melalui aktivitas pemodelanModul ajar ini berhasil mengintegrasikan konteks budaya lokal secara autentik sehingga membantu peserta didik memahami konsep PLSV melalui aktivitas pemodelan
PAPANDAPAPANDA Proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa yang meningkatkan keterlibatan langsung dan sebagai apresiasi terhadap budaya lokal. Berdasarkan hasil penelitianProses pembelajaran lebih berpusat pada siswa yang meningkatkan keterlibatan langsung dan sebagai apresiasi terhadap budaya lokal. Berdasarkan hasil penelitian
PAPANDAPAPANDA Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif serta desain Non-Equivalent Control Group Design. Teknik samplingMetode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif serta desain Non-Equivalent Control Group Design. Teknik sampling
PAPANDAPAPANDA Sebanyak 28 siswa dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket minat belajar yang diadaptasi dari HerdiyantoSebanyak 28 siswa dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket minat belajar yang diadaptasi dari Herdiyanto
UNIBAUNIBA Namun demikian, transisi ini juga menghadirkan tantangan, terutama dalam hal akuntabilitas dan pemerataan mutu. Belum adanya standar modul pelatihan guruNamun demikian, transisi ini juga menghadirkan tantangan, terutama dalam hal akuntabilitas dan pemerataan mutu. Belum adanya standar modul pelatihan guru
UnsilUnsil Subjek penelitian meliputi dua guru PJOK, dua peserta didik, dan satu kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam,Subjek penelitian meliputi dua guru PJOK, dua peserta didik, dan satu kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam,
UMPRUMPR Keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis STEAM sangat tinggi, dan kesiapan guru menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi STEAM. Hambatan utamaKeterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis STEAM sangat tinggi, dan kesiapan guru menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi STEAM. Hambatan utama
Useful /
PAPANDAPAPANDA Metode pengumpulan data menggunakan tes essay dan analisis data menggunakan uji-t independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,04Metode pengumpulan data menggunakan tes essay dan analisis data menggunakan uji-t independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,04
PAPANDAPAPANDA Berdasarkan analisis diketahui bahwa terdapat beberapa perbedaan kurikulum matematika di Quebec (Kanada dan Indonesia) yaitu pada tujuan pembelajaran matematikaBerdasarkan analisis diketahui bahwa terdapat beberapa perbedaan kurikulum matematika di Quebec (Kanada dan Indonesia) yaitu pada tujuan pembelajaran matematika
PAPANDAPAPANDA Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi yang dilaksanakan di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Sumber dataPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi yang dilaksanakan di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Sumber data
UNIBAUNIBA Penggunaan metode pembayaran lain, seperti QRIS dan dompet digital, cukup kurang diminati karena adanya beberapa kendala teknis dan kebutuhan membuka rekeningPenggunaan metode pembayaran lain, seperti QRIS dan dompet digital, cukup kurang diminati karena adanya beberapa kendala teknis dan kebutuhan membuka rekening