PAPANDAPAPANDA
Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaProduksi payung geulis sebagai salah satu kerajinan tradisional Tasikmalaya masih banyak dilakukan secara intuitif tanpa mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal, bahan baku, dan waktu kerja. Kondisi ini menyebabkan pengrajin sering mengalami ketidaktepatan dalam menentukan jumlah produksi sehingga keuntungan yang diperoleh belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi produksi yang paling menguntungkan melalui penerapan model program linear dengan metode Simpleks. Pendekatan pemodelan matematika digunakan untuk menggambarkan keterbatasan sumber daya yang dialami pengrajin, meliputi modal, ketersediaan bahan baku, serta kapasitas pengerjaan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara, kemudian disusun ke dalam variabel keputusan yang terdiri atas jumlah payung ukuran besar, sedang, dan kecil. Fungsi tujuan diformulasikan untuk memaksimalkan keuntungan, sementara kendala dibentuk berdasarkan konsumsi bahan baku, penggunaan modal, dan durasi produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi optimal bersifat dinamis dan bergantung pada nilai keuntungan per unit setiap jenis payung. Pada skenario pertama, dengan struktur batasan yang berbeda menghasilkan nilai maksimum sebesar Rp 6.000.000 ketika diproduksi 400 unit payung ukuran besar. Pada skenario kedua, dengan struktur keuntungan tertentu, nilai maksimum sebesar Rp 34.800.000 dicapai ketika seluruh produksi difokuskan pada payung ukuran kecil sebanyak 2.320 unit. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa program linear mampu menyusun strategi produksi yang paling efisien pada setiap kondisi sumber daya. Dengan demikian, metode Simpleks terbukti efektif sebagai alat bantu pengambilan keputusan bagi pengrajin untuk meningkatkan keuntungan secara rasional dan terukur.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model program linear dengan metode Simpleks mampu memberikan solusi produksi yang lebih efisien bagi pengrajin payung geulis dibandingkan metode intuitif yang selama ini digunakan.Model ini menunjukkan bahwa strategi produksi yang paling menguntungkan sangat ditentukan oleh efisiensi penggunaan modal, bahan baku, dan waktu kerja pada setiap jenis payung.Dengan demikian, pendekatan matematis memberikan jawaban langsung atas tujuan penelitian, yaitu membantu pengrajin menentukan jumlah produksi yang optimal secara rasional dan terukur sesuai keterbatasan sumber daya yang dimiliki.
Penelitian ini mengindikasikan perlunya pengembangan lebih lanjut dalam pemodelan optimasi produksi pada UMKM kerajinan tradisional. Pertama, perlu dilakukan penelitian yang mengintegrasikan faktor-faktor dinamis seperti fluktuasi harga bahan baku dan perubahan permintaan pasar ke dalam model program linear agar rekomendasi produksi lebih adaptif. Kedua, studi lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan metode optimasi lain, seperti pemrograman integer atau simulasi Monte Carlo, untuk membandingkan efektivitasnya dengan metode Simpleks dalam konteks produksi payung geulis. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengembangkan aplikasi berbasis web atau mobile yang mudah digunakan oleh pengrajin untuk mengimplementasikan model optimasi secara mandiri, sehingga mereka dapat secara berkala memperbarui data produksi dan mendapatkan rekomendasi yang relevan dengan kondisi terkini. Implementasi saran-saran ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM kerajinan tradisional melalui perencanaan produksi yang lebih efisien dan responsif terhadap perubahan lingkungan bisnis.
| File size | 538.2 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
PAPANDAPAPANDA Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Flipped Classroom berbantuan video Canva terhadap motivasi belajar dan kemampuan numerasi siswa. PenelitianPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Flipped Classroom berbantuan video Canva terhadap motivasi belajar dan kemampuan numerasi siswa. Penelitian
PAPANDAPAPANDA Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan rata-rata skor validasi sebesar 93,09 dan sangatHasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan rata-rata skor validasi sebesar 93,09 dan sangat
IICETIICET Instrumen ini valid dan reliabel namun perlu revisi butir soal sulit/mudah. Instrumen tes keterampilan berpikir kreatif pada energi terbarukan dinyatakanInstrumen ini valid dan reliabel namun perlu revisi butir soal sulit/mudah. Instrumen tes keterampilan berpikir kreatif pada energi terbarukan dinyatakan
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya analisis kuantitatif dalam penyusunan dan revisi instrumen tes, serta mampu mengaplikasikanMahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya analisis kuantitatif dalam penyusunan dan revisi instrumen tes, serta mampu mengaplikasikan
ARRAAYAHARRAAYAH (2) seluruh soal-soal tes kemampuan bahasa arab dinyatakan layak dengan level pertengahan sebab mengharuskan adanya revisi pada banyak soal tes istima(2) seluruh soal-soal tes kemampuan bahasa arab dinyatakan layak dengan level pertengahan sebab mengharuskan adanya revisi pada banyak soal tes istima
PRINPRIN 3) Apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar menggunakan media Macromedia Flash lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa3) Apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar menggunakan media Macromedia Flash lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa
PRINPRIN Peningkatan ini terlihat jelas dari skor rata-rata tes yang naik signifikan dari siklus I (54,87) menjadi siklus II (72,24). Selain itu, persentase ketuntasanPeningkatan ini terlihat jelas dari skor rata-rata tes yang naik signifikan dari siklus I (54,87) menjadi siklus II (72,24). Selain itu, persentase ketuntasan
PRINPRIN Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penalaran matematis siswa dapat meningkat setelah dilakukan pembelajaran dengan menerapkan model problem basedHasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penalaran matematis siswa dapat meningkat setelah dilakukan pembelajaran dengan menerapkan model problem based
Useful /
PRINPRIN Teknik pengumpulan data menggunakan angket penilaian kepada ahli materi, ahli bahan pembelajaran, praktisi pembelajaran, dan respon siswa. Hasil menunjukkanTeknik pengumpulan data menggunakan angket penilaian kepada ahli materi, ahli bahan pembelajaran, praktisi pembelajaran, dan respon siswa. Hasil menunjukkan
PRINPRIN Untuk menyelesaikan permasalahan termodinamika partikel yang terjebak dalam sumur potensial, digunakan analogi gas yang ditempatkan dalam sumur potensialUntuk menyelesaikan permasalahan termodinamika partikel yang terjebak dalam sumur potensial, digunakan analogi gas yang ditempatkan dalam sumur potensial
PRINPRIN Himpunan kritis graf K1,5 yang memungkinkan sebanyak 120. Pada Graf Bintang K1,5 dengan titik pusat λ(c) = n 1 diperoleh bilangan ajaib k=18. Pada GrafHimpunan kritis graf K1,5 yang memungkinkan sebanyak 120. Pada Graf Bintang K1,5 dengan titik pusat λ(c) = n 1 diperoleh bilangan ajaib k=18. Pada Graf
PRINPRIN Maka penggunaan kabel listrik lebih hemat 41 meter. Untuk penghitungan Minimum Spanning Tree dengan Algoritma Boruvka dan Python melalui Google Colab dapatMaka penggunaan kabel listrik lebih hemat 41 meter. Untuk penghitungan Minimum Spanning Tree dengan Algoritma Boruvka dan Python melalui Google Colab dapat