PAPANDAPAPANDA

Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) pada konten proporsi untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa fase D. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi modul ajar serta angket respon guru dan siswa. Validitas modul ajar dinilai dari aspek muka, isi, dan konstruk, sedangkan praktikalitas dilihat dari aspek kemudahan penggunaan, penyajian materi, dan tampilan. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan rata-rata skor validasi sebesar 93,09 dan sangat praktis berdasarkan respon guru dan siswa dengan skor praktikalitas sebesar 92,74. Kesimpulannya, modul ajar berbasis PBL pada konten proporsi layak digunakan untuk memfasilitasi KPMM siswa Fase D.

Penelitian ini berhasil mengembangkan modul ajar berbasis Problem Based Learning (PBL) pada konten proporsi yang sangat valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa fase D.Modul ajar ini dapat berfungsi sebagai panduan yang efektif bagi guru dalam pembelajaran matematika.Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan modul serupa pada topik dan kemampuan matematis lain.

Penelitian ini telah berhasil mengembangkan modul ajar berbasis PBL yang valid dan praktis. Untuk langkah selanjutnya, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang menguji secara langsung seberapa efektif modul ajar ini dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Fase D di berbagai sekolah. Ini bisa dilakukan dengan membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan modul ini dengan siswa yang belajar menggunakan metode biasa, sehingga kita bisa melihat dampak nyatanya terhadap peningkatan kemampuan mereka. Selain itu, penting juga untuk meneliti bagaimana penerimaan dan kemudahan penggunaan modul ini dari sudut pandang guru dalam jangka panjang. Apakah guru merasa terbantu dan terus menggunakannya dalam pengajaran sehari-hari, serta apa saja tantangan yang mungkin mereka hadapi saat menerapkan PBL secara konsisten di kelas? Memahami pengalaman guru akan memberikan masukan berharga untuk penyempurnaan modul. Terakhir, karena modul ini berfokus pada konten proporsi, menarik untuk melihat bagaimana prinsip pengembangan modul berbasis PBL serupa dapat diterapkan pada topik matematika lain yang juga sulit bagi siswa, misalnya aljabar atau geometri. Penelitian lebih lanjut bisa mengeksplorasi adaptasi modul ini untuk platform digital atau pembelajaran campuran, mempertimbangkan bagaimana teknologi bisa membuat pembelajaran lebih interaktif dan menarik bagi siswa di era modern. Dengan demikian, kita bisa memastikan bahwa upaya pengembangan modul ajar tidak hanya berhenti pada tahap kelayakan, tetapi juga berdampak signifikan pada peningkatan kualitas pendidikan matematika secara berkelanjutan.

Read online
File size962.74 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test