PAPANDAPAPANDA

Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan Matematika

Pemahaman konsep matematika yang keliru atau tidak tepat masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di tingkat SMP. Salah satu materi yang rawan menimbulkan miskonsepsi adalah kesebangunan, karena melibatkan pemahaman spasial dan relasi matematis yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan penyebab miskonsepsi dalam materi kesebangunan yang dialami oleh peserta didik kelas VII SMP Mambaus Sholihin 2 pada Tahun Pelajaran 2024/2025.

Berdasarkan hasil analisis data dari tes diagnostik three-tier dan wawancara mendalam, dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas VII B SMP Mambaus Sholihin 2 mengalami beragam bentuk miskonsepsi dalam memahami konsep kesebangunan.Bentuk-bentuk miskonsepsi yang berhasil diidentifikasi meliputi miskonsepsi murni, false positive, false negative, kurang paham, dan tidak paham.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru menerapkan strategi pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan visual melalui media manipulatif maupun teknologi geometri dinamis guna memperkuat pemahaman konsep kesebangunan dan mengurangi miskonsepsi. Peserta didik diharapkan lebih aktif dalam mengeksplorasi materi melalui latihan bervariasi, diskusi, serta berani bertanya ketika mengalami kebingungan agar tidak terjadi kesalahan konsep berlarut. Sekolah juga perlu mendukung dengan menyediakan sarana pembelajaran yang memadai untuk mendukung penerapan pendekatan inovatif di kelas.

  1. Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII ditinjau dari gaya belajar | Anggraini... journal.upgris.ac.id/index.php/aksioma/article/view/7047Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII ditinjau dari gaya belajar Anggraini journal upgris ac index php aksioma article view 7047
Read online
File size633.72 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test