PAPANDAPAPANDA

Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan Matematika

Matematika kerap dipandang sebagai disiplin ilmu yang terlepas dari konteks sosial dan budaya, padahal perkembangan konsep-konsep matematis sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari pengalaman manusia dalam mengolah ruang, bentuk, dan kebutuhan hidup sehari-hari. Etnomatematika hadir sebagai perspektif yang menyoroti keterkaitan tersebut, dengan menempatkan praktik matematis sebagai bagian dari budaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan konsep-konsep matematika pada Benteng Van den Bosch di Ngawi, salah satu bangunan kolonial abad ke-19 yang dibangun Belanda untuk kepentingan pertahanan dan pengawasan jalur strategis di wilayah pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, penelitian ini melakukan observasi langsung terhadap struktur bangunan, wawancara dengan narasumber lokal, serta dokumentasi visual untuk mengidentifikasi unsur matematis yang terintegrasi dalam elemen arsitektural benteng. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu pendataan, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai konsep geometri datar dan ruang terepresentasikan melalui bentuk gerbang, pintu, jendela, pos jaga, hingga tiang bangunan, yang mencakup persegi, persegi panjang, segitiga sama sisi, segitiga siku-siku, setengah lingkaran, dan tabung. Temuan ini menegaskan bahwa arsitektur kolonial tidak hanya dirancang berdasarkan pertimbangan strategis dan militer, tetapi juga melibatkan penerapan prinsip matematis yang sistematis. Selain memberi kontribusi teoretis dalam kajian etnomatematika, penelitian ini memiliki implikasi praktis dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya. Dengan memanfaatkan bangunan bersejarah sebagai sumber belajar, peserta didik diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual dan bermakna, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap nilai historis dan lokalitas yang terkandung dalam Benteng Van den Bosch.

Benteng Van den Bosch dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai strategi kontrol di daerah pertemuan dua sungai, berfungsi sebagai pertahanan, pengawasan perdagangan, dan simbol kekuasaan kolonial.Eksplorasi etnomatematika mengungkap adanya unsur matematika dalam struktur benteng, terutama konsep geometri datar dan ruang seperti persegi, persegi panjang, segitiga, setengah lingkaran, serta tabung atau silinder.Temuan ini menunjukkan bahwa arsitektur kolonial tidak hanya mengutamakan aspek militer, tetapi juga mengintegrasikan prinsip‑prinsip matematika secara sistematis.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi secara mendalam bagaimana integrasi unsur etnomatematika yang diidentifikasi pada Benteng Van Den Bosch ke dalam kurikulum matematika tingkat sekolah dasar mempengaruhi pencapaian belajar siswa, dengan merancang percobaan kelas terkontrol yang membandingkan hasil belajar matematika pada kelompok yang menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis situs sejarah dengan kelompok yang mengikuti metode konvensional, serta menganalisis variabel motivasi, pemahaman konsep, dan persepsi budaya siswa. Selain itu, studi komparatif antara Benteng Van Den Bosch dan sejumlah benteng kolonial lainnya di berbagai provinsi Indonesia dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola-pola geometri yang umum serta variasi regional dalam desain arsitektural, sehingga memperkaya pemahaman tentang warisan matematika arsitektural dan menyediakan basis data yang dapat mendukung pengembangan materi pembelajaran berbasis budaya yang lebih luas. Selanjutnya, pengembangan dan evaluasi model pembelajaran interaktif berbasis teknologi tiga dimensi digital yang merepresentasikan elemen‑elemen geometris benteng secara detail dapat diuji efektivitasnya sebagai media pembelajaran, dengan mengukur dampaknya terhadap motivasi belajar, kemampuan visualisasi spasial, serta pemahaman konseptual siswa melalui instrumen kuantitatif dan kualitatif dalam lingkungan kelas nyata.

  1. Etnomatematika: Eksplorasi Geometri pada Tradisi Meron di Sukolilo Kabupaten Pati | Circle: Jurnal Pendidikan... e-journal.uingusdur.ac.id/circle/article/view/circle42245Etnomatematika Eksplorasi Geometri pada Tradisi Meron di Sukolilo Kabupaten Pati Circle Jurnal Pendidikan e journal uingusdur ac circle article view circle42245
  2. Media Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Di Sekolah Dasar | Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal... doi.org/10.51903/bersatu.v3i1.892Media Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Di Sekolah Dasar Bersatu Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal doi 10 51903 bersatu v3i1 892
  3. Eksplorasi Etnomatematika Dalam Arsitektur Istana Negeri Siak Asserayah El Hasyimiah Riau | Jurnal Ilmiah... doi.org/10.29303/jipp.v10i1.2840Eksplorasi Etnomatematika Dalam Arsitektur Istana Negeri Siak Asserayah El Hasyimiah Riau Jurnal Ilmiah doi 10 29303 jipp v10i1 2840
Read online
File size672.66 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test