STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN

Jurnal Master Penjas & OlahragaJurnal Master Penjas & Olahraga

Masa usia dini merupakan “golden age period, artinya merupakan masa emas untuk seluruh aspek pekembangan manusia, baik fisik, kognisi emosi, maupun sosial. Anak-anak dengan kemampuan bergerak yang dikembangkan dengan baik akan lebih mudah beraktivitas dan lebih mudah untuk mengikuti aktivitas-aktivitas fisik daripada anak-anak yang keterampilan bergeraknya tidak dikembangkan. Sampel penelitian diambil 15 orang anak yang berusia 4-6 tahun, dengan metode pengambilan sampel The Matching-Only Pretest-Postest Control Group Design. Data yang diperoleh dari penelitian ini diolah dengan SPSS for windows menggunakan teknik Paired Sample t Test terhadap data N-Gain pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran model Outdoor Education yang dilakukan di salah satu Preschool dan Kindergarten di Bandung yaitu HighScope dan untuk mengetahui keterampilan motorik kasar anak usia dini sebelum dan setelah diberikan perlakuan Outdoor Education Model, dan juga melihat pengaruhnya dalam peningkatan keterampilan motorik kasar mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata keterampilan motorik kasar anak yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen, tidak terdapat perbedaan rata-rata keterampilan motorik kasar anak yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol, dan juga tidak terdapat perbedaan rata-rata skor N-Gain keterampilan motorik kasar anak yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Tidak terdapat perbedaan rata-rata keterampilan motorik kasar anak yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen.Tidak terdapat perbedaan rata-rata keterampilan motorik kasar anak yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol.Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor N‑Gain keterampilan motorik kasar anak yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek jangka panjang model outdoor education dengan memperpanjang durasi intervensi menjadi 12 minggu untuk melihat apakah peningkatan keterampilan motorik kasar muncul setelah periode yang lebih lama. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran keterlibatan orang tua dalam program outdoor education, misalnya dengan membandingkan kelompok yang mendapatkan dukungan aktif orang tua versus yang tidak, guna menilai dampak faktor lingkungan rumah terhadap perkembangan motorik anak. Selain itu, penelitian dapat membandingkan efektivitas model outdoor education dengan pendekatan pembelajaran berbasis permainan digital atau kegiatan dalam ruangan yang terstruktur, sehingga dapat diidentifikasi strategi paling optimal untuk meningkatkan motorik kasar pada anak usia dini. Setiap studi harus menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol yang jelas dan instrumen penilaian motorik standar seperti TGMD‑2, serta melaporkan analisis statistik yang transparan.

Read online
File size843.75 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test