USMUSM

TeknikaTeknika

Kualitas tanah dasar, terutama jenis tanah lempung berpasir yang memiliki daya dukung lemah. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation (SCU-CP) dalam meningkatkan kekuatan tanah tersebut, dengan fokus pada pengujian kuat tekan bebas (qu) berdasarkan SNI 3638:2012. Sampel tanah dikumpulkan dari wilayah Jl. Vico Indonesia, Muara Badak, Kalimantan Timur. Metode SCU-CP dilakukan dengan mencampurkan larutan urea dan kalsium klorida (CaCl₂) pada konsentrasi 1 mol/L dan 1,5 mol/L, serta soybean powder dengan konsentrasi bervariasi antara 10 hingga 50 g/L. Setelah dilakukan pencampuran dan proses curing selama 7 hari, sampel diuji di laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode SCU-CP secara signifikan meningkatkan sifat mekanik tanah. Nilai qu tanah asli sebesar 3,47 kg/cm² meningkat hingga 5,07 kg/cm² (kenaikan 48,78%) pada campuran reagen 1 mol/L dengan soybean 50 g/L, serta 4,42 kg/cm² (kenaikan 29,24%) pada campuran reagen 1,5 mol/L dengan soybean 40 g/L. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode SCU-CP berpotensi sebagai alternatif stabilisasi tanah yang ramah lingkungan dan efektif.

Metode SCU-CP efektif dalam meningkatkan kuat tekan tanah lempung berpasir melalui presipitasi kalsit yang dipicu oleh enzim urease dari kedelai.Peningkatan tertinggi terjadi pada campuran reagen 1 mol/L dengan soybean 50 g/L, yaitu kenaikan 48,78% dibandingkan tanah asli.Terdapat titik optimum kombinasi konsentrasi reagen dan dosis soybean, setelahnya nilai kuat tekan cenderung menurun meskipun tidak signifikan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi durasi curing yang lebih panjang, seperti 14, 21, dan 28 hari, terhadap perkembangan kekuatan tanah, untuk mengetahui apakah peningkatan kalsit terus terjadi seiring waktu atau mencapai ambang jenuh. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas metode SCU-CP pada jenis tanah lain seperti tanah gambut, tanah ekspansif, atau tanah pasir halus, guna menilai sejauh mana metode ini dapat digeneralisasi di berbagai kondisi geoteknik di Indonesia. Ketiga, diperlukan studi komparatif antara SCU-CP dengan metode stabilisasi konvensional seperti semen atau kapur, tidak hanya dari sisi kuat tekan, tetapi juga dari aspek daya serap air, stabilitas volume, dan dampak lingkungan jangka panjang, sehingga dapat ditentukan kondisi optimal penerapan masing-masing metode berdasarkan karakteristik lokasi dan kebutuhan infrastruktur.

  1. Road infrastructure development and economic growth - IOPscience. road development economic growth iopscience... doi.org/10.1088/1757-899X/512/1/012045Road infrastructure development and economic growth IOPscience road development economic growth iopscience doi 10 1088 1757 899X 512 1 012045
  2. Deep Learning for Pothole Detection on Indonesian Roadways | Journal Sensi: Strategic of Education in... ejournal.raharja.ac.id/index.php/sensi/article/view/2911Deep Learning for Pothole Detection on Indonesian Roadways Journal Sensi Strategic of Education in ejournal raharja ac index php sensi article view 2911
  3. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1249/1/012036Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1755 1315 1249 1 012036
Read online
File size399.41 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test