IAIM NU METRO LAMPUNGIAIM NU METRO LAMPUNG

Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan BudayaFikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya

Pernikahan anak masih menjadi ancaman serius bagi perkembangan generasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran konstruksi pemahaman agama dan budaya dalam kasus pernikahan anak di Desa Tanah Mas, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Konstruksi pemahaman agama dan budaya yang tidak komprehensif dan parsial dapat memicu perilaku pernikahan anak. Penelitian ini penting untuk mengeksplorasi akar pemahaman agama dan budaya, serta konstruksi dalam keluarga pelaku pernikahan anak di masyarakat untuk membangun kembali (merekonstruksi) pemahaman agama yang dapat mencegah pernikahan anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian adalah keluarga pelaku pernikahan anak di Desa Tanah Mas Sampit. Penelitian ini dilakukan dari Juni hingga Oktober 2024. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis induktif Cresswell. Uji validitas data dilakukan dengan triangulasi data, memperluas observasi, peer debriefing, dan memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk memberikan masukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman agama dan budaya masih menjadi alasan tingginya angka pernikahan anak di Tanah Mas. Dalam aspek pemahaman agama, alasan orang tua segera menikahkan anak mereka adalah karena mereka ingin melindungi anak-anak mereka dari tindakan yang dilarang agama, keinginan anak-anak mereka untuk berbakti kepada orang tua mereka, dan ketakutan mereka jatuh ke dalam pergaulan bebas. Sementara itu, dalam aspek budaya, kebiasaan orang tua dan keluarga, lingkungan, dan kurangnya akses pendidikan menjadi alasan utama pernikahan anak. Konstruksi sosial yang terjadi dalam praktik pernikahan anak di lokasi penelitian melalui tahapan eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi yang terjadi di lingkungan sosial pelaku.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pernikahan anak di Tanah Mas didorong oleh konstruksi agama dan budaya yang terus terbentuk dan diturunkan dari generasi ke generasi.Faktor-faktor seperti kekhawatiran akan pergaulan bebas, keinginan untuk melindungi anak dari tindakan yang dilarang agama, dan tradisi keluarga memainkan peran penting.Kurangnya akses pendidikan dan pengaruh lingkungan juga berkontribusi pada masalah ini.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang melibatkan pemahaman agama dan budaya untuk mengatasi pernikahan anak secara efektif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam membentuk persepsi tentang pernikahan anak, serta bagaimana mereka dapat dilibatkan secara efektif dalam upaya pencegahan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model pendidikan agama yang komprehensif dan inklusif, yang menekankan pentingnya hak-hak anak dan kesetaraan gender. Model ini perlu diuji coba dan dievaluasi efektivitasnya dalam mengubah perilaku dan norma sosial yang mendukung pernikahan anak. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor ekonomi dan sosial yang berkontribusi pada pernikahan anak, serta mengembangkan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga rentan untuk mengurangi risiko pernikahan anak. Penelitian ini harus melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat dan mempertimbangkan konteks budaya dan agama yang spesifik. Dengan demikian, upaya pencegahan pernikahan anak dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan generasi muda di Indonesia.

  1. TRADISI KABIN NGODHEH DI KALANGAN ETNIS MADURA DI KELURAHAN MENTAYA SEBERANG KECAMATAN SERANAU KABUPATEN... ejournal.unuja.ac.id/index.php/hakam/article/view/6889TRADISI KABIN NGODHEH DI KALANGAN ETNIS MADURA DI KELURAHAN MENTAYA SEBERANG KECAMATAN SERANAU KABUPATEN ejournal unuja ac index php hakam article view 6889
  2. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Terhadap Kejadian Pernikahan Dini di Wilayah Kelurahan Kereng Bangkirai... doi.org/10.33084/jsm.v9i1.5151Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Terhadap Kejadian Pernikahan Dini di Wilayah Kelurahan Kereng Bangkirai doi 10 33084 jsm v9i1 5151
  3. Cultural Literacy as Conflict Mitigation of Sampit Dayak and Madurese Muslims in Tanah Mas Sampit Indonesia... doi.org/10.25217/jf.v8i1.3393Cultural Literacy as Conflict Mitigation of Sampit Dayak and Madurese Muslims in Tanah Mas Sampit Indonesia doi 10 25217 jf v8i1 3393
  4. Pernikahan usia dini di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng | Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin... doi.org/10.55904/nautical.v1i8.309Pernikahan usia dini di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng Nautical Jurnal Ilmiah Multidisiplin doi 10 55904 nautical v1i8 309
  5. Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. manipulation religion legalization underage marriages... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/samarah/article/view/13316Jurnal Samarah Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam manipulation religion legalization underage marriages jurnal ar raniry ac index php samarah article view 13316
Read online
File size301.03 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test