UNHIUNHI
Widya KesehatanWidya KesehatanStatus gizi pada bayi adalah suatu keadaan tubuh yang merupakan akibat dari konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Rendahnya cakupan persentase ASI di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah kurangnya pengetahuan pada ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola pemberian ASI dan pengetahuan ibu dengan Status Gizi bayi 0-6 bulan diwilayah kerja Puskesmas Wonorejo. Metode yang digunakan adalah bersifat kuantitatif dengan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 34 responden. Pola pemberian ASI dan Pengetahuan ibu diketahui dengan menggunakan form kuesioner. Status gizi bayi diukur dengan menggunakan baby scale dan timbangan. Analisis data diuji dengan menggunakan uji fisher. Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan uji fisher didapatkan hasil bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi bayi kategori (BB/U (p=0,009), kategori BB/PB (p=0,31), terdapat hubungan antara pola pemberian ASI dengan status gizi bayi kategori BB/U (p=0,023), kategori PB/U (p=0,023) dan tidak ditemukan hubungan antara pola pemberian ASI dengan status gizi bayi kategori BB/PB (p=0,387). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi (BB/U, BB/PB) dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan TB/U adanya hubungan antara pola pemberian ASI dengan Status gizi kategori BB/U,PB/U. di wilayah kerja Puskesmas Wonorejo dan tidak terdapat hubungan pada pola pemberian ASI dengan status gizi dengan kategori BB/PB.
Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi bayi (BB/U dan BB/PB), namun tidak dengan TB/U.Terdapat juga hubungan signifikan antara pola pemberian ASI dengan status gizi bayi kategori BB/U dan PB/U di Puskesmas Wonorejo.Namun, tidak ditemukan hubungan antara pola pemberian ASI dengan status gizi bayi dalam kategori BB/PB.
Untuk penelitian lanjutan, sangat menarik untuk lebih dalam menggali faktor-faktor yang mungkin menjelaskan temuan unik dalam studi ini. Misalnya, mengapa pola pemberian ASI tidak selalu berhubungan dengan status gizi bayi kategori berat badan per panjang badan (BB/PB), atau mengapa pengetahuan ibu tidak berhubungan dengan panjang badan per usia (PB/U). Penelitian selanjutnya bisa menggunakan pendekatan kualitatif atau studi kasus untuk memahami pengalaman ibu secara mendalam, termasuk durasi pasti pemberian ASI, frekuensi penyakit bayi yang mungkin mempengaruhi berat badan, serta pengaruh praktik budaya atau kepercayaan lokal yang tidak terjangkau oleh data kuantitatif. Selain itu, mengingat pentingnya pengetahuan ibu, penelitian bisa merancang dan menguji efektivitas program edukasi khusus yang disesuaikan dengan latar belakang sosial-ekonomi dan tingkat pendidikan ibu di wilayah kerja Puskesmas, untuk melihat apakah peningkatan pengetahuan secara signifikan dapat memperbaiki praktik pemberian ASI dan status gizi bayi secara langsung. Penting juga untuk mempertimbangkan studi longitudinal yang memantau bayi dan ibunya selama periode yang lebih panjang, untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang bagaimana perubahan pola pemberian ASI dan tingkat pengetahuan ibu berkembang seiring waktu, dan bagaimana hal ini secara dinamis mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan gizi bayi. Dengan demikian, kita bisa mengidentifikasi momen-momen krusial untuk intervensi yang paling efektif.
| File size | 347.94 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTAGUNTAG Tinggi alat ini adalah 110 cm dan lebar alat ini 50 cm, dengan berat sekitar 15 kg. Kapasitas alat ini mampu menampung 500 gram ikan setiap rak, dan dariTinggi alat ini adalah 110 cm dan lebar alat ini 50 cm, dengan berat sekitar 15 kg. Kapasitas alat ini mampu menampung 500 gram ikan setiap rak, dan dari
POLNAMPOLNAM Analisis SWOT menghasilkan skor total 3,66, menempatkan area tersebut dalam kuadran agresif (Kekuatan–Peluang). Hal ini mengindikasikan bahwa strategiAnalisis SWOT menghasilkan skor total 3,66, menempatkan area tersebut dalam kuadran agresif (Kekuatan–Peluang). Hal ini mengindikasikan bahwa strategi
POLNAMPOLNAM Pelabuhan Tulehu, terletak di Pulau Ambon, merupakan jalur transportasi maritim utama bagi masuk dan keluar Pulau Ambon dan pulau-pulau sekitarnya. PelabuhanPelabuhan Tulehu, terletak di Pulau Ambon, merupakan jalur transportasi maritim utama bagi masuk dan keluar Pulau Ambon dan pulau-pulau sekitarnya. Pelabuhan
POLNAMPOLNAM Hal ini disebabkan fungsi trotoar yang seharusnya menjadi jalur pejalan kaki digunakan untuk tempat berjualan pedagang kaki lima yang seharusnya tidakHal ini disebabkan fungsi trotoar yang seharusnya menjadi jalur pejalan kaki digunakan untuk tempat berjualan pedagang kaki lima yang seharusnya tidak
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Perusahaan terus berupaya menambah jumlah produksi seiring dengan permintaan pelanggan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan terhadap jumlah produksiPerusahaan terus berupaya menambah jumlah produksi seiring dengan permintaan pelanggan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan terhadap jumlah produksi
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Dengan demikian, limbah pisang busuk berpotensi besar sebagai bahan baku alternatif untuk produksi bioetanol dengan kondisi optimum pada waktu hidrolisisDengan demikian, limbah pisang busuk berpotensi besar sebagai bahan baku alternatif untuk produksi bioetanol dengan kondisi optimum pada waktu hidrolisis
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Hal ini memerlukan strategi pengolahan yang efektif untuk menghindari permasalahan terkait lingkungan. Dalam penelitian ini, dikembangkan membran kompositHal ini memerlukan strategi pengolahan yang efektif untuk menghindari permasalahan terkait lingkungan. Dalam penelitian ini, dikembangkan membran komposit
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Oleh karena itu, untuk mengjaga kestabilan pemanas di butuhkan pengontrolan yang tepat dalam metode pemanasan bertahap. Alat pemanas dirancang untuk mengefisiensikanOleh karena itu, untuk mengjaga kestabilan pemanas di butuhkan pengontrolan yang tepat dalam metode pemanasan bertahap. Alat pemanas dirancang untuk mengefisiensikan
Useful /
POLNAMPOLNAM Sistem kontrol fuzzy logic yang dirancang menunjukkan performa superior dibandingkan kontroler PID konvensional, dengan waktu naik lebih cepat, waktu settlingSistem kontrol fuzzy logic yang dirancang menunjukkan performa superior dibandingkan kontroler PID konvensional, dengan waktu naik lebih cepat, waktu settling
POLNAMPOLNAM Rata-rata ketebalan berkisar antara 1,3-1,8 meter. Menggunakan metode poligon, volume sumber daya pasir kuarsa diperkirakan sebesar 12.225 m³, denganRata-rata ketebalan berkisar antara 1,3-1,8 meter. Menggunakan metode poligon, volume sumber daya pasir kuarsa diperkirakan sebesar 12.225 m³, dengan
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Dari hasil penelitian dapat dilihat juga bahwa semakin banyak jumlah peltier yang digunakan mengakibatkan semakin besar kapasitas perpindahan panas yangDari hasil penelitian dapat dilihat juga bahwa semakin banyak jumlah peltier yang digunakan mengakibatkan semakin besar kapasitas perpindahan panas yang
UBTUBT Budidaya tanaman hortikultura di kota Tarakan memiliki peluang besar karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Namun, usaha ini menghadapi tantangan utamaBudidaya tanaman hortikultura di kota Tarakan memiliki peluang besar karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Namun, usaha ini menghadapi tantangan utama