IBNTEGALIBNTEGAL

La-Tahzan: Jurnal Pendidikan IslamLa-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam

Halal bi halal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilakukan setiap Hari Raya Idul Fitri yakni di Bulan Syawal. Tradisi ini pun menjadi momen penting untuk rekonsiliasi dan memperkuat tali silaturrahmi di Tengah keragaman masyarakat. Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai seperti empati, pengertian, dan kerendahan hati, menciptakan suasana harmonis dan memperkuat hubungan sosial. Artikel ini ditulis untuk mengetahui seberapa penting halal bi halal sebagai bentuk rekonsiliasi dan penguatan silaturrahmi ditengah-tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Tulisan ini merupakan studi literatur yang menjadikan tradisi halal bi halal memiliki posisi yang penting dalam tatanan masyarakat. Di Indonesia yang kaya akan keragaman, halal bi halal menjadi alat efektif untuk menyatukan masyarakat dan memperbaiki hubungan yang rusak. Sehingga tradisi ini perlu dijaga dan dilestarikan untuk membangun masyarakat yang lebih damai dan harmonis.

Halal bi halal merupakan tradisi khas Indonesia yang berperan penting dalam memperkuat silaturrahmi dan mencapai rekonsiliasi di tengah keragaman masyarakat.Meskipun berakar dari bahasa Arab, tradisi ini diciptakan dan berkembang di Indonesia, sebagai upaya untuk mengatasi perpecahan dan konflik yang sering terjadi akibat perbedaan sosial, budaya, dan ekonomi.Lebih dari sekadar acara keagamaan, halal bi halal juga mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, tanpa memandang status sosial atau ekonomi.Tradisi ini mengajarkan pentingnya kepedulian sosial, kebersamaan, dan cinta damai, yang semuanya berkontribusi pada stabilitas dan keharmonisan sosial.Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keragaman, halal bi halal menjadi alat yang efektif untuk menyatukan masyarakat, memperbaiki hubungan yang rusak, dan menciptakan lingkungan yang menjunjung tinggi integritas dan solidaritas.Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan tradisi halal bi halal adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih damai, harmonis, dan saling menghargai perbedaan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, mengkaji lebih dalam tentang dampak halal bi halal dalam memperkuat hubungan sosial di era modern, khususnya dalam konteks digitalisasi dan perubahan sosial budaya. Kedua, meneliti bagaimana halal bi halal dapat menjadi jembatan untuk mempromosikan toleransi dan kebhinekaan di masyarakat Indonesia yang majemuk. Ketiga, mengeksplorasi potensi halal bi halal sebagai sarana pendidikan karakter, khususnya dalam mengajarkan nilai-nilai empati, pengertian, dan kerendahan hati.

  1. 0. scitepress publication details scitepress.org/Link.aspx?doi=10.5220/00108041000033480 scitepress publication details scitepress Link aspx doi 10 5220 0010804100003348
  2. Polarisasi Politik dan Upaya Rekonsiliasi melalui Halal Bihalal | Khasanah | Jurnal Ilmiah Muqoddimah... jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/muqoddimah/article/view/11312Polarisasi Politik dan Upaya Rekonsiliasi melalui Halal Bihalal Khasanah Jurnal Ilmiah Muqoddimah jurnal um tapsel ac index php muqoddimah article view 11312
  3. Tradisi Halal Bihalal dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis | Jurnal Studi Al-Qur'an.... journal.unj.ac.id/unj/index.php/jsq/article/view/7122Tradisi Halal Bihalal dalam Perspektif Al QuryCEan dan Hadis Jurnal Studi Al Quran journal unj ac unj index php jsq article view 7122
Read online
File size594.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test