LAKASPIALAKASPIA
Jurnal Ilmiah Guru MadrasahJurnal Ilmiah Guru MadrasahIbnu Sina (980–1037 M) merupakan salah satu filsuf dan ilmuwan Muslim terbesar dalam sejarah peradaban Islam yang memberikan kontribusi sangat luas, khususnya dalam bidang filsafat, kedokteran, dan pendidikan. Pemikirannya tidak hanya berpengaruh pada dunia Islam, tetapi juga memberi dampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Barat. Dalam konteks pendidikan, Ibnu Sina menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan rasional dan nilai-nilai spiritual sebagai landasan utama dalam membentuk manusia yang sempurna (insan kamil). Konsep ini menjadi cikal bakal pendekatan pendidikan holistik yang memandang peserta didik sebagai makhluk utuh, bukan semata-mata objek transfer pengetahuan. Penelitian ini membahas secara analitis filsafat pendidikan Ibnu Sina dengan menyoroti prinsip-prinsip dasar yang meliputi tujuan pendidikan, struktur kurikulum, metode pembelajaran, serta peran guru dalam proses pendidikan. Menurut Ibnu Sina, tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi akal, moral, dan spiritual peserta didik secara seimbang. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, sementara metode pembelajaran perlu menekankan keteladanan, pembiasaan, dan dialog rasional. Guru dipandang sebagai figur sentral yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing pembentukan karakter. Pemikiran pendidikan Ibnu Sina tetap relevan dengan paradigma pendidikan holistik modern yang mengedepankan keseimbangan aspek intelektual, emosional, spiritual, dan moral peserta didik.
Filsafat pendidikan Ibnu Sina memberikan kontribusi besar dalam membentuk konsep pendidikan Islam yang menyeluruh.Pemikirannya menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mengembangkan aspek intelektual, tetapi juga dimensi spiritual, moral, sosial, dan emosional.Hal ini tercermin dalam pandangannya mengenai tujuan pendidikan yang berorientasi pada kebahagiaan sejati (saādah), kurikulum yang integratif antara ilmu agama dan ilmu rasional, metode pembelajaran yang bertahap sesuai perkembangan anak, serta peran guru sebagai teladan moral dan pembimbing spiritual.Dengan demikian, pemikiran Ibnu Sina dapat dipandang sebagai fondasi filosofis yang kaya dan relevan bagi paradigma pendidikan holistik.Dalam konteks kontemporer, gagasan Ibnu Sina tetap penting untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan modern, seperti krisis moral, fragmentasi ilmu, dan dominasi materialisme.Pendidikan holistik yang kini banyak didorong di berbagai belahan dunia sesungguhnya menemukan ruhnya dalam pemikiran Ibnu Sina, yang menekankan keseimbangan antara akal dan hati, dunia dan akhirat, serta ilmu dan akhlak.Oleh karena itu, mengaktualisasikan pemikiran Ibnu Sina dalam praktik pendidikan masa kini dapat menjadi solusi untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu mencapai kebahagiaan sejati dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada penerapan konsep kurikulum integratif Ibnu Sina dalam sistem pendidikan modern, khususnya dalam menggabungkan ilmu agama dan ilmu rasional secara efektif. Selain itu, studi tentang peran guru sebagai teladan moral dan pembimbing spiritual dalam konteks pembelajaran digital bisa menjadi arah baru, mengingat tantangan era teknologi saat ini. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi cara mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan emosional dalam metode pembelajaran berbasis proyek, agar peserta didik tidak hanya berkembang secara intelektual tetapi juga secara batin. Ketiga saran ini dapat membantu mengembangkan pendidikan yang lebih seimbang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
- Pendekatan Pendidikan Nilai Dalam Filsafat Islam: Analisis Kontribusi Imam Al-Ghazali Dan Ibnu Sina |... doi.org/10.59698/afeksi.v5i2.253Pendekatan Pendidikan Nilai Dalam Filsafat Islam Analisis Kontribusi Imam Al Ghazali Dan Ibnu Sina doi 10 59698 afeksi v5i2 253
- Studi Analisis: Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam Ibnu Sina dengan Kurikulum Merdeka | Moderasi :... doi.org/10.54471/moderasi.v4i1.56Studi Analisis Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam Ibnu Sina dengan Kurikulum Merdeka Moderasi doi 10 54471 moderasi v4i1 56
| File size | 400.03 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS Ke depan, skema COB perlu diperbaiki dengan memberikan ruang pilihan bagi peserta dan memperkuat posisi hak atas kesehatan sebagai hak asasi manusia sebagaimanaKe depan, skema COB perlu diperbaiki dengan memberikan ruang pilihan bagi peserta dan memperkuat posisi hak atas kesehatan sebagai hak asasi manusia sebagaimana
UMSUMS Selain itu, perjanjian ini dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak yang terlibat, termasuk warga negara asing yang kehilangan haknya dan warga negaraSelain itu, perjanjian ini dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak yang terlibat, termasuk warga negara asing yang kehilangan haknya dan warga negara
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Pendidikan sebagai sebuah proses berada dan berkembang bersama dengan proses perkembangan yang berlangsung dalam kehidupan manusia yang mencakup semuaPendidikan sebagai sebuah proses berada dan berkembang bersama dengan proses perkembangan yang berlangsung dalam kehidupan manusia yang mencakup semua
STIEBALIKPAPANSTIEBALIKPAPAN Muhammad Abdul Mannan telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi Islam melalui usaha mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah keMuhammad Abdul Mannan telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi Islam melalui usaha mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah ke
UNSURUNSUR Penilaian kinerja yaitu evaluasi sistematis dalam memahami kinerja dan kemampuan karyawan, sehingga fakultas dapat merencanakan kenaikan gaji, promosi,Penilaian kinerja yaitu evaluasi sistematis dalam memahami kinerja dan kemampuan karyawan, sehingga fakultas dapat merencanakan kenaikan gaji, promosi,
STITUWJOMBANGSTITUWJOMBANG Dalam pemikiran Islam, epistemologi terbagi menjadi tiga struktur utama, yaitu epistemologi Bayani yang menekankan otoritas teks tanpa interpretasi, epistemologiDalam pemikiran Islam, epistemologi terbagi menjadi tiga struktur utama, yaitu epistemologi Bayani yang menekankan otoritas teks tanpa interpretasi, epistemologi
ANTARBANGSAANTARBANGSA Dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan didukung dengan perangkat lunak Expert Choice maka akan terlihat perbandingan dari keduaDengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan didukung dengan perangkat lunak Expert Choice maka akan terlihat perbandingan dari kedua
IAIN SUIAIN SU Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah kebijakan pendidikan nasional terhadap pendidikan Islam dan pendidikan sekular. Pada mulanya, sekularismePermasalahan utama dalam penelitian ini adalah kebijakan pendidikan nasional terhadap pendidikan Islam dan pendidikan sekular. Pada mulanya, sekularisme
Useful /
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Dari hasil observasi dapat dilihat bahwa pelaksanaan pendidikan akhlak melalui kegiatan kepramukaan di MA Nurussalam Sidogede selalu berpedoman pada prinsipDari hasil observasi dapat dilihat bahwa pelaksanaan pendidikan akhlak melalui kegiatan kepramukaan di MA Nurussalam Sidogede selalu berpedoman pada prinsip
UNSURUNSUR Data mahasiswa merupakan informasi penting yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi. Data dalam jumlah besar dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatuData mahasiswa merupakan informasi penting yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi. Data dalam jumlah besar dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu
UNSURUNSUR Proses identifikasi waste dilakukan dengan menggunakan Seven Waste Relationship, Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionnaire (WAQ)Proses identifikasi waste dilakukan dengan menggunakan Seven Waste Relationship, Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionnaire (WAQ)
UNSURUNSUR Dalam Penelitian ini metode yang digunakan adalah metode PDCA (Plan, Do, Check, Action) dengan alat bantu Basic Seven Quality Tool. Metode PDCA digunakanDalam Penelitian ini metode yang digunakan adalah metode PDCA (Plan, Do, Check, Action) dengan alat bantu Basic Seven Quality Tool. Metode PDCA digunakan