UMJ PremiumUMJ Premium

Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)

Latar Belakang: Saat ini, hiperglikemia dapat menyerang siapa saja dikarenakan pola hidup individu yang kurang sehat, terutama dalam pengkonsumsian makanan. Salah satunya dapat disebabkan konsumsi MSG berlebih pada asupan makanan sehari-hari yang dapat memicu kondisi tersebut karena menyebabkan resistensi insulin yang berujung pada hiperglikemik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian MSG dan kadar gula darah sewaktu tikus galur Sprague Dawley usia 8-10 minggu dengan hiperglikemia. Metode: Penelitian ini merupakan sebuah eksperimental in vivo dengan menggunakan 24 ekor tikus Sprague Dawley yang dibagi menjadi 6 kelompok antara lain kelompok tanpa perlakuan (K1), kelompok MSG dosis 2.5 gram/KgBB (K2), MSG dosis 4.8 gram/KgBB (K3), kelompok sukrosa (K4), Sukrosa MSG 2.5 gram/KgBB (K5), Sukrosa MSG 4.8 gram/KgBB (K6). Penelitian dilakukan selama 14 hari di Laboratorium Biomedik dan Anatomi FKK UMJ. Data yang didapat dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil: Rata-rata kadar GDS tertinggi pada K1 yaitu pada hari ke-10 (116,25 mg/dL), K2 pada hari ke-3 (116,00 mg/dL), K3 pada hari ke-6 (115.50 mg/dL), K4 pada hari ke-14 (120,75 mg/dL), K5 pada hari ke-14 (124 mg/dL), dan K6 pada hari ke-14 (126.25 mg/dL). Simpulan: Pemberian kombinasi sukrosa dan MSG, terutama pada dosis 4,8 g/KgBB menyebabkan peningkatan kadar GDS tertinggi pada hari ke-14 dibandingkan kelompok lainnya. Hal ini mengindikasikan adanya efek antara asupan MSG terhadap regulasi glukosa darah.

Pemberian kombinasi sukrosa dan MSG, terutama pada dosis 4,8 g/KgBB, menyebabkan peningkatan kadar GDS tertinggi pada hari ke-14 dibandingkan kelompok lainnya.Hal ini mengindikasikan adanya efek antara asupan MSG terhadap regulasi glukosa darah.Kombinasi sukrosa dan MSG menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan kadar gula darah sewaktu pada tikus dengan hiperglikemia.Penelitian ini menegaskan perlunya kajian lebih lanjut mengenai dampak konsumsi MSG terhadap kesehatan metabolik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi mekanisme molekuler yang mendasari pengaruh MSG terhadap resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas pada tikus dengan hiperglikemia. Hal ini dapat dilakukan dengan mengukur ekspresi gen dan protein yang terlibat dalam metabolisme glukosa dan fungsi insulin. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efek kombinasi MSG dan sukrosa pada berbagai dosis dan durasi pemberian untuk menentukan dosis optimal yang menyebabkan perubahan metabolik signifikan. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan menggunakan model hewan yang lebih kompleks, seperti tikus yang telah diinduksi diabetes tipe 2, untuk mensimulasikan kondisi pasien diabetes yang lebih realistis dan mengeksplorasi potensi intervensi terapeutik yang dapat mengurangi dampak negatif MSG terhadap kesehatan metabolik.

  1. Gambaran Pemberian Monosodium glutamat (MSG) dan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Tikus Betina Sprague Dawley... doi.org/10.24853/mjnf.5.2.154-164Gambaran Pemberian Monosodium glutamat MSG dan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Tikus Betina Sprague Dawley doi 10 24853 mjnf 5 2 154 164
Read online
File size602.8 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test