POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceLatar belakang: Stunting berdampak negatif terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap kejadian stunting balita di wilayah kerja Puskesmas Pupuan II. Metode: Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dengan populasi ibu yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Pupuan II, berjumlah total 43 sampel. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan responden dan data sekunder yang dikumpulkan dari kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak. Analisis data menggunakan analisis univariat deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kejadian stunting berdasarkan faktor penyebab langsung, yaitu sebanyak (69,8%) balita stunting tidak mendapatkan ASI eksklusif, (86%) balita stunting memiliki riwayat berat badan lahir normal, (60,5%) balita stunting berjenis kelamin laki-laki, (90,7%) ibu balita stunting memiliki status gizi normal selama kehamilan, (88,3%) ibu tidak anemia selama kehamilan. Sementara itu, proporsi kejadian stunting berdasarkan faktor penyebab tidak langsung menunjukkan (60,5%) ibu tidak berusia risiko saat hamil, (95,3%) ibu memiliki berat badan normal, (65,1%) ibu memiliki tingkat pendidikan rendah, (60,5%) ibu tidak bekerja, dan (55,8%) pendapatan keluarga rendah atau di bawah upah minimum. Kesimpulan: Saran peneliti adalah Puskesmas harus lebih aktif dalam mensosialisasikan dampak stunting dan pencegahannya serta memobilisasi para pemimpin masyarakat dalam intervensi gizi yang sensitif.
Proporsi kejadian stunting balita berdasarkan faktor penyebab langsung menunjukkan mayoritas balita stunting tidak menerima ASI eksklusif, memiliki riwayat berat badan lahir normal, dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, sementara ibu memiliki status gizi dan kadar hemoglobin normal selama kehamilan.Berdasarkan faktor tidak langsung, sebagian besar ibu balita stunting berusia tidak berisiko saat hamil, memiliki tinggi badan normal, tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja, dan pendapatan keluarga rendah.Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi dan praktik pengasuhan turut berperan signifikan dalam kejadian stunting di wilayah tersebut.
Pertama, perlu diteliti lebih dalam mengapa meskipun sebagian besar ibu memiliki status gizi dan hemoglobin normal selama kehamilan, kasus stunting tetap tinggi, dengan fokus pada pola pemberian makan pendamping ASI dan kualitas gizi harian balita. Kedua, perlu dikaji dampak dari tingkat pendidikan rendah ibu terhadap pengetahuan dan keputusan dalam pemberian makan dan perawatan balita, serta bagaimana intervensi edukatif berbasis komunitas dapat meningkatkan praktik pencegahan stunting. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang pengaruh ketidakstabilan pendapatan keluarga, meskipun di atas batas kemiskinan, terhadap akses pangan bergizi dan konsistensi pemberian makanan tambahan, untuk merancang intervensi ekonomi mikro yang mendukung ketahanan pangan keluarga. Penelitian lanjutan sebaiknya menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memahami dinamika rumah tangga dan hambatan struktural yang memengaruhi praktik pengasuhan gizi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran petugas kesehatan dalam pendampingan keluarga berisiko, serta efektivitas program tambahan makanan (PMT) di tingkat posyandu. Penelitian juga bisa menguji model intervensi terpadu yang melibatkan bidan, kader, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat edukasi gizi. Lebih jauh, perlu dikaji pengaruh aktivitas fisik balita laki-laki yang lebih tinggi terhadap kebutuhan nutrisi dan risiko stunting. Studi tentang pola makan keluarga secara menyeluruh juga dapat mengungkap praktik yang kurang mendukung pertumbuhan optimal. Semua penelitian ini dapat memberikan dasar untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam pencegahan stunting di wilayah pedesaan seperti Pupuan II.
| File size | 326.57 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIPASBYUNIPASBY Hormon ini meminimalkan kecemasan dan menciptakan rasa sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh endorphin massage terhadap tingkatHormon ini meminimalkan kecemasan dan menciptakan rasa sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh endorphin massage terhadap tingkat
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Akreditasi adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit setelah dilakukan penilaian bahwa rumah sakit telah memenuhi standar akreditasi yang disetujuiAkreditasi adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit setelah dilakukan penilaian bahwa rumah sakit telah memenuhi standar akreditasi yang disetujui
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Karya yang relevan meliputi studi kuasi-eksperimental, laporan program, dan dokumen kebijakan. Hasil utama: Program pemberdayaan ibu hamil didorong olehKarya yang relevan meliputi studi kuasi-eksperimental, laporan program, dan dokumen kebijakan. Hasil utama: Program pemberdayaan ibu hamil didorong oleh
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Melalui pendekatan ini, penelitian ingin mengidentifikasi media yang paling efektif sehingga dapat dijadikan model edukasi gizi di sekolah-sekolah dasar.Melalui pendekatan ini, penelitian ingin mengidentifikasi media yang paling efektif sehingga dapat dijadikan model edukasi gizi di sekolah-sekolah dasar.
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Metode Penelitian: Penelitian ini memakai desain observasional analitik dengan pendekatan pangkas lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiriMetode Penelitian: Penelitian ini memakai desain observasional analitik dengan pendekatan pangkas lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri
UNIBAUNIBA Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode: Penelitian crossectional study menggunakan data rekam medis pasien gastroschisis yang lahir pada periode 1 Januari 2015–31Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode: Penelitian crossectional study menggunakan data rekam medis pasien gastroschisis yang lahir pada periode 1 Januari 2015–31
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Studi ini memberikan wawasan baru tentang efek terapi berbasis tanaman, ekstrak Begonia medicinalis, dalam memodulasi sistem kekebalan tubuh dengan menekanStudi ini memberikan wawasan baru tentang efek terapi berbasis tanaman, ekstrak Begonia medicinalis, dalam memodulasi sistem kekebalan tubuh dengan menekan
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Penelitian dilaksanakan dari 23 Februari 2023 hingga 3 Maret 2023. Hasil menunjukkan bahwa layanan kebidanan diberikan sesuai standar, termasuk konselingPenelitian dilaksanakan dari 23 Februari 2023 hingga 3 Maret 2023. Hasil menunjukkan bahwa layanan kebidanan diberikan sesuai standar, termasuk konseling
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel yang terlibat adalah 81 wanita hamil trimester ketiga akhir (usia kehamilan 36-40 minggu hingga postpartum).Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel yang terlibat adalah 81 wanita hamil trimester ketiga akhir (usia kehamilan 36-40 minggu hingga postpartum).
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR The study concluded that there is a significant effect of giving Selarindu (Seduhan Rosella Kering dan Madu) on reducing primary dysmenorrhea pain in adolescentThe study concluded that there is a significant effect of giving Selarindu (Seduhan Rosella Kering dan Madu) on reducing primary dysmenorrhea pain in adolescent
UNIPASBYUNIPASBY Hasil menunjukkan penurunan skor HARS sebesar 43,7% pada kelompok pijat khusus, sedangkan pada kelompok tanpa pijat khusus skor menurun -9,1%; perbedaanHasil menunjukkan penurunan skor HARS sebesar 43,7% pada kelompok pijat khusus, sedangkan pada kelompok tanpa pijat khusus skor menurun -9,1%; perbedaan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai stunting (96%), sementara 84,6% memiliki persepsi yang cukup terhadap stunting.Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai stunting (96%), sementara 84,6% memiliki persepsi yang cukup terhadap stunting.