NUSAMANDIRINUSAMANDIRI

Jurnal AbdiMas Nusa MandiriJurnal AbdiMas Nusa Mandiri

Preeklampsia menyumbang sekitar 58,1% dari 585.000 kematian ibu yang terjadi di seluruh dunia setiap tahun selama masa kehamilan dan persalinan, sedangkan eklampsia menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian ibu, dengan persentase 26,9% pada tahun 2012 dan meningkat menjadi 27,1% pada tahun 2013. Sebagai upaya pencegahan dan peningkatan pengetahuan masyarakat, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada edukasi mengenai prevalensi preeklampsia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukodono, Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, dengan kader posyandu sebagai sasaran utama program. Data diperoleh melalui hasil pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta. Sebelum penyuluhan, 22% peserta memiliki pemahaman baik, 61% cukup, dan 17% kurang. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 76% peserta berada pada kategori baik, 24% cukup, dan tidak ada yang kurang. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman kader mengenai preeklampsia. Peningkatan kapasitas kader melalui edukasi berkelanjutan sangat penting untuk membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Preeklampsi dan eklampsia tetap menjadi penyebab kematian ibu terbesar kedua di Indonesia, dengan kontribusi masing‑masing 26,9 % pada tahun 2012 dan 27,1 % pada tahun 2013.Peran aktif kader posyandu di Puskesmas Sukodono terbukti sangat penting, terutama setelah kegiatan penyuluhan meningkatkan pemahaman peserta dari hanya 22 % yang berada pada kategori baik menjadi 76 % setelah intervensi.Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader melalui program penyuluhan berkelanjutan menjadi strategi kunci untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan modul pelatihan berbasis digital untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam deteksi dini preeklampsi, dengan membandingkan efektivitasnya terhadap metode penyuluhan tatap muka tradisional. Selain itu, studi longitudinal yang memantau dampak jangka panjang dari program penyuluhan berkelanjutan terhadap outcome maternal, seperti angka kejadian preeklampsi, komplikasi serta mortalitas ibu dan bayi, diperlukan untuk menilai keberlanjutan manfaat intervensi. Selanjutnya, penelitian kualitatif dapat mengidentifikasi hambatan sosial, budaya, dan struktural yang menghalangi partisipasi aktif kader dalam program edukasi, serta merancang strategi intervensi yang disesuaikan dengan konteks lokal untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka. Dengan ketiga arah penelitian tersebut, diharapkan dapat diperoleh bukti ilmiah yang komprehensif untuk mengoptimalkan peran kader posyandu dalam pencegahan dan penanggulangan preeklampsi di wilayah kerja Puskesmas Sukodono.

  1. PENYULUHAN PREEKLAMPSI PADA WANITA HAMIL DI PUSKESMAS SUKODONO SIDOARJO | Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri.... ejournal.nusamandiri.ac.id/index.php/abdimas/article/view/6301PENYULUHAN PREEKLAMPSI PADA WANITA HAMIL DI PUSKESMAS SUKODONO SIDOARJO Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri ejournal nusamandiri ac index php abdimas article view 6301
  2. HUBUNGAN PREEKLAMSIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) PADA IBU BERSALIN DI RS PKU MUHAMMADIYAH... jurnal.stikesmus.ac.id/index.php/JKebIn/article/view/770HUBUNGAN PREEKLAMSIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH BBLR PADA IBU BERSALIN DI RS PKU MUHAMMADIYAH jurnal stikesmus ac index php JKebIn article view 770
  3. DOI Name 10.36729 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.36729DOI Name 10 36729 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 36729
Read online
File size1.13 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test