ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

TBN-10 well in Subang field is a production well that has experienced a decline in productivity, so it was decided to close the perforation zone in layer 9C using the squeeze cementing method and open a new perforation in layer 9D. This work faces challenges in the form of a loss circulation zone in the Baturaja formation, so it is necessary to plan the appropriate cement method and composition. This study is aimed to sealing the non-productive perforated zone prior to reperforation during the recompletion process to a new formation. The squeeze cementing method is carried out using the balance plug method, accompanied by the selection of class G cement and special additives such as BAF-14L, BAR-19L, BAL-22L, BAG-17L, and BAF-26L to overcome high pressure conditions, high temperatures, and potential gas disturbances and fluid loss. The calculation of slurry volume, water head, water behind, displacement, and slurry specifications was carried out in detail resulting in a slurry requirement of 15.10 bbl. Laboratory test results showed a thickening time value of 4 hours 29 minutes at a consistency of 100 Bc and a compressive strength of 623 psi in 24 hours. Field evaluation showed that the cementing work successfully formed good isolation on the old perforation zone and allowed the opening of a new, more productive zone. This work successfully repaired the well integrity and became the basis for a workover strategy with a target of significantly increasing production from more economical layers.

Pekerjaan pengepresan semen menggunakan metode balance plug berhasil dilakukan.Total 6,64 bbl semen masuk ke zona perforasi, sementara 8,46 bbl sisanya membentuk kolom fluida dari total yang direncanakan 15,10 bbl.Volume sisa ini cukup untuk mengisi kolom fluida di bawah zona target dan hingga casing.Kepala air di depan semen, yang berfungsi sebagai spacer adalah 20 bbl, air di belakang semen adalah 1,66 bbl dan volume perpindahan yang digunakan sebagai pendorong dan pembersih fluida adalah 26,85 bbl.Grafik waktu pengentalan menunjukkan bahwa konsistensi lumpur tetap di bawah 40 bc selama 4 jam pertama, yang berarti pengentalan dini tidak terjadi sebelum mencapai titik kritis 70 bc.Waktu kerja 4,5 jam dianggap cukup untuk memompa ke zona target dan menyesuaikan tekanan pengepresan.Evaluasi pekerjaan pengepresan semen berdasarkan grafik kekuatan tekan menunjukkan suhu dan waktu transit yang stabil, yang mengindikasikan dimulainya pengaturan semen.Semen mencapai kekuatan 500 psi dalam 10 jam, memenuhi persyaratan minimum industri sebelum melanjutkan operasi lebih lanjut dan mencapai kekuatan maksimum 800 psi, cukup untuk menyegel dan menahan tekanan formasi.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh jenis dan komposisi aditif semen terhadap kinerja pengepresan pada formasi dengan karakteristik yang berbeda-beda, terutama pada formasi karbonat yang rentan terhadap masalah kehilangan sirkulasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode pemantauan real-time selama proses pengepresan, misalnya dengan menggunakan sensor akustik atau termal, untuk memastikan penempatan semen yang optimal dan mencegah terjadinya masalah seperti channeling atau migrasi semen. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan material nano dalam campuran semen untuk meningkatkan kekuatan dan durabilitas semen, serta mengurangi permeabilitas terhadap fluida reservoir, sehingga dapat memperpanjang umur sumur dan meningkatkan efisiensi produksi.

  1. SQUEEZE CEMENTING PLANNING USING BALANCE PLUG METHOD IN LOSS FORMATION ON “TBN-10” | KURVATEK.... doi.org/10.33579/krvtk.v10i2.6246SQUEEZE CEMENTING PLANNING USING BALANCE PLUG METHOD IN LOSS FORMATION ON AuTBN 10Ay KURVATEK doi 10 33579 krvtk v10i2 6246
Read online
File size579.96 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3AO
DMCAReport

Related /

ads-block-test