ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Limpahan air ke tambang terbuka menjadi tantangan utama dalam operasional pertambangan karena dapat menyebabkan gangguan teknis dan peningkatan biaya. Studi ini bertujuan mengestimasi total debit air masuk ke area tambang (mine inflow) melalui dua pendekatan yaitu, Metode Rasional untuk menghitung limpasan permukaan dan Hukum Darcy untuk memperkirakan rembesan air tanah. Data yang digunakan meliputi curah hujan maksimum, luas daerah tangkapan, koefisien limpasan, konduktivitas hidraulik, gradien hidraulik, dan luas penampang akuifer. Hasil analisis menunjukkan debit maksimum limpasan permukaan sebesar 0,81 m³/detik dan rembesan air tanah sebesar 0,16 m³/detik. Estimasi debit total ke lantai tambang adalah 0,778 m³/detik, sementara potensi total ke seluruh area tambang mencapai 0,97 m³/detik. Estimasi ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan sistem penyaliran tambang yang efektif dan mendukung keberlanjutan operasional.

Penelitian ini berhasil memperkirakan debit air masuk (mine inflow) ke tambang terbuka secara kuantitatif dengan menggabungkan Metode Rasional untuk limpasan permukaan dan Hukum Darcy untuk rembesan tanah, menghasilkan debit total sebesar 0,97 m³/detik (0,778 m³/detik ke lantai tambang).Hasil menunjukkan bahwa limpasan permukaan (0,81 m³/detik) dan rembesan tanah (0,16 m³/detik) berkontribusi signifikan terhadap total inflow.Oleh karena itu, perencanaan sistem penyaliran harus mempertimbangkan topografi, hidrogeologi, dan distribusi daerah tangkapan hujan untuk mencapai sistem yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model prediksi inflow tambang yang memperhitungkan variabilitas temporal curah hujan dan perubahan iklim dengan menggunakan data pemantauan kontinu serta teknik pemodelan stokastik, sehingga dapat meningkatkan akurasi estimasi pada kondisi yang berubah-ubah. Selanjutnya, diperlukan kajian eksperimental lapangan untuk mengevaluasi efektivitas teknik mitigasi aliran masuk, seperti sistem drainase buatan, infiltrasi buatan, atau penggunaan sumur dewatering, dengan membandingkan kinerjanya terhadap model yang ada dan menilai dampak operasional serta ekonomi. Terakhir, pengembangan model GIS terintegrasi yang menggabungkan data hidrogeologi, topografi, dan desain pit dapat mensimulasikan skenario inflow untuk berbagai konfigurasi tambang, memungkinkan optimasi geometris pit guna meminimalkan risiko masuknya air dan meningkatkan keberlanjutan operasional tambang.

Read online
File size760.01 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3Ap
DMCAReport

Related /

ads-block-test