UNSAUNSA
Surakarta English and Literature JournalSurakarta English and Literature JournalPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik terjemahan dan kesetaraan kata-kata tabu dalam film The Wolf of Wall Street. Analisis ini penting untuk memahami bagaimana kata-kata tabu dapat diterjemahkan secara efektif tanpa kehilangan konteks budaya dan emosionalnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan analisis kualitatif deskriptif terhadap 584 kejadian ekspresi tabu dari film tersebut. Kejadian-kejadian ini dikategorikan berdasarkan jenis kata-kata tabu dan teknik terjemahan yang digunakan, seperti pinjaman murni, terjemahan harfiah, setara yang telah ditetapkan, dan pengurangan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi bagaimana setiap teknik dan jenis kesetaraan berkontribusi dalam menyesuaikan kata-kata tabu dalam konteks budaya dan bahasa yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa julukan, teknik pengurangan, dan penggunaan kesetaraan dinamis adalah fitur yang paling dominan. Pengurangan ditemukan 369 kali, setara yang telah ditetapkan 190 kali, terjemahan harfiah 23 kali, dan pinjaman murni 2 kali. Kesetaraan dinamis diterapkan secara dominan (558 kali) dibandingkan dengan kesetaraan formal (26 kali), menunjukkan kecenderungan menuju terjemahan yang lebih alami dan sesuai budaya. Penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kesetiaan terhadap teks asli dengan adaptasi budaya dalam menerjemahkan kata-kata tabu.
Penelitian ini menemukan total 584 kejadian kata-kata tabu dalam film The Wolf of Wall Street, diklasifikasikan menjadi empat kategori.julukan, obscenitas, vulgaritas, dan profanitas, dengan julukan sebagai jenis yang paling sering terjadi.pengurangan, setara yang telah ditetapkan, terjemahan harfiah, dan pinjaman murni, dengan pengurangan sebagai teknik yang paling sering diterapkan.Dalam hal kesetaraan terjemahan, mayoritas besar kasus menggunakan kesetaraan dinamis, sementara sebagian kecil menggunakan kesetaraan formal.Temuan ini menunjukkan bagaimana penggunaan teknik terjemahan tertentu secara langsung mempengaruhi jenis kesetaraan yang dicapai.Misalnya, pengurangan seringkali menghasilkan kesetaraan dinamis karena melibatkan penghapusan atau pengurangan ekspresi tabu untuk menyesuaikan sensitivitas budaya penonton Indonesia.Sebaliknya, terjemahan harfiah cenderung mempertahankan struktur dan nada ofensif asli, lebih sesuai dengan kesetaraan formal, meskipun pendekatan ini digunakan secara terbatas karena batasan budaya.Dengan menggabungkan elemen-elemen ini, analisis memberikan pandangan yang lebih holistik tentang bagaimana bahasa tabu diterjemahkan tidak hanya secara linguistik, tetapi juga pragmatis dan budaya.Sintesis ini menekankan hubungan timbal balik antara teknik terjemahan dan hasil kesetaraan, memberikan wawasan yang lebih dalam tentang strategi penerjemah untuk menyeimbangkan kesetiaan dan kesesuaian dalam terjemahan lintas budaya film.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut teknik-teknik terjemahan yang digunakan dalam film-film lain yang mengandung kata-kata tabu, terutama dalam konteks budaya yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi adaptasi yang digunakan oleh penerjemah dalam menyesuaikan kata-kata tabu ke dalam bahasa sasaran, dengan mempertimbangkan perbedaan budaya dan norma-norma sosial. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki pengaruh teknik-teknik terjemahan dan kesetaraan terjemahan pada pemahaman penonton terhadap film, terutama dalam hal menangkap nada dan emosi yang disampaikan oleh karakter dalam film. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memahami dinamika terjemahan kata-kata tabu dalam film dan dampak budaya yang terkait dengannya.
- Subjectivity in Japanese: A Corpus-Linguistic Study | Li | International Journal of English Linguistics... doi.org/10.5539/ijel.v9n5p202Subjectivity in Japanese A Corpus Linguistic Study Li International Journal of English Linguistics doi 10 5539 ijel v9n5p202
- WHAT YOU ARE IS WHAT YOU SAY’: AN ANALYSIS OF TABOO WORDS ON TIKTOK | Jurnal Kata. what say analysis... doi.org/10.22216/kata.v5i2.438WHAT YOU ARE IS WHAT YOU SAYAo AN ANALYSIS OF TABOO WORDS ON TIKTOK Jurnal Kata what say analysis doi 10 22216 kata v5i2 438
- Making sure you're not a bot!. making sure re bot loading seeing set anubis protect server against... doi.org/10.7202/008033arMaking sure youre not a bot making sure re bot loading seeing set anubis protect server against doi 10 7202 008033ar
| File size | 436.58 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE Hasil menunjukkan faktor organisasi, faktor sosial‑kultural positif, faktor ekonomi, dan faktor lingkungan berperan penting dalam adopsi AI oleh industriHasil menunjukkan faktor organisasi, faktor sosial‑kultural positif, faktor ekonomi, dan faktor lingkungan berperan penting dalam adopsi AI oleh industri
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan literatur untuk mengeksplorasi pengaruh budaya pada proses kognitif dan emosional,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan literatur untuk mengeksplorasi pengaruh budaya pada proses kognitif dan emosional,
SINTHOPSINTHOP Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) lebih menginstitusionalisasikan pengaruh mereka, memberikan bimbingan yang otoritatif yang membentuk praktik komunitasMajelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) lebih menginstitusionalisasikan pengaruh mereka, memberikan bimbingan yang otoritatif yang membentuk praktik komunitas
JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM Liputan ekstensif tentang insiden ini merupakan kemajuan signifikan dalam memberdayakan posisi perempuan. Namun, mengingat pengaruh patriarki yang berkelanjutanLiputan ekstensif tentang insiden ini merupakan kemajuan signifikan dalam memberdayakan posisi perempuan. Namun, mengingat pengaruh patriarki yang berkelanjutan
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Populasi penelitian adalah 414 orang remaja awal di salah satu SMP di Denpasar. Jumlah sampel penelitian adalah 387 orang, yang diperoleh menggunakan teknikPopulasi penelitian adalah 414 orang remaja awal di salah satu SMP di Denpasar. Jumlah sampel penelitian adalah 387 orang, yang diperoleh menggunakan teknik
UCYUCY Edukasi perpajakan lewat media sosial memiliki potensi besar untuk mencapai dan memengaruhi Generasi Z, namun efektivitasnya bergantung pada penyesuaianEdukasi perpajakan lewat media sosial memiliki potensi besar untuk mencapai dan memengaruhi Generasi Z, namun efektivitasnya bergantung pada penyesuaian
UNHASUNHAS Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kondisi adopsi lintas negara di Malaysia dan Maroko serta mengevaluasi kelayakan adopsi lintas negara sebagai langkahPenelitian ini bertujuan untuk menelaah kondisi adopsi lintas negara di Malaysia dan Maroko serta mengevaluasi kelayakan adopsi lintas negara sebagai langkah
NEWINERANEWINERA Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data penelitian berupa wawancara dan dokumentasi. Aktivitas dalamMetode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data penelitian berupa wawancara dan dokumentasi. Aktivitas dalam
Useful /
UGMUGM Sementara itu, TPC untuk kulit jeruk Baby Java Pacitan dan Keprok Batu 55 masing‑masing sebesar 46,1 mg GAE/g biomassa kering dan 43,9 mg GAE/g biomassaSementara itu, TPC untuk kulit jeruk Baby Java Pacitan dan Keprok Batu 55 masing‑masing sebesar 46,1 mg GAE/g biomassa kering dan 43,9 mg GAE/g biomassa
UNHASUNHAS Praktik Mahkamah Eropa Hak Asasi Manusia menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap hak akses informasi publik berdampak negatif dalam berbagai bidang kehidupanPraktik Mahkamah Eropa Hak Asasi Manusia menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap hak akses informasi publik berdampak negatif dalam berbagai bidang kehidupan
UNHASUNHAS The presence of more foreign tourists opens up opportunities for residents to earn income. The occurrence of this phenomenon has prompted local governmentThe presence of more foreign tourists opens up opportunities for residents to earn income. The occurrence of this phenomenon has prompted local government
UNHASUNHAS Dewan Konstitusi Kerajaan Kamboja disusun sebagai badan independen dan dianggap sebagai institusi tertinggi yang tidak berada dalam cabang peradilan maupunDewan Konstitusi Kerajaan Kamboja disusun sebagai badan independen dan dianggap sebagai institusi tertinggi yang tidak berada dalam cabang peradilan maupun