UBTUBT

J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianJ-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial terhadap pola kemitraan antara peternak kambing dan Bulungan Mandiri Farm. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan sektor peternakan, model kemitraan efektif menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan, khususnya di wilayah dengan perekonomian pertanian yang berkembang. Faktor sosial seperti kepercayaan, komunikasi, norma sosial, dan partisipasi peternak dihipotesiskan berperan penting dalam membentuk dinamika kemitraan. Penelitian menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengeksplorasi hubungan variabel dengan data primer dari peternak kambing yang bekerja sama dengan Bulungan Mandiri Farm. Temuan menunjukkan bahwa faktor sosial secara signifikan memengaruhi kualitas dan keberlanjutan kemitraan, di mana interaksi sosial dan kepercayaan antar pihak berkontribusi terhadap kolaborasi yang lebih efektif. Studi ini memberikan masukan bagi pembuat kebijakan dan praktisi untuk merancang kerangka kemitraan peternakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Faktor sosial dari lima variabel independen (umur peternak, pendidikan peternak, pengalaman budidaya ternak, kemampuan penerapan iptek, dan ketersediaan tenaga kerja) berpengaruh lemah, moderat, atau kuat terhadap kemitraan.Umur dan pendidikan peternak menunjukkan pengaruh lemah, sementara pengalaman, ketersediaan tenaga kerja, dan kemampuan teknologi memberikan pengaruh moderat hingga kuat.Hasil ini menegaskan pentingnya faktor sosial dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan antara peternak dan perusahaan.

Penelitian lanjutan disarankan untuk mempelajari dampak kehadiran perantara (middleman) terhadap kemitraan di wilayah lain, mengungkap faktor sosial lain seperti dukungan komunitas yang belum dikaji dalam studi ini, serta mengevaluasi program pelatihan jangka panjang untuk meningkatkan partisipasi peternak. Selain itu, analisis dapat fokus pada bagaimana manajemen keuangan terpusat memengaruhi keberlanjutan kolaborasi, dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk melengkapi hasil yang diperoleh. Studi juga direkomendasikan untuk membandingkan efektivitas berbagai model kemitraan di sektor peternakan skala kecil, khususnya dalam konteks pembangunan pedesaan.

  1. #faktor sosial budaya#faktor sosial budaya
  2. #interaksi sosial#interaksi sosial
Read online
File size139.53 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-3qR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test