CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND

Journal of Applied Holistic Nursing ScienceJournal of Applied Holistic Nursing Science

Latar Belakang: Gangguan mental merupakan respons maladaptif terhadap stresor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan pola berpikir, persepsi, perilaku, dan emosi. Skizofrenia, sebagai gangguan mental berat, sering ditandai dengan ketidakmampuan membedakan realitas dan ilusi, salah satunya berupa halusinasi pendengaran yang mengganggu proses berpikir individu; oleh karena itu diperlukan penanganan non‑farmakologis seperti terapi dhikr. Penelitian ini bertujuan menerapkan terapi dhikr sebagai intervensi dalam perawatan keperawatan kesehatan mental bagi pasien yang mengalami halusinasi pendengaran di Ward Flamboyan Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang. Metode: Penelitian menggunakan desain laporan kasus yang melibatkan dua partisipan selama lima hari perawatan keperawatan, mengikuti tahapan proses keperawatan meliputi asesmen, diagnosis, intervensi, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan analisis dibandingkan pada kerangka teoritis dan studi terdahulu. Hasil: Ditemukan penurunan tingkat keparahan halusinasi pendengaran dari moderat menjadi ringan, terlihat dari penurunan skor halusinasi pasien FT dari 20 menjadi 9 dan pasien FF dari 22 menjadi 10. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi perawat dalam melaksanakan intervensi keperawatan umum yang dipadukan dengan terapi dhikr serta memberikan dasar penggunaan pengukuran pra‑ dan pasca‑intervensi harian selama periode terapi.

FF) menunjukkan bahwa halusinasi pendengaran dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan lingkungan, serta terdapat masalah non‑kepatuhan pengobatan pada pasien 1 dan ketidakmampuan mengatasi stres pada pasien 2.Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi rendahnya harga diri, isolasi sosial, halusinasi sebagai permasalahan utama, dan risiko perilaku kekerasan.Intervensi yang menggabungkan terapi hallusinasi umum dengan terapi psikoreligius dhikr selama lima hari berhasil menurunkan skor halusinasi secara signifikan dari tingkat sedang menjadi ringan.

Penelitian kuantitatif dengan desain randomized controlled trial diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi dhikr dibandingkan terapi standar pada pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran, dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan kontrol placebo guna memastikan validitas internal serta memperkirakan besaran efek intervensi. Selanjutnya, studi longitudinal yang melibatkan cohort pasien selama minimal enam bulan dapat menilai dampak jangka panjang terapi dhikr terhadap frekuensi kekambuhan halusinasi, tingkat kepatuhan pengobatan, serta kualitas hidup, sehingga memberikan gambaran tentang keberlanjutan manfaat terapi dalam konteks klinis nyata. Terakhir, penelitian kualitatif yang mengeksplorasi persepsi pasien, keluarga, dan tenaga keperawatan terhadap penerapan terapi dhikr dalam kerangka budaya Islam serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dan keberhasilan terapi dapat memberikan wawasan penting untuk mengadaptasi program terapi secara cultural‑sensitive dan meningkatkan implementasinya di fasilitas kesehatan.

  1. Pengaruh Terapi Psikoreligious: Dzikir dalam Mengontrol Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia... ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/view/1063Pengaruh Terapi Psikoreligious Dzikir dalam Mengontrol Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia ji unbari ac index php ilmiah article view 1063
  1. #pasien rumah sakit#pasien rumah sakit
  2. #halusinasi pendengaran#halusinasi pendengaran
Read online
File size130.88 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-3qL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test