ST3BST3B

JURNAL TABGHAJURNAL TABGHA

Tulisan ini berusaha membawa pembaca untuk tidak memisahkan etika pada pelaksanaan apologia di media sosial. Beberapa dialog apologia yang ditampilkan sedikit banyak sering terseret keluar dari etika Kristen yang seharusnya tetap dipraktikan dalam keadaan apapun. Dampaknya kegiatan apologia tidak lagi menjadi berkat bahkan dapat berujung pada konsekuensi hukum. Melalui penelitian ini penulis menginginkan para praktisi pembela iman kristen tidak memisahkan etika menurut perspektif kristen dalam berapologia. Penyusunan tulisan ini memakai metode penelitian kualitatif dimana penulis mendasarkan penulisan penelitian ini pada fenomena yang penulis amati dari media sosial. Pengumpulan data dilakukan penulis melalui observasi lapangan yang bersumber dari tulisan dan video apologis yang telah dipublikasikan di platform media sosial dan meneliti berbagai kajian teori dari penelitian terdahulu yaitu melalui jurnal penelitian ilmiah dan buku buku terkait variabel penelitian. Dari tulisan ini didapatkan besarnya peluang berapologia di media sosial semakin meningkat dan semakin dibutuhkan etika kristen dalam mengkomunikasikan doktrin kristen di media sosial. Dari ulasan tersebut maka penulis menyimpulkan etika berapologi yang urgen dipraktikan saat ini adalah berbahasa sopan, bersikap tenang, menghindari hoaks dan menghindari ujaran kebencian.

Penelitian ini mengidentifikasi pentingnya penerapan etika Kristen dalam praktik apologetika di media sosial.Empat poin penting etika yang perlu diperhatikan adalah berbahasa sopan, bersikap tenang, menghindari hoaks, dan menghindari ujaran kebencian.Dengan menerapkan etika-etika ini, diharapkan pelaksanaan apologetika Kristen di media sosial dapat menjadi berkat dan tidak menimbulkan konflik atau kesalahpahaman.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai dampak psikologis dari ujaran kebencian dalam diskusi apologetika di media sosial terhadap keyakinan individu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model etika apologetika yang kontekstual dengan budaya dan norma sosial di Indonesia, sehingga dapat meminimalkan potensi pelanggaran hukum dan kesalahpahaman. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas berbagai strategi komunikasi persuasif yang berbasis etika Kristen dalam menyampaikan doktrin iman kepada audiens yang beragam di media sosial, termasuk bagaimana cara merespons kritik dan tantangan dengan cara yang konstruktif dan penuh kasih. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas apologetika Kristen di era digital, serta memperkuat citra positif iman Kristen di mata publik.

  1. Penerapan Etika Komunikasi di Media Sosial | Journal of Civic Education. penerapan etika komunikasi sosial... jce.ppj.unp.ac.id/index.php/jce/article/view/372Penerapan Etika Komunikasi di Media Sosial Journal of Civic Education penerapan etika komunikasi sosial jce ppj unp ac index php jce article view 372
  2. Tinjauan Etika Kristen Terhadap Penggunaan Media Sosial | JURNAL LUXNOS. tinjauan etika kristen sosial... doi.org/10.47304/jl.v7i2.165Tinjauan Etika Kristen Terhadap Penggunaan Media Sosial JURNAL LUXNOS tinjauan etika kristen sosial doi 10 47304 jl v7i2 165
  3. Prinsip-Prinsip Etika Kristiani Bermedia Sosial | Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja. prinsip... ejournal.iaknpky.ac.id/index.php/pambelum/article/view/36Prinsip Prinsip Etika Kristiani Bermedia Sosial Danum Pambelum Jurnal Teologi Dan Musik Gereja prinsip ejournal iaknpky ac index php pambelum article view 36
  1. #prinsip etika#prinsip etika
  2. #iman kristen#iman kristen
Read online
File size237.27 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-1Yn
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test