TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA

Jurnal Sistem Komputer Triguna Dharma (JURSIK TGD)Jurnal Sistem Komputer Triguna Dharma (JURSIK TGD)

Penyemprot disinfektan merupakan alat yang digunakan untuk membersihkan kuman atau virus. Penyemprot disinfektan yang sering ditemukan ialah hand sprayer. Hand sprayer yang dioperasikan dengan memompa tangan biasanya digunakan untuk membersihkan permukaan benda. Penyemprotan disinfektan yang dilakukan masih secara manual dan memerlukan petugas untuk mengoperasikannya, sehingga perlu adanya alat penyemprot disinfektan yang bekerja secara otomatis. Melihat permasalahan tersebut, pembuatan sistem alat penyemprot disinfektan otomatis menggunakan teknik counter berbasis mikrokontroler akan membantu meringankan pekerjaan. Penyemprot secara otomatis menjadi cara yang efisien dan menghemat tenaga. Pembuatan alat untuk menyemprot disinfektan secara otomatis ini menggunakan sensor ultrasonik dan Arduino Uno sebagai pengontrolnya. Alat ini berbentuk kotak seukuran tangan, digunakan untuk mensterilkan permukaan benda seperti alat tulis kantor dan furniture lainnya yang berukuran kecil. Hasil dari penelitian ini mampu mengatasi permasalahan dalam pengoperasiannya, yaitu dapat menyemprot cairan disinfektan secara efektif dan efisien sehingga pengguna tidak perlu menyemprotnya secara manual.

Sistem penyemprotan disinfektan otomatis berhasil diimplementasikan menggunakan teknik Counter dengan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi objek.Ketika sensor mendeteksi adanya objek, Arduino mengaktifkan pompa selama 2 detik secara otomatis, kemudian pompa mati sendiri.Rancangan alat ini efektif untuk mensterilkan benda-benda kecil seperti alat tulis dan furniture tanpa perlu operasi manual.

Pertama, perlu diteliti penggunaan sistem ini pada berbagai jenis permukaan benda dengan tingkat reflektivitas berbeda untuk mengetahui akurasi deteksi sensor ultrasonik secara lebih luas. Kedua, dapat dikembangkan penelitian tentang integrasi sistem ini dengan jaringan nirkabel agar pengguna dapat memantau atau mengendalikan alat dari jarak jauh melalui perangkat mobile. Ketiga, perlu dievaluasi efektivitas penyebaran cairan disinfektan terhadap berbagai jenis kuman dan virus dalam kondisi nyata, termasuk durasi dan volume optimal penyemprotan, agar sistem dapat dioptimalkan secara klinis. Penelitian lanjutan juga bisa menguji penggunaan baterai berdaya tahan tinggi atau panel surya untuk mendukung pengoperasian alat secara mandiri di lokasi publik. Selain itu, penting untuk mengkaji antarmuka pengguna agar alat lebih ramah bagi masyarakat umum, misalnya dengan indikator visual atau suara. Penelitian lebih lanjut juga dapat mempertimbangkan penambahan fitur sensor suhu atau kelembaban untuk mengatur kinerja sistem sesuai kondisi lingkungan. Studi tentang konsumsi energi dan masa pakai komponen utama seperti pompa dan sensor juga penting untuk memastikan keandalan jangka panjang. Selain itu, dapat dilakukan simulasi penggunaan alat dalam skala besar, seperti di kantor atau sekolah, untuk melihat efisiensi operasional secara keseluruhan. Variasi sudut penempatan sensor dan nozzle semprot juga layak diteliti untuk memperluas area cakupan penyemprotan. Terakhir, perlu dikaji kemungkinan modifikasi desain fisik agar alat lebih portabel dan mudah ditempatkan di berbagai lingkungan.

  1. PENGEMBANGAN MIKROKONTROLER SEBAGAI REMOTE CONTROL BERBASIS ANDROID | JURNAL TEKNIK INFORMATIKA. pengembangan... doi.org/10.15408/jti.v11i1.6293PENGEMBANGAN MIKROKONTROLER SEBAGAI REMOTE CONTROL BERBASIS ANDROID JURNAL TEKNIK INFORMATIKA pengembangan doi 10 15408 jti v11i1 6293
  1. #sensor ultrasonik#sensor ultrasonik
  2. #integrasi sistem#integrasi sistem
Read online
File size427.76 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1Yi
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test