STTMIGASSTTMIGAS

PETROGAS: Journal of Energy and TechnologyPETROGAS: Journal of Energy and Technology

Daerah Samboja Km.38, Kutai Kartanegara memiliki potensi sistem hidrotermal yang dipengaruhi oleh kondisi struktur geologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur geologi dan pengaruhnya terhadap sistem hidrotermal di daerah tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai pH air panas berkisar antara 6,5 hingga 7,6, total dissolved solids (TDS) antara 502 mg/L hingga 592 mg/L, serta konduktivitas listrik (EC) antara 1005 mS/cm hingga 1084 mS/cm. Suhu air panas berkisar antara 37,1°C hingga 39°C mengindikasikan adanya aktivitas hidrotermal. Analisis struktur geologi mengungkap keberadaan shear joint dengan orientasi utama NW-SE dan NE-SW yang berperan sebagai jalur migrasi fluida hidrotermal. Struktur ini memungkinkan pergerakan fluida panas dari kedalaman menuju permukaan, sehingga berkontribusi terhadap sistem hidrotermal yang berkembang di wilayah penelitian.

Hasil analisis menunjukkan air panas dengan suhu 37,1°C–39°C, pH netral hingga asam (6,5–7,6), serta nilai TDS (502–592 mg/L) dan EC (1005–1084 mS/cm) yang tinggi, mengindikasikan interaksi fluida yang kuat dengan batuan di bawah permukaan.Suhu yang tinggi dan sirkulasi fluida dikontrol oleh jalur migrasi berupa rekahan dan sesar yang terbentuk akibat aktivitas tektonik di Cekungan Kutai.Struktur geologi, berupa sesar naik dan pola kekar gerus (shear joint) dengan orientasi NW-SE dan NE-SW, berperan sebagai jalur utama yang memfasilitasi pergerakan fluida hidrotermal dari kedalaman ke permukaan.

Penelitian lanjutan dapat mengarah pada beberapa pengembangan menarik. Pertama, penting untuk menyelidiki struktur geologi yang tersembunyi di bawah permukaan menggunakan metode geofisika untuk memetakan sesar atau zona rekahan yang tidak terlihat langsung dan menemukan sumber panas utama sistem ini. Kedua, setelah jalur fluida dan sumber panas lebih dipahami, penelitian dapat fokus pada kuantifikasi potensi energinya, seperti menghitung seberapa besar volume panas yang bisa dihasilkan dan apakah layak untuk pengembangan pembangkit listrik skala kecil bagi masyarakat setempat. Ketiga, menarik juga untuk mempelajari dinamika fluida dari waktu ke waktu, misalnya dengan memantau perubahan suhu dan kandungan kimia air panas selama musim hujan dan kemarau untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari air permukaan atau aktivitas gempa kecil. Dengan menggabungkan ketiga arah ini, pemahaman mengenai sistem panas bumi Samboja akan menjadi lebih lengkap, tidak hanya dari sisi geologinya tetapi juga dari potensi pemanfaatan dan kelanjutannya di masa depan.

  1. #data satelit#data satelit
  2. #struktur geologi#struktur geologi
Read online
File size346.42 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2hu
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test