UNSRATUNSRAT
SSJSSJTelah dilakukan program kemitraan masyarakat (PKM) berupa pelatihan pembuatan alat peraga pembelajaran fisika di SMP negeri 2 Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara. Program ini bertujuan meningkatkan wawasan guru dalam merancang alat peraga fisika sederhana serta memanfaatkannya sebagai sarana praktikum yang dapat menunjang proses pembelajaran. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu workshop pembuatan modul praktikum dan alat peraga oleh tim pengabdian, pelaksanaan kegiatan di SMP Negeri 2 Kauditan, serta evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dari program ini adalah tersedianya modul praktikum dalam bentuk lembar kerja siswa dengan enam jenis praktikum, dibuatnya alat-alat peraga sederhana sesuai dengan modul praktikum, serta transfer pengetahuan baik kepada guru maupun siswa peserta pelatihan yang ada SMP Negeri 2 Kauditan. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan Guru-guru memperoleh wawasan untuk membangun alat-alat peraga sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa, meningkatnya motivasi belajar dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, serta berdampak pada interaksi guru dan siswa yang lebih ilmiah dan dinamis. Hal-hal tersebut mengindikasikan bahwa program ini sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas laboratorium.
Pelatihan pembuatan alat peraga pembelajaran fisika di SMP Negeri 2 Kauditan telah memberikan dampak positif terhadap guru dan siswa.Program ini meningkatkan wawasan guru dalam membuat alat peraga sederhana, meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, serta menciptakan interaksi guru-siswa yang lebih dinamis.Evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dengan fasilitas laboratorium terbatas.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas jangka panjang penggunaan alat peraga yang dibuat dalam pelatihan ini terhadap hasil belajar siswa, dengan membandingkan kelas yang menggunakan alat peraga dengan kelas kontrol. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul praktikum fisika yang lebih inovatif dan kontekstual, dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan potensi sumber daya alam di sekitar sekolah. Ketiga, penting untuk meneliti dampak pelatihan ini terhadap peningkatan kompetensi pedagogi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran fisika yang aktif dan menyenangkan, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam mengimplementasikan alat peraga secara berkelanjutan di sekolah-sekolah dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan fisika di tingkat sekolah menengah pertama, khususnya di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas dan sumber daya.
| File size | 598.11 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UPN VeteranUPN Veteran Senyawa kimia minyak atsiri ditentukan melalui analisis GC-MS. Komponen utama yang diperoleh adalah caryophyllene (44,98%) dan Caryophyllene oksida (14,96%).Senyawa kimia minyak atsiri ditentukan melalui analisis GC-MS. Komponen utama yang diperoleh adalah caryophyllene (44,98%) dan Caryophyllene oksida (14,96%).
IICETIICET Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan analisis regresi berganda melalui uji t, F, dan uji koefisien determinasi. Populasi penelitianData dikumpulkan melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan analisis regresi berganda melalui uji t, F, dan uji koefisien determinasi. Populasi penelitian
UNIVAUNIVA Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya perbedaan karakteristik peserta didik dalam hal gaya belajar, kemampuan, dan tingkat pemahaman yangLatar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya perbedaan karakteristik peserta didik dalam hal gaya belajar, kemampuan, dan tingkat pemahaman yang
UNISSULAUNISSULA Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pengembangan kompetensi guru secara holistik, mencakup pedagogik, teknologi, sosial-emosional, dan kepemimpinan.Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pengembangan kompetensi guru secara holistik, mencakup pedagogik, teknologi, sosial-emosional, dan kepemimpinan.
ABULYATAMAABULYATAMA Studi ini menyimpulkan bahwa interaksi antara guru dan siswa dalam kelas bilingual CLIL memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan ganda—pemahamanStudi ini menyimpulkan bahwa interaksi antara guru dan siswa dalam kelas bilingual CLIL memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan ganda—pemahaman
STAIMUNSTAIMUN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen kinerja dan pengembangan profesional guru terhadap kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen kinerja dan pengembangan profesional guru terhadap kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah.
UNBARIUNBARI Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, serta analisis data menggunakan uji asumsi berupa uji normalitas,Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, serta analisis data menggunakan uji asumsi berupa uji normalitas,
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Para peserta menginginkan seorang kepala sekolah yang merupakan pemimpin konstruktif yang dapat mengontrol gaya dan tingkat kritik. Pada sub-masalah ketiga,Para peserta menginginkan seorang kepala sekolah yang merupakan pemimpin konstruktif yang dapat mengontrol gaya dan tingkat kritik. Pada sub-masalah ketiga,
Useful /
STIFARSTIFAR Diabetes mellitus adalah penyakit tidak menular yang menyerang banyak orang saat ini. Penyakit ini ditandai oleh kadar glukosa darah yang lebih tinggiDiabetes mellitus adalah penyakit tidak menular yang menyerang banyak orang saat ini. Penyakit ini ditandai oleh kadar glukosa darah yang lebih tinggi
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA 1% pada anak usia 5-14 tahun. Berdasarkan data tersebut, peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman ibu berdasarkan dengan usia dan tingkat1% pada anak usia 5-14 tahun. Berdasarkan data tersebut, peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman ibu berdasarkan dengan usia dan tingkat
PTTIPTTI Faktor-faktor seperti pola makan, kebiasaan perawatan gigi, dan keterlibatan orang tua berkontribusi pada risiko ini. Salah satu penyebab utama kerusakanFaktor-faktor seperti pola makan, kebiasaan perawatan gigi, dan keterlibatan orang tua berkontribusi pada risiko ini. Salah satu penyebab utama kerusakan
STAIMUNSTAIMUN Oleh karena itu, kebijakan pendidikan harus menitikberatkan pada upaya memperbaiki kompensasi, fasilitas, teknologi dan kepemimpinan partisipatif gunaOleh karena itu, kebijakan pendidikan harus menitikberatkan pada upaya memperbaiki kompensasi, fasilitas, teknologi dan kepemimpinan partisipatif guna