UNJUNJ

JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA (JVoTE)JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA (JVoTE)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat untuk membantu pertolongan pertama pada orang yang mengalami serangan jantung mendadak dan meminimalisir terjadinya kematian akibat serangan jantung mendadak akibat lambatnya pertolongan pada korban yang mengalami serangan jantung mendadak. Perancangan dilakukan dengan membuat alat yang berbasis mikrokontroler Arduino Uno Atmega 328 serta menggunakan motor dc sebagai penggerak. Alat ini dilengkapi dengan pulse heart sensor untuk mendeteksi denyut nadi yang akan ditampilkan pada LCD 16x2. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Research & Development dengan pengujian akurasi pembacaan nadi, torsi, dan tekanan kompresi.. Keunggulan sistem bersifat mudah digunakan dan mudah dibawa kemana-mana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibuat mampu melakukan kompresi dengan kecepatan 80 kali per-menit. Alat ini juga dapat membaca denyut nadi dengan presentase error sebesar 1,29% saat dibandingkan dengan oximeter.

Penelitian menunjukkan bahwa alat resusitasi jantung paru portable berbasis Arduino Uno ATmega328 berhasil dirancang, dengan mikrokontroler Arduino, pulse‑heart sensor sebagai input, LCD sebagai output, serta modul MOSFET dan motor DC sebagai penggerak kompresi.Pengujian menunjukkan rata‑rata error pembacaan denyut nadi 1,95 % dibandingkan perhitungan manual dan 1,29 % dibandingkan oximeter, serta LCD berfungsi dengan baik.Pengujian tekanan menghasilkan error 57 % yang disebabkan oleh arus motor yang kurang besar dan mekanisme penggerak besi yang tidak stabil.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan sensor denyut nadi berbasis fotopletismografi (PPG) yang lebih akurat dapat menurunkan error pembacaan pada alat CPR portable. Selain itu, studi eksperimental dapat mengevaluasi pengaruh variasi rasio gear dan jenis motor (misalnya motor brushless) terhadap peningkatan torsi dan tekanan kompresi sehingga mengurangi error tekanan yang tinggi. Penelitian juga dapat mengembangkan modul komunikasi nirkabel berbasis Bluetooth atau Wi‑Fi untuk mentransmisikan data vital secara real‑time ke smartphone atau perangkat medis, sehingga memungkinkan pemantauan jarak jauh selama proses resusitasi. Selanjutnya, uji klinis terkontrol pada populasi pasien yang mengalami henti jantung mendadak di lingkungan rumah sakit maupun di lapangan dapat menilai efektivitas alat dibandingkan dengan metode manual tradisional. Penelitian dapat meneliti integrasi sumber energi alternatif, seperti baterai lithium‑ion berkapasitas tinggi atau panel surya portabel, untuk memperpanjang durasi operasional alat dalam situasi darurat tanpa akses listrik. Selain itu, analisis ergonomi desain penekan besi dengan mekanisme penggerak linear dapat mengurangi getaran dan meningkatkan kenyamanan pengguna saat melakukan kompresi berulang. Kajian biaya‑manfaat dapat dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana alat ini dapat menjadi solusi ekonomis bagi fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Penelitian lanjutan juga dapat menguji kemampuan sistem dalam kondisi lingkungan ekstrem (suhu tinggi, kelembaban tinggi) untuk memastikan keandalan operasional di berbagai wilayah geografis. Terakhir, pengembangan algoritma kontrol adaptif yang menyesuaikan kecepatan kompresi berdasarkan tingkat respons denyut nadi pasien dapat meningkatkan efektivitas resusitasi. Semua studi tersebut diharapkan dapat memperbaiki kinerja, keandalan, dan penerapan praktis alat resusitasi jantung paru portable dalam upaya menyelamatkan nyawa.

Read online
File size512.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test