UMSBUMSB
Menara MedikaMenara MedikaPendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronis (Chronic Obstructive Pulmonary Disease/COPD) merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dengan beban penyakit yang semakin meningkat terutama pada kelompok pekerja berisiko tinggi. Pekerja konstruksi termasuk populasi yang rentan karena terpapar debu, polusi, dan faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok, di mana data WHO menunjukkan lebih dari 80% kasus COPD berkaitan langsung dengan paparan asap rokok. Di Indonesia, prevalensi merokok pada pekerja usia produktif, termasuk di sektor konstruksi, tetap tinggi, sehingga risiko terjadinya COPD semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dan kejadian COPD pada pekerja konstruksi di Sidoarjo, serta mengukur kekuatan dan arah hubungan tersebut berdasarkan nilai signifikansi dan koefisien korelasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain cross-sectional deskriptif dengan metode purposive sampling, mengumpulkan data menggunakan Lung Function Questionnaire (LFQ), dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta uji Korelasi Spearman melalui SPSS pada 200 responden (100 perokok dan 100 bukan perokok). Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dan kejadian COPD (Chi-Square, p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi Spearman r = 0,426 yang termasuk kategori sedang dengan arah positif, menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas merokok, semakin besar risiko terjadinya COPD. Diskusi: Secara rinci, pekerja berusia 40–49 tahun mengalami gejala COPD 15% lebih sering dibanding kelompok usia lainnya, lama merokok 10–20 tahun meningkatkan risiko COPD sebesar 22%–38%, dan konsumsi lebih dari 5 batang rokok per hari meningkatkan risiko COPD sebesar 22,5%–27,5% dibanding yang tidak merokok. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan spirometri sebagai alat ukur tambahan serta mempertimbangkan faktor genetik yang dapat memengaruhi kerentanan terhadap COPD.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian COPD pada pekerja konstruksi.Pekerja konstruksi berusia 40-49 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala COPD dibandingkan kelompok usia lainnya.Intensitas merokok, baik dari segi lama merokok maupun jumlah konsumsi rokok per hari, berkorelasi positif dengan peningkatan risiko COPD.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran fungsi paru yang lebih objektif, seperti spirometri, untuk mengonfirmasi dan memperkuat temuan terkait hubungan antara merokok dan COPD. Kedua, studi yang lebih mendalam diperlukan untuk menginvestigasi peran faktor genetik dalam memodulasi kerentanan individu terhadap COPD pada pekerja konstruksi, mengingat bahwa faktor genetik dapat berinteraksi dengan paparan lingkungan seperti asap rokok. Ketiga, penelitian prospektif jangka panjang dapat dilakukan untuk memantau perkembangan fungsi paru-paru pada pekerja konstruksi yang merokok dan tidak merokok, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko tambahan yang mungkin berkontribusi terhadap perkembangan COPD. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai dampak merokok terhadap kesehatan paru-paru pekerja konstruksi dan membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih efektif.
- Cigarette Smoke Induced Lung Barrier Dysfunction, EMT, and Tissue Remodeling: A Possible Link between... hindawi.com/journals/bmri/2019/2025636Cigarette Smoke Induced Lung Barrier Dysfunction EMT and Tissue Remodeling A Possible Link between hindawi journals bmri 2019 2025636
- Role of inflammatory cells in airway remodeling in COPD | COPD. role inflammatory cells airway remodeling... dovepress.com/role-of-inflammatory-cells-in-airway-remodeling-in-copd-peer-reviewed-fulltext-article-COPDRole of inflammatory cells in airway remodeling in COPD COPD role inflammatory cells airway remodeling dovepress role of inflammatory cells in airway remodeling in copd peer reviewed fulltext article COPD
| File size | 255.68 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTAGUNTAG Artinya, academic stress tidak memediasi variabel independen terhadap variabel dependen. Implikasi penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat meningkatkanArtinya, academic stress tidak memediasi variabel independen terhadap variabel dependen. Implikasi penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan
YAYASANNURULYAKINYAYASANNURULYAKIN A qualitative case study research design was employed for this study, as it offers a comprehensive and in-depth exploration of complex phenomena withinA qualitative case study research design was employed for this study, as it offers a comprehensive and in-depth exploration of complex phenomena within
YAYASANNURULYAKINYAYASANNURULYAKIN Pendekatan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) untuk mengatasi rendahnya prestasi siswa dalamPendekatan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) untuk mengatasi rendahnya prestasi siswa dalam
YAYASANNURULYAKINYAYASANNURULYAKIN Kecemasan diukur menggunakan skala Likert 32 item yang diadaptasi dari Nevid et al. (2018), dan data dianalisis dengan Wilcoxon Signed‑Rank Test sertaKecemasan diukur menggunakan skala Likert 32 item yang diadaptasi dari Nevid et al. (2018), dan data dianalisis dengan Wilcoxon Signed‑Rank Test serta
YAYASANNURULYAKINYAYASANNURULYAKIN Penelitian masa depan harus menyelidiki hasil jangka panjang, dosis intervensi optimal, dan metode pengiriman yang dibantu teknologi untuk meningkatkanPenelitian masa depan harus menyelidiki hasil jangka panjang, dosis intervensi optimal, dan metode pengiriman yang dibantu teknologi untuk meningkatkan
YAYASANNURULYAKINYAYASANNURULYAKIN Penelitian ini akan menekankan peran bystander dalam insiden bullying, apakah ada korelasi antara peran bystander dan gender, dan bagaimana bystander melihatPenelitian ini akan menekankan peran bystander dalam insiden bullying, apakah ada korelasi antara peran bystander dan gender, dan bagaimana bystander melihat
YAYASANNURULYAKINYAYASANNURULYAKIN This suggests that while self-belief is crucial, excessive peer influence can hinder independent decision-making. Therefore, interventions should focusThis suggests that while self-belief is crucial, excessive peer influence can hinder independent decision-making. Therefore, interventions should focus
ITEKES BALIITEKES BALI Tujuan Penelitian ini adalah untuk membandingkan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pada remaja laki-laki dan remaja perempuan. Penelitian dilakukanTujuan Penelitian ini adalah untuk membandingkan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pada remaja laki-laki dan remaja perempuan. Penelitian dilakukan
Useful /
STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI Konsep model pembelajaran tematik dengan integrasi ini jelas memberikan warna baru dalam pembelajaran yang terkesan membosankan dalam pembelajaran, konsepKonsep model pembelajaran tematik dengan integrasi ini jelas memberikan warna baru dalam pembelajaran yang terkesan membosankan dalam pembelajaran, konsep
UADUAD Thus, PE and EI can only increase WFA in subjects with low and medium level of JA. This research demonstrates that psychological empowerment and emotionalThus, PE and EI can only increase WFA in subjects with low and medium level of JA. This research demonstrates that psychological empowerment and emotional
UADUAD Partisipan dalam penelitian ini adalah 180 orang berusia 18-60 tahun yang merupakan penyintas bencana erupsi Gunung Semeru pada tahun 2021. Instrumen yangPartisipan dalam penelitian ini adalah 180 orang berusia 18-60 tahun yang merupakan penyintas bencana erupsi Gunung Semeru pada tahun 2021. Instrumen yang
ITEKES BALIITEKES BALI Berdasarkan penelitian, sebagian besar responden berada pada rentang usia dewasa tengah, pendidikan menengah, pekerjaan yang bekerja, tingkat pengetahuanBerdasarkan penelitian, sebagian besar responden berada pada rentang usia dewasa tengah, pendidikan menengah, pekerjaan yang bekerja, tingkat pengetahuan