UADUAD

Humanitas: Indonesian Psychological JournalHumanitas: Indonesian Psychological Journal

Pertumbuhan pasca-trauma memungkinkan penyintas bencana untuk terus berfungsi secara optimal dalam kehidupan pasca-bencana mereka, serta membekali mereka untuk lebih siap menghadapi kesulitan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran harapan dalam memediasi hubungan antara fungsi keluarga dan pertumbuhan pasca-trauma pada penyintas bencana erupsi Gunung Semeru. Partisipan dalam penelitian ini adalah 180 orang berusia 18-60 tahun yang merupakan penyintas bencana erupsi Gunung Semeru pada tahun 2021. Instrumen yang digunakan adalah Post-traumatic Growth Inventory-Expanded (PTGI-X), Family Adaptability and Cohesion Evaluation Scale IV (FACES-IV), dan Adult Hope Scale (AHS). Analisis mediasi sederhana digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan secara parsial memediasi hubungan antara fungsi keluarga dan pertumbuhan pasca-trauma pada penyintas bencana erupsi Gunung Semeru. Hal ini berarti bahwa fungsi keluarga dapat memengaruhi pertumbuhan pasca-trauma secara langsung dan tidak langsung melalui harapan sebagai mediator. Temuan ini dapat memberikan masukan bagi para pemangku kepentingan terkait pengembangan intervensi holistik bagi penyintas bencana, baik pada tingkat individu yang berkaitan dengan harapan mereka maupun pada tingkat relasional yang berkaitan dengan fungsi keluarga mereka.

Penelitian ini bertujuan menguji peran mediasi harapan dalam hubungan antara fungsi keluarga dan pertumbuhan pasca-trauma pada penyintas erupsi Gunung Semeru.Hasil analisis menunjukkan bahwa harapan berperan memediasi secara parsial hubungan tersebut, yang berarti fungsi keluarga memengaruhi pertumbuhan pasca-trauma baik secara langsung maupun tidak langsung melalui harapan.Studi ini juga menegaskan bahwa pertumbuhan pasca-trauma pada penyintas bencana erupsi Gunung Semeru bersifat individual sekaligus relasional, melibatkan peran penting fungsi keluarga.

Untuk penelitian selanjutnya, akan sangat berguna jika kita bisa melihat lebih dalam tentang bagaimana keluarga di daerah bencana bisa saling menguatkan. Pertama, kita bisa melakukan penelitian dengan wawancara mendalam untuk menggali cerita-cerita pribadi penyintas tentang *bagaimana* mereka dan keluarga mereka membangun kembali harapan dan makna hidup setelah bencana. Fokusnya bukan hanya pada apakah ada harapan, tetapi bagaimana persisnya percakapan dan kebiasaan keluarga sehari-hari (misalnya, berbagi pengalaman, menyelesaikan masalah bersama) berperan dalam proses penyembuhan dan pertumbuhan positif tersebut, serta bagaimana hal ini bisa berbeda antar keluarga. Kedua, mengingat bencana bisa terjadi berulang atau dampaknya terasa lama, menarik untuk meneliti bagaimana harapan dan kekuatan keluarga bertahan dan berubah dalam jangka panjang. Bayangkan kita mengikuti beberapa keluarga penyintas dari jenis bencana yang berbeda, mungkin banjir tahunan atau kekeringan berkepanjangan, selama beberapa tahun. Kita bisa melihat bagaimana fungsi keluarga mereka beradaptasi dan bagaimana harapan mereka berubah seiring waktu dan paparan bencana yang berkelanjutan. Apakah ada pola tertentu yang membuat keluarga lebih tangguh di tengah krisis yang tidak kunjung usai? Ketiga, berdasarkan temuan bahwa fungsi keluarga dan harapan itu penting, perlu dikembangkan dan diuji coba program-program praktis yang bisa membantu keluarga di daerah bencana. Misalnya, program pelatihan sederhana untuk meningkatkan cara anggota keluarga berkomunikasi, saling mendukung emosional, atau merencanakan masa depan bersama. Lalu, kita bisa meneliti seberapa efektif program semacam itu dalam menumbuhkan harapan dan membantu penyintas mencapai pertumbuhan pasca-trauma yang lebih baik. Ini akan membantu para pembuat kebijakan untuk merancang bantuan yang benar-benar menyentuh aspek psikologis dan hubungan keluarga, tidak hanya bantuan fisik.

  1. Hope and the Meaningful Life: Theoretical and Empirical Associations Between Goal–Directed Thinking... guilfordjournals.com/doi/10.1521/jscp.24.3.401.65616Hope and the Meaningful Life Theoretical and Empirical Associations Between GoalAeDirected Thinking guilfordjournals doi 10 1521 jscp 24 3 401 65616
  2. Family functioning and post-traumatic growth among disaster survivors: The mediation role of hope | Humanitas:... journal1.uad.ac.id/index.php/Humanitas/article/view/835Family functioning and post traumatic growth among disaster survivors The mediation role of hope Humanitas journal1 uad ac index php Humanitas article view 835
  3. Natural disaster and mental health in Asia - KOKAI - 2004 - Psychiatry and Clinical Neurosciences - Wiley... doi.org/10.1111/j.1440-1819.2003.01203.xNatural disaster and mental health in Asia KOKAI 2004 Psychiatry and Clinical Neurosciences Wiley doi 10 1111 j 1440 1819 2003 01203 x
  4. Circumplex Model | Systemic Assessment and Treatment of Families | Dav. circumplex model systemic assessment... doi.org/10.4324/9781315804132Circumplex Model Systemic Assessment and Treatment of Families Dav circumplex model systemic assessment doi 10 4324 9781315804132
  5. A New Look at Social Support - Brooke C. Feeney, Nancy L. Collins, 2015. look social support brooke feeney... doi.org/10.1177/1088868314544222A New Look at Social Support Brooke C Feeney Nancy L Collins 2015 look social support brooke feeney doi 10 1177 1088868314544222
Read online
File size497.26 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test