UINSIUINSI

BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalBOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika yang dihadapi guru dalam pembelajaran terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di TKIT Ar Rajwaa Samarinda. ABK seperti anak dengan autisme (ASD), ADHD, dan keterlambatan bicara (speech delay) membutuhkan pendekatan dan perhatian khusus, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan validitas informasi. Penelitian ini tidak hanya menggambarkan hambatan yang dialami guru, seperti keterbatasan pemahaman, kesulitan manajemen kelas inklusif, hambatan komunikasi, perilaku menantang, hingga minimnya fasilitas dan kesulitan menerapkan RPP ABK, tetapi juga menjelaskan strategi praktis yang dilakukan guru, termasuk observasi langsung, pelatihan mandiri, dan modifikasi pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pendidikan inklusif di lembaga berbasis Islam serta memperkaya literatur tentang penanganan ABK di lingkungan PAUD, khususnya sebagai rujukan bagi guru, lembaga pendidikan, dan pembuat kebijakan dalam menyusun strategi pembelajaran yang inklusif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa guru di TKIT Ar Rajwaa Samarinda menghadapi berbagai problematika dalam pembelajaran terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya anak dengan ASD, ADHD, dan keterlambatan bicara.Permasalahan yang dihadapi mencakup keterbatasan pemahaman guru tentang karakteristik ABK, kesulitan mengelola kelas inklusif, hambatan komunikasi, keterbatasan fasilitas, serta tantangan dalam menyusun dan menerapkan perencanaan pembelajaran khusus (RPP ABK).Meskipun demikian, guru berupaya mengatasi tantangan tersebut melalui strategi praktis seperti observasi mandiri, pendekatan individual, dan penyesuaian metode pembelajaran, meskipun sebagian besar masih memerlukan pendampingan profesional.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan model pendidikan inklusif yang terstruktur di lembaga berbasis Islam, khususnya dalam merancang kebijakan tertulis yang mencakup panduan pembelajaran, mekanisme asesmen, dan SOP penanganan perilaku ABK, agar pelaksanaan inklusi tidak hanya bergantung pada inisiatif individu guru. Kedua, perlu dikaji efektivitas kolaborasi multidisipliner yang melibatkan guru, orang tua, psikolog, dan terapis dalam mendukung perkembangan ABK di lingkungan PAUD, untuk melihat apakah kerja sama tim seperti ini dapat meningkatkan konsistensi intervensi dan mengurangi beban guru. Ketiga, penting untuk mengevaluasi penggunaan teknologi bantu, seperti aplikasi komunikasi alternatif atau alat visual interaktif, dalam konteks pembelajaran inklusif di TKIT Ar Rajwaa, untuk mengetahui sejauh mana teknologi tersebut dapat meningkatkan partisipasi aktif ABK dan membantu guru menerapkan strategi berbasis data secara lebih efektif.

  1. The Impact of Social Support on Job Burnout Among Preschool Teachers: A Conceptual Analysis | Journal... doi.org/10.56982/dream.v3i05.235The Impact of Social Support on Job Burnout Among Preschool Teachers A Conceptual Analysis Journal doi 10 56982 dream v3i05 235
  2. Inclusive Learning Strategies for Special Education | Journal Educational Verkenning. inclusive learning... doi.org/10.48173/JEV.V4I4.251Inclusive Learning Strategies for Special Education Journal Educational Verkenning inclusive learning doi 10 48173 JEV V4I4 251
Read online
File size351.04 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test