UINSIUINSI

BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalBOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal

Kerjasama menjadi faktor penting dalam aspek sosial pada pendidikan anak usia dini. Teori perkembangan sosial menjelaskan bahwa kemampuan kerjasama merupakan indikator tertinggi dalam suatu permainan. Kondisi awal kemampuan kerjasama anak di TK Nasional KPS dapat terlihat ada 16,67% dari total keseluruhan 12 anak yang dapat menunjukkan kerjasama saat bermain di kelas. Artikel ini bertujuan memberikan alternatif dalam meningkatkan kemampuan kerjasama. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas versi Kemmis Mc Taggart dengan menggunakan media permainan Team Building. Hasilnya pada siklus I dapat meningkat menjadi 66,67% anak yang dapat bekerjasama, kemudian di siklus kedua seluruh anak (100%) dapat menunjukkan kemampuan dalam bekerjasama. Dengan kenaikan persentase pada aspek kemampuan bekerjasama anak di atas, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan kerjasama anak kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan meningkat melalui permainan Team Building.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Team Building dapat meningkatkan kerjasama di Kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan.Hasil pelaksanaan pembelajaran melalui Team Building melalui aktivitas bermain lempar tangkap bola, memindahkan gelas dengan tali dan karet serta ular mencari makan.Kondisi awal kemampuan kerjasama anak dapat terlihat ada 16,67% saja anak yang dapat menunjukkan kerjasama saat bermain di kelas, setelah dilakukan tindakan di siklus I dapat meningkat menjadi 66,67% anak yang dapat bekerjasama saat bermain.Kemudian di siklus kedua seluruh anak (100%) dapat mengikuti permainan dengan bekerjasama.Dengan kenaikan persentase pada aspek kemampuan bekerjasama anak di atas, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan kerjasama anak kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan meningkat dan berada di kriteria baik.Team building dapat meningkatkan aspek kemampuan bekerjasama dengan cara memberikan pembelajaran diluar kebiasaan di sekolah.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak anak dari berbagai kelompok usia di TK untuk melihat efektivitas permainan team building dalam meningkatkan kemampuan kerjasama pada rentang usia yang lebih luas. Kedua, penelitian dapat memperluas variasi permainan team building yang digunakan, serta mengkaji pengaruh jenis permainan tertentu terhadap aspek-aspek spesifik dari kemampuan kerjasama, seperti komunikasi, pengambilan keputusan, dan penyelesaian konflik. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung peningkatan kemampuan kerjasama anak melalui permainan team building di rumah, dengan mengembangkan program pelatihan atau panduan bagi orang tua.

  1. MENINGKATKAN KEMAMPUAN BEKERJASAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERMAIN KOOPERATIF | Prabandari... doi.org/10.36722/jaudhi.v1i2.572MENINGKATKAN KEMAMPUAN BEKERJASAMA ANAK USIA 5 6 TAHUN MELALUI METODE BERMAIN KOOPERATIF Prabandari doi 10 36722 jaudhi v1i2 572
  2. MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN | Generasi Emas : Jurnal Pendidikan Islam... journal.uir.ac.id/index.php/generasiemas/article/view/3301MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN Generasi Emas Jurnal Pendidikan Islam journal uir ac index php generasiemas article view 3301
  3. Ceria. kecerdasan metode peran anak usia ra al hidayah bandung ceria cerdas energik responsif inovatif... journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/ceria/article/view/2530Ceria kecerdasan metode peran anak usia ra al hidayah bandung ceria cerdas energik responsif inovatif journal ikipsiliwangi ac index php ceria article view 2530
Read online
File size729.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test