ITEKES BALIITEKES BALI

Jurnal Riset Kesehatan NasionalJurnal Riset Kesehatan Nasional

Masa remaja yang merupakan masa peralihan ke masa pendewasaan diri sering terjadi proses krisis identitas atau pencarian jati diri. Selama proses tersebut akan terjadi perubahan dalam bersikap, berperilaku, serta perubahan sosial. Saat ini perilaku menyimpang seperti seksual pranikah pada remaja meningkat dari tahun ke tahun dan sangat dipengaruhi oleh teman sebayanya yang dapat menurunkan kualitas remaja serta meningkatkan risiko negatif pada kesehatan reproduksinya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membandingkan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pada remaja laki-laki dan remaja perempuan. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Denpasar dengan responden kelas X, XI, dan XII dengan rentang umur 16-18 tahun. Sampel diambil terpisah dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 64 responden remaja laki-laki dan 64 responden remaja perempuan. Hasil yang didapatkan adalah responden laki-laki dan perempuan cenderung memiliki peran teman sebaya yang kuat dengan jumlah 42 responden pada laki-laki dan 37 responden pada perempuan dan nilai p>0,05 secara statistik tidak terdapat hubungan antara peran teman sebaya dengan jenis kelamin. Perilaku seksual pada responden laki-laki maupun perempuan sebagian besar adalah perilaku seksual yang buruk yaitu pada laki-laki sebanyak 70,3% dan pada perempuan 54,7% dan nilai p=0,05 maka secara statistik terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku seksual. Hal ini disebabkan karena remaja laki-laki dalam pola perilaku cenderung berani melakukan perilaku yang beresiko seperti terlibat dalam kekerasan dan kriminalitas. Remaja laki-laki memiliki titik kritis yang berbeda akibat adanya tekanan mandiri lebih awal, adanya tekanan lebih kuat untuk memenuhi peran gender dan adanya pengaruh kuat dari peran teman sebaya.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh peran teman sebaya terhadap perilaku seksual remaja, yang dinyatakan dengan nilai p<0,05.Teman sebaya yang berperan kuat dalam pergaulan remaja dapat mempengaruhi perilaku seksual remaja yang buruk.Disarankan pihak kesehatan mengembangkan kerjasama lintas program dalam mengatasi masalah kesehatan reproduksi remaja melalui layanan khusus yang membentuk kelompok remaja untuk diskusi seputar kesehatan reproduksi.Remaja juga diharapkan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi melalui media dan lebih selektif dalam pergaulan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh media sosial terhadap pola perilaku seksual remaja, mengingat banyaknya akses informasi dan interaksi online yang mungkin memperkuat pengaruh lingkungan sekitar. Selain itu, penting untuk mempelajari perbedaan pengaruh lingkungan sekolah berdasarkan tingkat sosial-ekonomi, karena lingkungan ini memengaruhi pengambilan keputusan remaja terkait kesehatan reproduksi. Arah lain adalah mengembangkan program pendampingan orang tua-remaja yang spesifik untuk meningkatkan komunikasi seputar isu seksualitas, mengingat komunikasi ini sering terbatas akibat budaya tabu dan kecanggungan generasi.

  1. #self esteem#self esteem
  2. #blended learning#blended learning
Read online
File size1003.15 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2mF
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test