ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Pada umumnya kegiatan pertambangan batubara di Indonesia menggunakan metode penambangan secara terbuka, dimana dapat menimbulkan beberapa dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh berubahnya kondisi suatu lingkungan. Pembukaan lahan mengakibatkan tingginya laju erosi dan penurunan kualitas tanah. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik kimia tanah, tingkat laju erosi pada lahan reklamasi tambang dengan pada periode reklamasi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, studi pustaka, pengambilan sampel tanah di lapangan, analisis laju erosi metode Universal Soil Loss Equation (USLE) dan untuk mengetahui kualitas tanah secara fisik dan kimia melalui uji laboratorium. Nilai laju erosi pada lahan reklamasi A 21,39 ton/ha/tahun masuk kelas erosi II kategori ringan. Lahan reklamasi B 169,86 ton/ha/tahun dengan kelas erosi III kategori sedang. Besarnya nilai laju erosi sangat dipengaruhi oleh faktor kemiringan lereng dan faktor vegetasi yang bisa memperbaiki struktur tanah menjadi lebih stabil.

Laju erosi pada lahan reklamasi A adalah 21,39 ton/ha/tahun, termasuk dalam kategori ringan kelas erosi II, menunjukkan bahwa tutupan vegetasi yang mulai rapat berperan dalam meredam tumbukan air hujan dan memperbaiki struktur tanah.Lahan reklamasi B menunjukkan laju erosi yang lebih tinggi, yaitu 169,86 ton/ha/tahun dengan kelas erosi III kategori sedang, yang disebabkan oleh tekstur tanah lempung berpasir yang kurang stabil dan pertumbuhan vegetasi yang belum optimal.Penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin lama umur reklamasi, laju erosi cenderung menurun karena perbaikan sifat fisik dan kimia tanah oleh vegetasi.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai teknik konservasi tanah, seperti pembuatan terasering atau penggunaan tanaman penutup tanah, dalam mengurangi laju erosi pada lahan reklamasi tambang batubara. Studi lebih lanjut dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai pengaruh jenis vegetasi yang berbeda terhadap stabilitas tanah dan laju infiltrasi air, dengan mempertimbangkan interaksi antara karakteristik tanah, iklim, dan jenis tanaman. Selain itu, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari reklamasi tambang terhadap kualitas air dan keanekaragaman hayati di sekitar kawasan tambang, serta mengembangkan model prediksi erosi yang lebih akurat dengan mempertimbangkan faktor-faktor lokal yang spesifik, seperti jenis batuan, topografi, dan pola curah hujan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif bagi para pemangku kepentingan dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan reklamasi tambang yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

  1. LEVEL OF EROSION HAZARD IN COAL MINE RECLAMATION LAND TEBO ILIR DISTRICT TEBO REGENCY JAMBI PROVINCE... journal.itny.ac.id/index.php/krvtk/article/view/5591LEVEL OF EROSION HAZARD IN COAL MINE RECLAMATION LAND TEBO ILIR DISTRICT TEBO REGENCY JAMBI PROVINCE journal itny ac index php krvtk article view 5591
Read online
File size596.69 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3Aa
DMCAReport

Related /

ads-block-test